
Rey menyelesaikan shalat nya,
menoleh pada sang istri yang sedang memperhatikan nya,
Rey sangat bersyukur dapat merasakan momen ini, ia melihat bagaimana istri nya menyusui, rena menutup bagian atas nya dengan handuk kecil, takut takut akan ada yang datang menjenguk,
Rey berjalan mendekati istri nya melipat sejadah di tangan nya, menyampir kan nya di atas sofa. tangan rena terangkat, meminta tangan suami nya untuk ia cium, meminta keberkahan di sana,
Rey duduk di sebelah Sang istri, mereka berhadapan,
"rena... Terimakasih atas semua nya, karna kamu hidup ku lebih lengkap, lebih sempurna, aku lebih semangat menjalani semua nya'
rena tersenyum, mendengarkan kata demi kata yang Rey ucapkan,
"hadiah apa yang harus aku beri buat kamu??" tanya rey lagi.
"hadiah? apa pak Rey pikir aku melakukan ini hanya untuk mendapatkan hadiah? "
Rey tersenyum mendengar istri nya memanggil nya pak Rey, ia jadi ingat saat pertama bertemu dengan rena dulu,
"sayang aku melakukan ini dengan ikhlas, bukan hanya untuk mu, aku mendapatkan semua nya di kehidupan ini, lalu buat apa hadiah? aku bukan wanita bayaran“
" sayang.... " Rey mendekat meraih wajah istri nya memberikan satu kecupan di kening
"bukan maksud aku begitu, apa lagi menganggap kamu wanita bayaran apa maksud nya itu??
ini hanya rasa syukur aku karna kamu telah melengkapi kehidupan ku, maaf kalau kamu jadi punya pikiran kemana mana"
Rena menggeleng,
"aku tau maksud kamu ayah...
aku akan meminta sesuatu... " ucap rena
“apa itu? " jawab Rey, ia begitu memperhatikan istri nya
"aku minta, tetap lah di sini temani apa apun kondisi ku, aku begitu beruntung memiliki kalian dalam hidup ku, aku memang kehilangan mamah, tapi aku mendapatkan keluarga yang begitu menerima ku, menyayangi ku,.. "
Rey terdiam,
"hanya itu? " tanya nya
Rena mengangguk,
"itu tidak perlu kamu pinta sayang, itu kewajiban ku, membahagiakan kamu, kamu wanita yang baik, siapa yang tidak suka padamu,
aku akan memberikan apa yang aku punya, apa yang aku bisa agar kamu dan anak anak kita bahagia,
kamu pun hanya tinggal berada di sini, di dekat ku selalu, kamu tau aku pernah gagal dan itu ga mau terulang lagi.. aku takut kehilangan kamu rena... "
__ADS_1
Rena jelas tersenyum.,
matanya seketika memanas,
"aku janji, aku akan selalu di sini untuk kalian jika aku mampu, hanya maut yang memisahkan kita"
Rey mendekat, memberikan kecupan di setiap inci wajah sang istri, yang berakhir kecupan manis di bibir rena,
putri nya seketika menggeliat dan menangis,
Rey dan Rena tersenyum, wajah mereka masih menempel,
"security nya nambah satu" ucap rena.. yang membuat Rey tertawa...
mereka menjauh, rena merapihkan baju nya,
"sini, biar ayah gendong, bunda nya mau istirahat dulu ya nak... "
ini malam pertama mereka menginap di RS,
hingga waktu sungguh tak terasa berlalu,
rena semakin membaik, ia sudah bisa berjalan,
rena meminta untuk pulang hari ini, ia ingin rumah nya.. di sana akan lebih nyaman, ia pun rindu putra nya, Nino hanya siang datang dan menjelang malam pulang..
Rey mendorong kursi roda istri nya,
balon dimana mana,
anak anak berlarian ke sana kesini,
mereka bahagia menyambut kepulangan putri dari pemilik rumah ini,
bibi dan mamang pun masih ada. mereka begitu sibuk, bibi menyajikan hidangan dan mamang menyambut tamu,
sampai rena di ruang tamu, ia terperangah melihat siapa yang ada di hadapan nya,..
"rena... "
wanita itu memanggil nya,
Rena tersenyum,
Bunga di sana,
dengan Al, rakha dan ana...
bunga tampak pangling, ia mengenakan kerudung pemberian rena, kado kepulangan nya ke apartemen Al,
__ADS_1
"kamu suka? " tanya rena
bunga mengangguk, namun wajah nya langsung menunduk,
"rena terimakasih, kado mu ini, begitu banyak membuka pikiran ku, aku berlama lama temenung melihat hadiah mu, ga ada ucapan apa pun yang kamu berikan, tapi semua bisa mengatakan nya, akan aku perbaiki hidupku, penampilan ku, dan yang lain nya,..
terimakasih karna bersedia menjaga rakha dan juliana"
rena merentangkan sebelah kanan tangan nya, karna di kiri ia menggendong putri nya,
bunga mendekat, ia sedikit canggung karna tau siapa rena di sini, namun akhir nya mereka berpelukan..
"kita teman bukan? " tanya rena
"teman. jika kamu sudi" jawab bunga
rena merenggangkan pelukan mereka,
"apa maksud mu sudi? “ tanya rena.
bunga tertunduk
" akan aku kirimkan banyak kerudung terbaru buat kamu, kamu benar benar akan pulang ke Singapura? "
"terimakasih, aku akan sangat senang,
aku akan membenahi hidupku rena"
"lakukan jika itu baik menurut mu" jawab rena
"tapi dulu aku salah langkah, ketika aku berpikir itu baik" kata bunga
"aku rasa kini kamu ga usah ragu, karna melihat siapa yang akan membawa mu untuk hidup"
bunga tersenyum,
"ketika manusia punya niat baik, Allah akan memberikan kemudahan, percayalah... "
mereka berpelukan lagi,
saling tersenyum, saling menguatkan...
assalamu'alaikum,
Minal aidin walfaidzin buat semua temen², maaf ya, episode ini sudah ada 1blan lalu di draft, cuma baru bisa di up.
mohon maaf yang sebesar² nya, jika ada dalam updtan ada kata kata yg kurang berkenan untuk D baca..
mohon D buka kan pintu yg se luas luas nya ya..
__ADS_1
🥰🥰🥰🥰