Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 2


__ADS_3

Rena menemani putra nya mewarnai gambar, Nino sudah mulai rapih mewarnai,..


"kakak... " (putri datang dari arah kamar nya, duduk di sebelah rena, memeluk bahu kakak ipar nya)


"kenapa sayang?? (tanya rena, mengusap lengan yang melingkar di bahu nya)


" kakak sibuk ga? putri pengen cerita, huaaaaa ( putri menangis)


"syuuut, malu sama Nino,


kenapa sayang?? "


"jangan cerita pada momi, mumpung momi ga ada di rumah ya kak?" (pinta putri)


"kakak janji" (putri melepaskan pelukan nya)


"kak, putri sedang dekat ama cowo, nama nya Yuda.. tapi.. "


"hmmm, tapi...?? (rena ikut berkata)


"momi ga setuju kak, semenjak putri putus dengan yusuf, (yusuf tunangan putri dulu, masih ingat saat rena tertembak? saat itu putri sedang bertunangan dengan yusuf, yusuf laki laki pilihan momi)


dan momi seperti marah sama putri“


"apa alasan nya, momi ga suka sama yuda“?


"ternyata diam diam momi mencari tau keluarga Yuda, momi bilang keluarga Yuda kurang baik, ayah nya di penjara karena korupsi, ibu nya hanya ibu rumah tangga"


"lalu Yuda??" ( rena bertanya)

__ADS_1


"Yuda masih kuliah semester akhir dia anak hukum juga, Yuda sedang merintis usaha juga ka, Yuda senang kuliner, dia buka kafe dekat kampus"


rena berpikir sejenak, kalau di lihat dari Yuda nya insyaallah menjanjikan, apa lagi nanti jika Yuda sudah bekerja..


tapi rena pun tidak bisa mendengarkan saja dari pihak putri, rena harus tau sebenar nya alasan momi tidak merestui putri nya ini..


"putri sayang banget sama Yuda ka, dia lembut orang nya, nada bicara nya ga pernah tinggi, kita udah lama saling kenal, tapi kalo dekat memang baru setengah tahun ini"


"putri, kakak ga bisa ngasih komentar dulu untuk saat ini, karena kakak sendiri belum tau yang sebenarnya alasan momi begitu, kakak ga janji bisa bantu, tapi nanti kakak pelan pelan coba tanya sama momi"


"kakak boleh ngasih pesan?? " ( rena mengusap rambut adik ipar nya itu. putri mengangguk)


"jaga diri baik baik,


momi bukan tidak merestui, mungkin belum, semua butuh waktu"


"sayang, kak rey laki laki,


laki laki yang akan bertanggung jawab atas istri nya nanti, momi merestui karena tidak meragukan kak rey, dia pasti bisa bertanggung jawab,


beda hal nya sama kamu dek, kamu perempuan, setinggi apa pun gelar mu, akan ada lelaki yang membawa mu untuk ikut ke rumah nya nanti, meninggalkan momi di sini,


dan menurut kakak itu menjadi pertimbangan untuk momi, laki laki yang bagaimana yang harus jadi imam kamu nanti.


yakin lah, orang tua itu ingin yang terbaik untuk anak anak nya"


putri termenung, benar kata kata rena, dia anak perempuan terakhir, di rumah ini..


bi asih datang, membawakan mereka cemilan buah buahan, rey berpesan pada bi asih, lebih fokus memperhatikan rena..

__ADS_1


"makasih bi" (rena tersenyum menerima buah dalam mangkuk besar)


"sama sama non, bibi permisi, kalo perlu sesuatu panggil saja ya"


"oke bi, " (putri mengusap air mata nya)


"bunda Nino mau melon" (Nino bangun, ikut menusuk buah dalam mangkuk)


"boleh sayang... " (mengusap kepala jagoan nya)


"kakak kenapa sayang banget sama Nino?? puti perhatikan kakak ga pernah marah walau Nino kadang manja, putri saja suka kesal"


rena tersenyum,


"kamu tau, kakak memang suka anak kecil,


waktu acara pertunangan mu di hotel, sebelum melihat kak rey, kakak jatuh cinta sama dia, (menunjuk Nino dengan dagu nya, rena tersnyum)


entah lah, rasa sayang itu datang saja tiba tiba, tanpa alasan, jika ada yang bertanya seperti pertanyaan kamu dek, kakak ga bisa jawab"


putri tersenyum. memeluk lagi kakak ipar nya,


"jangan bosan kalo putri cerita ya kak, sungguh putri pengen punya kakak begini, kak nadia kan ga bisa di ajak curhat, dia sibuk"


"selama kakak bisa dek, kakak ga keberatan, kakak juga pengen punya adek, begini lah seru nya, kita bisa curhat"


rena dan putri tersenyum


"terimakasih kak"

__ADS_1


__ADS_2