Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ACS episode 63


__ADS_3

Nino ternyata sudah bangun, ia sedang merajuk ingin turun menyusul ayah bunda nya, saat tau meraka tidak ada di mobil,


rena membuka pintu mobil,


"bunda" Nino menangis..


"owh sayang, maaf ya bunda keluar sebentar"


Nino memeluk rena...


mata nya tertuju pada rakha, anak lelaki hampir se umur dengan nya, Nino melirik bunda nya, rakha tersenyum pada Nino,


"ini anak ibu, namanya Nino,


sayang kenalin ini kak ana, dan ini rakha "


kata rena lembut pada Nino, rakha memberikan tangan nya untuk berjabat tangan dengan Nino, namun ana menarik tangan adik nya,


"maaf Bu, adik saya lancang"


"engga sayang" belum selesai bicara rena melihat putra nya maju, mendekat pada rakha, ia menyodorkan tangan nya untuk berkenalan.


"aku Nino, tapi semua bilang aku kak Nino, karna mau punya adik" kata Nino tersenyum


rey tersenyum bangga, itu putra nya..


rakha melepaskan tangan nya yang ana pegang, menyambut tangan Nino dengan senang,


"apa kamu punya mobil tayo? aku punya dulu di rumah, tapi aku ga bisa pulang buat ngambil nya"


"ayo main ke rumah aku, aku punya banyak mainan"


"benarkah?? " tanya rakha


"banyak sekali, ada juga yang belum aku buka dari dua nya"


"wahhh keren.... " seru rakha "kak ayo kita main ke rumah Nino" ajak rakha pada kakak nya


ana melirik rena, lalu menundukan kepala,


"ana, bagaimana? apa kalian mau ikut? "


diam diam, rey meminta frans menyelidiki dua anak ini, pada toko sekitar, rey tidak mau ada masalah baru, terlebih anak anak ini bilang tiap sore akan ada yang datang meminta uang.


frans mendekat pada rey ia berbisik,


"pemilik toko di sana tidak mengetahui mereka siapa rey, mereka bilang anak ini tiba tiba datang, dan menetap di sini selama kurang dua bulan, tapi mereka tidak usil kabar nya, mereka sopan, tidak berani meminta minta makandan, mereka akan makan jika ada yang memberi"


rey mengangguk,


nino terlihat masuk ke mobil dan mengeluarkan mainan nya, dia begitu saja duduk di kursi terdekat bermain dengan rakha


"ade... " kata ana memperingatkan rakha, namun rakha malah cuek,


"bu, kami mau ikut sama ibu, tapi sebenar nya, jujur ana masih menunggu mamah ana di sini, kami ga pernah pergi jauh dari sejak hari itu, karna takut mamah datang dan kita tidak ada"


"ya Allah, bagaimana bisa anak seumur nya sudah berpikir seperti itu, ana sangat dewasa ia juga sopan" rena bergumam dalam hati nya..


"kalo menurut saya, bagaimana kalau saya menyimpan no HP di toko itu, yang biasa kalian tidur kalau malam, jadi kalau ada mamah kamu datang, pemilik toko akan memberi tahu kami"


rena sangat setuju,


"bagaimana pun bahaya kalian tinggal di sini" tambah rena..


ana tersenyum, ia mengerti apa yang rey katakan.


"kalo begitu kami mau ikut bu pak"

__ADS_1


rena menatap suami nya, rey mengangguk yakin,


"frans, berikan no HP mu, bilang sama penjaga toko di sana kita mau bawa mereka pulang"


"baik" frans melaksanakan apa yang tuan nya perintah kan,


rey duduk di depan,


rena tina dan anak anak di belakang, Nino terlihat sangat senang, mereka tak henti bercerita,


berbeda dengan ana yang pendiam...


"sayang apa boleh mampir ke toko baju? aku ingin berbelanja" rena mengirimkan pesan pada rey,


"aku mohon jangan terlalu lelah sayang,


aku punya teman pemilik toko baju, pilih saja baju yang kamu mau, mereka akan mengantarkan ke rumah" jawab rey,


rena tersenyum


"setuju... πŸ₯°" jawab nya senang...


***


mereka sampai di rumah,


Nino begitu saja masuk menggandeng rakha, tanpa menghiraukan ayah bunda nya, ana terlihat memandang rumah rey, mata nya bahkan tubuh nya ikut berkeliling melihat, ia tampak takjub,


"ayo nak, kita masuk... " kata rena


ana terlihat sangat sungkan,


ia mengangguk, dan mengikuti rena ke dalam,


rakha dan Nino bermain di taman belakang, rena meminta ana menunggu nya,


rena terlihat berpikir,


" tadi frans menyimpan no HP di toko mih, kalau ada yang mencari apa lagi keluarga nya, kita pasti akan kembalikan, rena cuma ga tega liat mereka terlunta di jalan... "


momi tersenyum.


"baik lah, kamu terlihat senang sayang"


"entah mih rena suka mereka, ana pun begitu sopan keliatan nya"


"maaf sayang, bukan momi tidak percaya, tapi jangan terlalu percaya ya.. jaman sekarang kita ga bisa membedakan mana yang baik atau hanya pura pura"


"rena faham maksud momi"


rena masuk ke kamar nya, ia akan mengganti pakaian nya, rey terlihat sedang tidur, rena melewati nya, bermaksud untuk tidak mengganggu nya.


"hey, kamu sibuk sekali" rena terkejut, mata rey terpejam tapi ia berbicara, rena tersenyum mendekati suami nya


"maaf ayah aku kira kamu tidur"


rey membuka mata nya,


bangun bersandar di ranjang, ia menepuk kasur di depan nya, meminta rena untuk duduk,


"kamu senang? β€œ tanya rey


" aku senang yah.. "


"lanjutkan lah, tapi ingat jangan kelelahan "


rena memeluk suami nya, bersandar di dada,

__ADS_1


"makasih yah.. apa yang kamu lihat dari anak anak itu?, apa ayah menyukai mereka? "


"ana terlihat lebih pendiam, karna mungkin dia perempuan, kalo siapa nama anak laki laki itu? " tanya rey


"rakha yah"


"ya aku lupa, dia masih kecil, pasti lebih cuek, ya seperti Nino bagaimana sih"


rena tertawa, melepaskan pelukan nya,


"apa mereka akan di bawa ke panti? "


"emh... terserah kamu sayang"


"aku ingin mereka di sini, tapi aku takut momi kurang suka"


"ya bagaimana pun mereka orang asing, kita butuh sosialisasi kan untuk bebrapa waktu"


rena mengangguk,


"kalau kita pindah bagaimana? kalau di rumah kita kan kita lebih leluasa yah"


rey tertawa


"katanya ga mau pindah dulu"


"kan ada mereka, jadi rumah pasti ramai"


rey masih tersenyum, istri nya antusias sekali,


ia mengusap perut rena


"aku pikir untuk beberapa waktu kita di sini dulu, kamu dengar tadi kan, ana masih menunggu ibu nya, kalau benar ibu nya datang, kita ga bisa cegah mereka pulang sayang, dan aku takut itu membuat kamu kecewa"


rena tampak sedih,


"kalau kamu senang keramaian, kita bisa sering ke panti, bermain di sana"


"semoga ana dan rakha ga pernah di jemput" kata rena, "hati ku bilang, aku tertarik, ayah tau begitu banyak anak anak di panti, dan di jalan yang kita temui kan? "


rey mengangguk,


"tapi pertama liat mereka aku begitu saja suka"


"kalau begitu, setelah melahirkan, kita ga usah tunda kehamilan, biar kamu hamil lagi" rey berkedip dengan manis nya, membuat rena tertawa,


"enak saja yang hamil aku"


"dan yang ngidam aku" tambah rey "bukan kah kamu mau anak lima? enam dengan Nino?? β€œ


rena mengangguk,


" apa kita akan membuat team futsal? " tanya nya lagi, rena semakin tertawa


"InsyaAllah, jika Allah percaya pada kita" rena mengusap pipi suami nya,


"kalo begitu, tidak usah program se dikasih nya saja oke"


"oke, siapa takut" jawab rena menantang


rey memeluk nya lagi,


"ayo istirahat lah, biarkan mereka bermain bersama Nino"


rena mengangguk lagi


"aku bersukur punya suami yang mau mendukung aku"

__ADS_1


"dan aku lebih bersyukur, Allah titipkan istri sebaik kamu, aku akan mendukung jika itu hal baik sayang, tapi ingat satu, jangan melupakan diri mu sendiri" ucap rey.


__ADS_2