
Rena tersenyum,
melihat ana sudah berganti baju, ana sampai bingung harus pakai baju yang mana, rena begitu banyak membelikan nya,
rakha pun begitu, karna mungkin dia lebih kecil usia nya rakha lebih cuek, mandi sore bersama Nino, mereka berteman sekarang,
"boleh ibu sisir rambut nya sayang? " tanya rena pada ana. ana mengangguk, rena meminta nya untuk duduk rena mulai menyisir rambut sebahu nya, rambut nya hitam tebal,
"ana.. " panggil rena
"iya bu.. "
"maaf, ibu mau tanya, siapa nama mamah mu? "
"nama nya mamah bunga bu"
"dan ayah mu? "
"emhhh.... " ana seperti sedang berpikir, "ana lupa bu, karna papah sudah lama ga pulang, ana juga lupa wajah nya"
rena tersenyum,
"ga apa apa sayang,. ana suka tinggal di sini? “
ana mengangguk,
" ibu juga suka ana di sini, ibu pengen punya anak perempuan, tapi hasil USG prediksi kan laki laki lagi" rena mengikat rambut ara setengah nya, seperti yang mamah nya dulu lakukan saat rena kecil.
"ara minta maaf ya bu, rakha nakal ya? "
"engga ada yang nakal. sayang, anak anak memang begitu, mereka serba ingin tau,
oiya, ana umur 8 tahun, berarti sekitar kelas 2sd ya? "
"iya bu"
"jadi ana sudah dua bulan ga sekolah? "
ana mengangguk lagi,
"ana mau sekolah? "
"mauu bu.. " jawab ana antusias..
rena tersenyum semakin lebar,
"nanti ibu bicarakan sama ayah Nino ya sayang"
"iya bu... "
***
hari terus berganti,
rena terlihat semakin ceria, rumah nya ramai,
tak terasa ana dan rakha sudah dua bulan tinggal bersama nya,
ana sementara rena datangkan guru les, karna data diri ana yang belum diketahui pasti, membuat persyaratan masuk sekolah nya terhambat, rena tidak mau ana ketinggalan pelajaran,
momi pun sudah terbiasa dengan keramaian rumah. rey, momi, rena dan putri sedang di ruang keluarga, putri menempel pada kakak ipar nya, mengelus perut nya yang semakin besar, mengikuti gerakan si bayi dalam perut, putri mengikuti nya dengan jari nya,
"hey jangan di tekan bayi ku kesakitan" protes rey
"kak rena aja ga protes ko"
rena tersenyum,
"kapan ibu Yuda datang, kita harus bicara menentukan tanggal pertunangan kalian" ucap momi.
Yuda kemarin datang ke rumah, dengan gentleman meminta putri untuk ia ikat, menjadi calon istri nya..
"mamah nya Yuda insyaallah siap saja mih. kan yang sibuk momi" jawab putriputri
"lusa hari sabtu, momi mengundang mamah nya Yuda makan malam" ucap momi santai,
"tapi inget dek, saran kakak jangan dulu menikah, ini hanya membuat status kalian lebih serius saja, kakak pengen tau betul Yuda lelaki bertanggung-jawab" ucap rey.
putri dan rena saling lirik, rena tersenyum
"mulai lah berkerja di perusahaan, bagaimana pun perempuan harus mandiri, sebelum menikah" tambah rey lagi,
"siap kak, apa harus buat lamaran?? " jawab putri
"tentu, kamu harus mengikuti prosedur seperti calon karyawan lain, jangan harap mendapat jabatan enak dulu"
putri menganga, ia pikir kakak nya sudah menyiapkan jabatan bagus untuk nya
"kalo kamu cocok jadi cleaning servis, ya di sana kamu bermula" ucap momi
putri manyun,
__ADS_1
rena mengusap punggung adik nya,
"kamu pasti bisa dek"
bibir nya masih manyun, tapi ia mengangguk terpaksa, membuat rey dan momi tertawa.
***
Pria bertubuh semampai memasuki gedung kantor rey, ia menuju customer service,
"saya ingin bertemu dengan rey"
"maaf bapak apa sudah memiliki janji? "
"coba hubungi bos mu, bilang Alif ingin bertemu"
wanita di hadapan nya tersenyum,
"tunggu sebentar ya pak"
alif mengangguk, tangan nya ia taruh di atas meja, tubuh nya bersandar, mata nya berkeliling melihat sekitar, ada perubahan di beberapa titik di kantor ini, sejak terakhir kali alif di sini
"mas anto, maaf, ada bapak alif sari Singapore ingin bertemu pak rey, tapi ia tidak memiliki janji"
"....... "
"baik mas"
"bapak, mas anto sekertaris pak rey bilang, kalau bapak boleh masuk, akan saya antar pak"
"tidak usah, saya masih hafal di mana ruangan rey"
Nova sang receptionist mengangguk tersenyum
"baik Pak"
rey sedang menandatangani berkas, ketika pintu kaca ruangan nya di ketuk anto,
"maaf bos, ada pak alif datang, dia menuju kemari"
"alif?? " tanya rey, ia tersenyum, sudah lama sekali mereka tidak bertemu
"iya bos, apa bos mau bertemu.. "
"tentu saja, bawa dia masuk... "
anto mengangguk, rey buru buru menyelesaikan berkas nya,
"waalaikumsalam" jawab rey tersenyum., rey langsung bangun dari duduk nya
"santai bro, apa kamu sibuk?? " tanya alif
"tidak terlalu.. " rey menghampiri tamu nya, mereka berjabat tangan dan berpelukan
"kamu semakin bersinar rey" kata alif menepuk pundak rey,
"dan kamu semakin tampan... " jawab rey
"ahahaaa" mereka tertawa
"ayo duduk, sejak kapan pulang?? "
"kemarin, aku bosan, jadi datang ke sini,
bagaimana kabar momi? "
"momo sehat, kemari sempat menggantikan aku di kantor"
"kenapa? " alif bertanya, ia pikir momi sudah pensiun...
"aku kecelakaan, dan perlu perawatan, jadi momi ke kantor lagi"
"ya Allah, banyak yang aku lewatkan"
"tentu, kamu sangat betah di sana" rey tersenyum pada teman nya itu
"bagaimana istri mu, siapa namanya"
"hey, ada apa tanya istri ku? " rey mengerutkan kening,
"aku lupa nama nya, apa dia sehat"
"tentu kami akan memiliki putra lagi"
alif menganga"
"ah.. luar biasa selamat bro... "
"terimakasih, kamu ga boleh ketemu sama dia" ucap rey sambil tertawa
"kenapa? "
__ADS_1
"aku ga mau dia di lihat orang" ucap rey mantap.
"ah... kasihan dia.. pasti terkekang hidup dengan bos bucin"
"sialan" rey melempar alif dengan majalah
mereka tertawa lagi...
"ayo kita makan siang" ajak rey
"ayo, aku telaktir.. " alif langsung bangun dari duduk nya.. banyak hal yang ingin ia bicarakan, alif hanya melihat foto rey dan rena saat pernikahan mereka. ia tidak datang..
"aku yang menyetir tuan, kita sudah lama tidak bertemu kan" kata alif mengangkat kunci mobil nya.
"baiklah, aku akan menghabiskan uang mu, akan aku pesan makanan yang mahal" ucap rey
"tidak masalah.. "
rey dan alif pergi ke sebuah mall,
mereka sudah duduk, dan tinggal menunggu pesanan datang,
"kau bahagia dengan pernikahan mu rey? " tanya alif,
"aku rasa aku menemukan wanita yang tepat al"
"aku turut bahagia" kata alif dengan senyuman nya
"apa kamu belum menikah lagi? “ tanya rey,
alif menggeleng lemah,
" di khianati terang terangan membuat aku trauma rey, aku rasa tidak ada cinta yang tulus untuk ku"
rey terdiam,
"belum waktu nya al.. kamu tau aku bagaimana dulu kehilangan Marsya"
al mengangguk
"kau seperti orang gila"
"dan lihat aku sekarang" kata rey
"mungkin aku tidak seberuntung kamu dalam hal rumah tangga rey"
"biar waktu yang menentukan" alif mengangguk,
rey terkejut, seorang anak kecil berdiri di balik kaca, tempat ia duduk, dari luar restoran memang bisa melihat ke dalam dengan jelan
"ayahh" Nino menempelkan kepala nya,
"hey, " rey tertawa melihat anak nya
"alif, tunggu, anak ku di luar"
alif mengangguk, mata nya terus memandang rey
rena tersenyum melihat rey keluar dari restoran menggendong putra nya,
"kalian di sini?" rey memeluk istri nya dengan Nino di gendongan..
"Nino nangis pengen ke permainan pulang sekolah, aku ajak saja ke sini, Nino lihat ayah, aku bilang tadi jangan ganggu, dia lari begitu saja"
"ayah, lagi ga sibuk, ayo kita makan, bunda belum makan kan? “
" engga kita pulang aja. ada pa joko di luar nunggu"
alif menghampiri rena, ia tersenyum ramah.
"hey aku kan bilang jangan melihat nya" ucap rey, alif malah menyodorkan tangan nya untuk berkenalan dengan rena, rey malah yang menjabat nya
rena merasa heran dengan dua lelaki di hadapan nya, alif melepas tangan nya dari tangan rey,
"ternyata betul kata rey, nona sangat cantik" rena tersenyum mendengar itu, perempuan mana yang tidak akan tersipu mendengar kata itu kan??
rey menurunkan Nino,
"hey jaga pandangan mu" rey menutup mata teman nya itu, alif tertawa terbahak bahak
"sayang tunggu di sini" kata rey, rena mengangguk begitu saja
rey mendorong alif untuk masuk ke restoran lagi,
"diam si sini, aku akan mengantar istri dan anak ku keluar " ucap rey menunjuk teman nya
"hahaaa, tenang bro silahkan, aku akan mencari tau no HP istri mu, ia sangat terlihat cantik bahkan sedang hamil begitu" alif malah meledek.
"awas saja" rey pergi menghampiri istri dan anak nya, ia akan mengantar nya ke parkiran, rena tak sengaja menoleh pada alif, alif melambaikan tangan di dalam,
rey melihat nya, ia mengangkat tangan dengan jari terkepal, membuat alif tergelak di dalam sana, ia sangat jahil pada rey.
__ADS_1