Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
peringatan


__ADS_3

rey menerima beberapa foto keberadaan Ferdi, ia sedang di rumah nya,


sebenar nya rey tidak ingin mengusik Ferdi, dia hanya memantau tak mau kalo rena akan terganggu karna nya,


"fer, kamu ga ada masalah sama aku pribadi, tapi aku takut suatu saat kamu akan datang menggoyahkan hati rena, bukan pula aku ga percaya sama rena, bagaimana pun kamu pernah menjadi satu satu nya dalam hati rena "


sungguh tak ada niat yang lain, bisa saja rey melaporkan keberadaan Ferdi pada polisi kan? mempermudah tugas sang polisi, bagaimana pun Ferdi harus bertanggung jawab atas meninggal nya fanny


hari semakin cepat berlalu,


rena sangat menikmati peran nya sebagai ibu, awal nya ia sangat canggung berbaur dengan ibu ibu yang lain di sekolah Nino,


betapa ternyata ia jadi bahan obrolan kasak kusuk di belakang nya


"beruntung nya bunda Nino di per istri pak rey"


"cantik sih, pasti harta yang di lihat, secara pak rey beuuhhh uang nya ga akan abis tujuh turunan"


namun tak luput juga doa dari ibu ibu soleha, yang mendoakan kebahagiaan untuk rumah tangga rena dan pak rey,


Nino begitu bahagia, hampir pada setiap teman nya dia menceritakan bunda nya belum meninggal, hanya mengurus oma yang sakit di bandung, dasar anak anak,


namun hari hari berikut nya rena nampak heran, betapa semua berubah, tak ada lagi kasak kusuk, pembicaraan yang tak layak, semua ibu ibu di sekolah malah menyapa sampai menundukan kepala nya saat berjumpa dengan rena..


malam hari,


entah mengapa rena sangat ingin menyendiri di balkon kamar nya, berbekal susu hangat dia duduk termenung, menatap foto sang mamah tak terasa minggu depan mamah sudah 40hari saja meninggalkan rena, bibi selalu melapor keadaan rumah di bandung, tahlilan setiap malam jumat menjelang 40hari mamah slalu di laksanakan, rena bersandar di pagar besi, menatap kolam renang di bawah sana, beriak air nya tersapu angin


memeluk sang istri dari belakang, rey mendaratkan ciuman di pipi sang istri


"bunda ko di sini, pantes ayah cari cari sampai ke kamar Nino ga ada..


"aku lagi pengen di sini


"sini aku peluk, malam ini begitu dingin kan


rena tersenyum, ada saja alasan sang suami untuk mendekati nya,


" apa ada yang kamu pikirin sayang? ko melamun...


apa ibu ibu di sekolah Nino mengganggu lagi?


rena membalikan badan nya, merasa heran dari mana rey tau padahal rena tak pernah mengadu


"ibu ibu sekolah Nino? memang ada apa? (pura pura tidak mengerti)


" sejak kapan kamu pinter berbohong hmm? (mencolek ujung hidung sang istri) aku tau apa yang mereka lakukan sama istri ku, kata kata apa yang mereka ucapkan pada istri ku, kenapa kamu ga bilang? kenapa aku harus tau dari orang lain??


rena tersenyum, memeluk suami nya,


menenggelamkan kepala di dada bidang sang suami,


"aku telalu senang bisa menjadi ibu untuk Nino, entah lah, telinga dan mataku tertutup untuk hal hal yang kurang baik, aku hanya berfikir, bagaimana aku jadi ibu dan istri yang baik, setiap orang punya hak menyuarakan pendapat nya bukan? "


rey terpana mendengar kata terlalu senang menjadi ibu untuk Nino


bagaimana tidak, hal seperti ini yang membuat ia semakin jatuh cinta pada rena, dia begitu dewasa menyikapi semua hal, memeluk sang istri erat menciumi kening nya, menghirup wangi shampo yang semerbak di rambut nya, rey begitu senang di saat mungkin perempuan lain akan mengadu ini itu pada suami nya tentang apa yang terjadi,


"emh tapiii entah kenapa, beberapa hari ini mereka terlihat sangat sopan, senyum senyum aneh, bicara lebih lemah lembut pada nino, bahkan ada yang sengaja bawa kue buat aku, padahal di sana banyak ibu ibu yang lain

__ADS_1


rey menahan tawa nya


" jangan bilang kalo semua kerjaan kamu?


"ih suudzon, aku melakukan apa?


" rey (rena menatap suami nya curiga, rey sungguh suka rena memanggil nama nya begitu, ia tau istri nya sedang merajuk"


"apa sayang.. (malah menggoda sang istri, unyel unyel pipi nya, rena tak beraksi, dia menunggu sang suami mengakui semua nya)


" huft, bagaimana lagi aku ga rela kalo istri ku jadi bahan omongan orang (rena melotot, jadi benar dugaan nya)


" apa yang kamu lakuin tuan reynan?


"aku? bukan aku nyonya tapi anak buah frans..


rena memukul pelan dada sang suami


" kamu fikir frans siapa? dia ga akan bertindak kalo bukan kamu yang perintahin rey.


rey malah tergelak, rena sungguh manis kalo marah begitu, ini sangat jarang, biasa nya dia lemah lembut,


"ahahaaa,


" ich malah ketawa, mencubit perut sang suami, kali ini rey merasakan cubitan yang keras dia menggaduh


"aduuh bunda sakit tau


" sukurin


tawa rey terhenti


rena melepaskan tangan sang suami, merajuk


kenapa dia ko jadi sensi begini fikir rey


" bunda sayang, bunda nya Nino, yang cantik jelita, baik hati...


rena tersenyum, "nah gitu dong, senyum, kalo cemberut cantik nya berkurang"


"denger sayang, Frans ga ngelakuin apa apa sama ibu ibu tukang ghibah itu, anak buah frans hanya memberikan peringatan, bahwa yang mereka bicarakan itu adalah nyonya reynan, dan walaupun bukan kamu yang mereka bicarakan, itu memang ga bagus kan??


dan betul itu atas permintaan ku, beberapa hari dani melapor kejadian di sekolah, tapi aku nunggu kamu yang cerita, ternyata kamu ga cerita, makanya aku bertindak, aku hanya meminta menegur nya saja, tapi kamu tau apa yang di lakukan dani?


"apa??? rena penasaran juga


" dani hanya memecat suami suami mereka di tempat kerja nya, setelah itu memberikan keterangan sanksi yang harus mereka jalani karna telah berani membicarakan nyonya mereka


rena melongo tak percaya


"rey itu keterlaluan, merka cuma ngomongin aku, dan aku baik baik saja"


"berhenti mengatakan aku baik baik saja,


rena aku mohon, jangan terlalu mementingkan perasaan orang lain yang ga ada manfaat nya buat kamu, tugas mu hanya menjaga hati mu sendiri agar selalu bahagia, tugas ku membahagiakan kamu, dengan itu kebahagiaan akan menular pada keluarga kita,


sekali lagi jangan mengatakan kamu baik baik saja, hal yang kamu anggap sepele, itu besar buat ku, apa lagi menyangkut perasaan, luka di kulit akan cepat sembuh tak berbekas,


luka di hati ga akan bisa sembuh semudah itu sayang"

__ADS_1


menggenang air mata sang istri,


"aku hanya minta jaga hati mu untuk baik baik saja" rey memeluk nya erat di tatap nya foto sang mertua yang ada di meja,


"mah, terimakasih telah melahirkan malaikat untuk rey, rey janji akan selalu menjaga nya" rey bergumam dalam hati


"terus, skrng gmn dengan suami mereka?


" ga gimana gimana, mereka cuma kena prank dani saja


"maksud nya?


" dani hanya memberikan sanksi semua di rumah kan, tapi sekarang sudah bekerja kembali, dengan syarat menandatangani di atas materai bahwa mereka ga akan mengganggu kita, terutama kamu..


"jangan lah begitu, kasian mereka


" renaa, aku bilang jangan terlau memikirkan orang lain. apa mereka berfikir, bahwa kata kata nya menyakiti hati kamu???


"iya, akan ku ingat itu,


" istri baik, ayo kita masuk, di luar dingin


rena menurut mereka masuk ke kamar


"a.. (rena memanggil rey, rey berbalik)


" panggil aku ayah,.. aku senang mendengar nya


rena mengangguk,


"ada apa sayang,..


" minggu depan 40 hari almarhumah mamah


"astaghfirullah, aku lupa sayang, serasa baru kemarin,


" ya, boleh aku ke Bandung


"tentu sayang,


" tapi.. aku pengen nginep, 3hari boleh??


rey mengusap puncak kepala sang istri,


"apa pun untuk mu sayang,


" terimakasih, aku juga akan ajak Nino


"nanti kamu repot sayang,


" kan ada tina, aku juga ajak dia


"baik lah, tapi seperti nya aku ga bisa nemenin dari awal, aku ada jadwal berkunjung ke Malaysia, nanti pas hari H aku langsung ke Bandung


" jangan memaksa kan diri, tenang lah, kita baik baik saja"


menutup pembicaraan mereka, entah apa yang selanjutnya nya terjadi


#sensor๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

__ADS_1


__ADS_2