Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
Kecemasan


__ADS_3

Memilih undangan dengan model elegant berwarna cream, dengan tulisan berwarna gold, Nino menyetujui pilihan July, mereka telah sepakat.


jam menunjukan pukul 16:45 ketika Al datang, mereka berbincang sebentar tentang persiapan pernikahan,


Nino pamit pulang, tak lama setelah mereka mengobrol, diam diam July meminta Edward mengikuti Nino, karena ia sangat khawatir,


"aku pulang ya.. istirahat lah..


jangan lupa HP harus standby kalau aku perlu jadi ga lama nunggu"


July mengangguk,


"makasih ya buat hari ini.. hati hati di jalan, kabari aku kalo ada sesuatu"


Nino pun mengangguk, ia memberikan satu ciuman di punggung tangan July, entah kenapa semakin dekat waktu pernikahan mereka Nino semakin berat berpisah, apa lagi nanti setelah undangan di sebar, Rena bilang sudah tidak boleh bertemu sama sekali di pingit kalo kata orang SundaπŸ₯°


Nino masuk ke mobil nya,


HP nya bergetar, panggilan masuk dari no baru, merasa tidak penting, Nino menyimpan HP nya di kursi samping, perjalanan yang Nino baru 5 menit, namun HP nya bergetar lagi, dari no itu lagi,


"siapa sih? β€œ Nino menggerutu,


menghentikan mobil untuk memeriksa HP nya, ada beberapa pesan masuk dari no itu


" hy dokter apa kabar?? aku dengar kamu akan menikah?? β€œ


"masih ingat aku?? β€œ pesan ke dua Nino baca


" kita punya urusan yang menurut ku belum selesai dokter"


Nino berpikir.. perasaan ia tidak memiliki masalah dengan siapa pun,


Nino hendak mengabaikan lagi HP nya namun satu pesan masuk lagi


"mari kita bertemu, atau dokter tidak akan bertemu lagi July calon istri mu"


Nino terkejut, orang ini tau July juga?


"siapa kamu?? β€œ balas Nino


orang misterius itu malah menelpon nya, Nino langsung menerima nya


" hmm, siapa aku? kamu memang cepat sekali lupa dokter" suara itu suara perempuan, Nino sedang mengingat kira kira suara siapa itu


"apa mau kamu, jangan ganggu kami"


"hehee, aku mau kamu datang ke sini, aku akan berikan lokasi nya, jangan main main dokter, aku tidak suka berbasa basi"


perempuan itu menutup telpon nya,


Nino membuka pesan yang ia kirimkan..


"daerah mana ini?? β€œ semua nampak aneh, Nino belum pernah datang ke sana..


_apa aku harus ikuti? atau mungkin ini orang iseng aja?? _ Nino sempat ragu, hati dan pikiran nya saling tanya,


ia menyala kan lagi mobil nya, Nino berpikir untuk tidak menuruti apa perintah orang ini...


seseorang di sana memantau mobil Nino, Nino terlihat tidak mengikuti rute jalan yang mereka pinta,


satu pesan masuk lagi, sebuah foto..


Nino memperhatikan foto itu, ia melihat benda kecil berwarna hitam, di atas meja nakas,


setelah beberapa detik ia menyadari bahwa meja berwarna putih cerah itu di apartemen July


Nino memarkirkan lagi mobil nya, ia tidak tau benda apa itu, ada lampu berkelip di sudut benda hitam berbentuk lonjong itu..


"om.. apa om tau apa ini? " Nino mengirimkan pesan pada frans,


frans baru saja menyelesaikan tugas nya, ia mendengar HP nya bergetar

__ADS_1


"what?? "


tanpa basa basi frans menelpon tuan muda nya itu


"


dimana tuan mendapatkan itu?? " tanya frans


"katakan apa ini?? " tanya Nino


"itu bom waktu"


tubuh Nino menegang, _ sebuah bom? di apartemen July? _ pikiran nya langsung melayang


"tuan.. katakan anda dimana? β€œ


" om, seseorang meneror, ia menyimpan benda itu di apartemen Ana, di sana ada Ana dan papah nya, orang itu meminta ku untuk datang ke alamat yang dia berikan "


"temui mereka, tapi jangan terlalu cepat. kami. menyusul"


Edward mencurigai sesuatu, entah berapa x mobil Nino berhenti parkir, Edward masih mengikuti Nino,


perempuan itu menelpon lagi,


"ckk ckk ckk, anak manja. kamu melapor dokter? β€œ


" siapa kamu dan mau apa? aku tidak punya masalah dengan siapa pun" ucap Nino emosi


"makanya, ayo kita bertemu, dengan bertemu kamu akan tau siapa aku...


jangan tutup telpon nya, dari sini aku bisa melihat, jalan mana yang kamu ambil dokter... "


"brengsek... " Nino memukul stir nya marah, ia emosi mengetahui benda itu adalah bom.


_bagaimana kalian menyimpan nya? hanya orang orang terdekat July yang tau pasword apartemen nya_ Nino terus berpikir..


sampai di sebuah pertigaan ia membelokan mobil nya dengan salah..


"dokter, anda akan lari?? "


Nino mengusap wajah nya, seketika dua mobil hitam berada di depan mobil nya, entah dari mana mereka datang.


lelaki bertubuh kekar turun,


"selamat atas ketidak patuhan mu dokter.. aku bilang aku tidak main main.. "


seorang lelaki menggedor kaca mobil tepat di samping Nino, Nino membaca situasi,


seperti nya ia tidak sanggup melawan mereka sendirian..


"silahkan turun tuan.. " lelaki itu menggedor lagi, tidak kunjung juga Nino membuka pintu mobil nya


"brakkkkk" Nino tiarap, melindungi kepala nya, pintu belakang mobil nya di hancurkan salah satu lelaki itu,


Nino terpaksa membuka pintu mobil nya,


"mau apa kalian? β€œ tanya Nino


" bos kami ingin bertemu "


lelaki sok ganteng itu bernada sinis,


"aku tidak mau" jawab Nino, Nino mengulur waktu siapa tau seseorang melintas dan membantu nya.. jelas ia takan sanggup satu lawan 4 lelaki kekar macam pegulat ini,


"jangan mempersulit dokter"


lelaki itu menyentuh lengan Nino, bermaksud menarik Nino agar ikut dengan mereka, Nino tidak suka.. Nino melawan.. walaupun akhirnya terkena beberapa pukulan..


seseorang datang, hendak menabrak mereka yang mengeroyok Nino. Nino tau mobil siapa itu.. itu mobil July tapi tidak mungkin July datang ini sangat bahaya, atas kelalaian nya Nino terus mendapat pukulan,


mobil July terus meraung, memepet mereka, dan berhenti, Edward turun, Nino sempat tidak percaya Edward yang melakukan itu

__ADS_1


melihat Nino kewalahan, Edward membantu nya,


Frans, Edo, Rio, dengan team nya masing masing mendapat tugas,


Rio siap menerima perintah dari frans jika ia harus masuk ke apartemen, ia standby di parkiran,


Nino terkunci,


leher nya di tahan satu lengan lelaki berotot itu,


"ed' stop" Nino berteriak


lelaki di belakang Nino tersenyum,


"diam, atau tuan mu akan kami tembak"


Edward terpojok,


"ed mereka menginginkan aku, pulang lah. jaga July jangan katakan apa pun soal ini please "


lelaki itu menyeret Nino untuk masuk ke mobil mereka, dan pergi begitu saja..


Edward bingung,


ia tidak memiliki nomor HP siapa pun team dari ayah Rey,


July gelisah, Nino belum juga memberi kabar kalau dia sudah sampai,


_ apa Nino lagi ngobrol sama bunda nya? _


July keluar kamar, melihat papah nya sedang menikmati kopi, ia sedang dalam video dengan seseorang di laptop nya,


July menghubungi HP Edward, ia juga tidak aktif,


_ hey kalian kemana sih? _ July terus menggerutu... ini sudah hampir dua jam dari saat Nino pulang


Edward membereskan mobil Nino,


ia menemukan HP Nino di kursi penumpang sedang berdering,


nama "om Frans" tertera di layar,


"hallo, om,


dokter Nino di bawa gerombolan lelaki"


"siapa ini? " tanya frans


"aku Edward, assisten nona July"


"kami menemukan titik lokasi, sebentar kami sampai"..


Frans mematikan telpon, jarak mereka hanya tinggal beberapa meter saja, Edward melihat kedatangan mobil Frans, ia menghampiri nya


Edward memberikan HP Nino, Frans memeriksa pesan dari no baru itu,


" Edo lacak lokasi no ini" perintah Frans,


ia menelpon tempat pelatihan, meminta mereka utuk bersiap, tuan mereka sedang dalam bahaya.


"aku menemukan nya " kata Edo


"ayo kita bergerak...


Edward temani Rio di apartemen nona July, laporkan setiap kejadian, kamu tau harus apa jika sesuatu terjadi di sana?? "


Edward mengangguk..


"baik om... "


Frans mengernyit mendengar sapaan yang Edward ucap kan..

__ADS_1


Edward melihat nama itu di layar HP Nino tadi


"om Frans"


__ADS_2