
July dan Nino menghabiskan waktu siang nya di sebuah taman, cuaca nya sejuk, banyak keluarga yang berkunjung untuk sekedar mengajak main anak anak mereka.
"jullyana, kapan kamu akan memikirkan tentang pernikahan?? "
July tersenyum mendapat pertanyaan itu,
"aku ga nyaman kamu bepergian jauh sendirian.. "
"kamu khawatir?? "
"aku ga terbiasa membiarkan perempuan di rumah kemana mana sendiri" ucap Nino
"tapi aku terbiasa sendiri Nino.. "
Nino terlihat berpikir,
"kalau nanti sudah menikah, kamu masih akan bekerja? “
hati July menghangat, ada perasaan aneh berbarengan dengan berbunga bunga dalam hati nya
" aku belum tau nino, aku bingung, di satu sisi papah memerlukan ku, di sisi lain seorang istri harus mengikuti suami nya kan?? ga mungkin kamu di Indonesia aku di sini "
"jadi...?? " tanya Nino
"ya untuk sementara jawaban nya belum tau.. "
Nino manyun, membuang pandangan nya,
July tertawa,
"memang kapan kita akan menikah? “ tanya July
" aku tinggal meminta keluarga ku untuk melamar mu, kalau kamu sudah siap. kapan pun itu" ucap Nino
"jadi apa ini sebuah lamaran?? “ July tersenyum pada Nino, " kamu bener bener ga romantis dokter"
Nino mendesah, mau bagaimana lagi, ya beginilah ada nya dia...
mereka terdiam beberapa saat..
"dokter... ? " July memanggil Nino..
"hmmm... "
"kamu ngajak aku menikah, memang bagaimana perasaan kamu sama aku?? “
pandangan mata mereka bertemu,
" apa sudah ada perasaan?? “ ucap July lagi..
"kamu pikir apa artinya aku ninggalin pekerjaan aku untuk terbang ke sini menemui seorang perempuan??" Nino pura-pura melotot, mendekatkan wajah nya pada July,
"walaupun aku tau kamu bercanda soal mau menikah dengan lelaki di sini, itu bikin aku ga tenang, di tambah kamu akan sebulan atau dua bulan di sini, apa itu tanda nya kalo bukan memiliki perasaan?? “
__ADS_1
July tersenyum,
" jangan senyum gitu, jelek" ucap Nino..
July tidak tahan, ia gemas pada lelaki di hadapan nya ini... July memeluk Nino,
"aku sayang sama kamu Nino"
"aku engga" mulut boleh berkata tidak, tapi tangan nya membelai rambut panjang July
"biarin... " July menelusupkan wajah nya ke dada Nino dia tau Nino berbohong..
"aku akan pulang ke Indonesia malam ini.. "
"lho ko cepet banget, aku belum tau mau ke indo kapan" July merengek,
"ga apa apa, aku ada jadwal operasi besok sore"
"jadi kamu ninggalin aku? “ ucap July
" kamu yang ninggalin aku Ana"
Ana membuang nafas nya kasar,
mata nya melihat seseorang yang sedang memperhatikan nya dari arah samping Nino,
ia mencium bau bau bahaya,
"dokter, mau mampir ke rumah sebelum malam berangkat ke bandara? "
"ada beberapa pelayanan, rakha juga kalo beres di kantor langsung pulang"
"ayo, dari pada di sini.. masih ada sekitar 3 jam lagi untuk pulang ke indo"
mereka pergi,
July tidak mau ada sesuatu terjadi, terlebih ada Nino di sini,
"apa jauh?? “ tanya Nino
"ya 30 menit kalo tidak macet"
July menjadi pemandu wisata Nino kali ini, ia senang sekali bisa mengenalkan Singapore pada Nino, Nino pun terlihat antusias...
July kehilangan konsentrasi nya tiba tiba.. ketika ia tau sebuah mobil mengikuti mereka, July waspada, melirik se sering mungkin pada spion.
"kamu kenapa ana? “ Nino melihat gelagat berbeda dari July,
" pegangan Nino... " Nino heran, kenapa July menyuruh nya pegangan,
tanpa basa basi, July menginjak gas dengan dalam, Nino terkejut ia panik seketika,
July cukup baik mengendalikan mobil nya.. tapi Nino ragu, ia pernah kecelakaan karna ugal ugalan dulu di London,
__ADS_1
" Ana, ada apa?? " Nino bertanya, ia memutar kepala nya ke belakang, sebuah mobil putih mengikuti mereka..
"astagfirullah" ucap Nino, jika dulu ia melihat July di kejar, kini ia merasakan bagai mana di dalam mobil yang mengebut ini,
"July awass.... " Nino berteriak, di depan nya tiba-tiba ada seseorang hendak menyebrang...
July menginjak rem nya sedikit dalam, membuat tubuh mereka terguncang, melihat mobil di belakang masih mengejar July tancap gas lagi
"ya Allah aku masih mau hidup jullyana" ucap Nino
"jangan berisik Nino.. "
Nino di buat terkejut lagi,, July tiba tiba berbelok arah ke kiri, masuk ke sebuah gang yang cukup besar....
Nino memejamkan mata nya,
ia hanya mendengar suara klakson dari pengendara lain yang juga terkejut atas tindakan July,
July memelankan laju mobil nya.. namun ia tetap waspada, mobil di belakang nya memang sudah tak terlihat ketika ia memutuskan untuk belok.
July menolehkan kepala nya pada Nino, Nino pun demikian. ia melipat bibir nya, wajah nya terlihat sangat kesal.
"seru kan?? “ tanya July
Nino mencelos, mendengar kata itu dari wanita nya,
" jantungku mau copot, dan aku ga mau mati sia sia.. kamu bilang itu seru??? “
July terdiam.
"aku juga takut Nino, aku mau menikah sama kamu masa aku harus mati sekarang"
mereka sama sama menetralkan detak jantung masing masing, July masih terus memperhatikan spion nya,
tapi syukurlah.. mobil di belakang tadi tidak mengikuti lagi. mereka sampai di rumah July, July terdiam meremas stir mobil nya sebelum turun,
"maaf ya... " wajah nya terlihat bersalah
"kamu pengendara yang buruk" ucap nino "siapa yang tadi mengejar kita? "
"ayo kita masuk, aku haus.. akan aku ceritakan di dalam.. "
rumah megah bergaya modern itu begitu di kuasai dengan warna putih, Nino mengagumi nya dalam hati, namun jantung nya sedang kacau ia memilih untuk diam...
July ambruk di sofa,
se orang pelayan datang, ia melihat ada tamu berkunjung,
"permisi non, mau di siapkan minuman apa?? “
" aku air putih aja bi, Nino mau apa? “
"sama, air putih saja"
__ADS_1
"baik non" pelayan itu undur diri..
Nino menatap wanita nya yang terlihat lelah.. july pun pasti panik tadi. di tambah ia harus konsentrasi melihat jalan..