Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
mandi


__ADS_3

rena terbangun,


membukakan matanya perlahan, sungguh pagi ini begitu indah, rey masih tertidur di hadapan nya, nafas nya begitu lembut, melirik pada jam dinding yang menggantung tepat di depan tempat tidur nya " 04.20 pagi" pandangan rena beralih pada bibir sang suami, entah lah mengapa ia sangat ingin mengecup nya,


begitu banyak hal baru, setelah rena mengenal rey, mengusap bibir suami nya lembut, rena mendekat hendak memberi kecupan, namun begitu mengejutkan rey meraih tengkuk istri nya, membuat kecupan itu berubah menjadi ciuman, rena tak percaya sejak kapan suami nya bangun, ternyata sebelum rena bangun, rey lah yang lebih dulu bangun, mengetahui sang istri mulai bangun, ia pura pura tidur lagi😁


rey melepaskan ciuman nya, tersenyum penuh cinta "morning kiss" menindih tubuh rena dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher sang istri


" aa, pak bos, ayah... (rena tersenyum, menyebutkan panggilan panggilan untuk suami nya, rey mendongkak kan kepala)


" aku mau mandi dulu, sebentar lagi adzan subuh'


"baiklah, rey melepaskan rena, ia melanjutkan acara tidur nya


" kalo selesai bangunin ya (kata rey)


"ok.. (rena bergegas masuk ke kamar mandi, untuk mandi besar nya, ia menatap cermin, ada satu buah tanda merah di bagian atas pa*****a nya, ia mengusap nya, seperti nya ia hampir gila semalam, entah karna hasrat yang mendorong nya, rena begitu menikmati perlakuan lembut sang suami.


rena terkejut, pintu kamar mandi yang tidak ia kunci terbuka, rey di sana, dengan senyum aneh nya menurut rena


"a, aku mau mandi


" sama, aku juga mau mandi (melihat sang istri menyisakan CD nya saja di tubuh nya rey mulai bergejolak, melepas baju cepat cepat, memojokan rena di dinding kamar mandi,


menyilangkan tangan di depan dada, rena menutupi gunung kembar nya, rey merasa itu lucu, bagai mana sang istri masih malu, kalau seluruh tubuh nya saja ia sudah lihat


"aku dulu yang mandi a.. (rena kesal)


" berdua, aku bantu kamu mandi (mulai menciumi leher sang istri)


"ga mau, bukan mandi malah nanti nya


" apa??


"ich, ga tau.. (malu malu) rey sungguh menyukai mimik wajah sang istri kalo lagi malu begitu


" ga boleh nolak ajakan suami, dosa loh..


mandi bersama buat suami istri kan sunnah"


"hmmm, tapi mandi aja, jangan cium cium


" ahaaaha, aku ga janji, bisik rey


bingung, shower dalam kamar mandi hanya satu, rena meminta sang suami terlebih dulu mandi, menuangkan shampo di telapak tangan, rena membantu suami nya membersihkan rambut, kini gantian, rey yang melakukan itu pada rena,.


di bilas nya busa shampo pada rambut Sang istri, rey terpana melihat wajah sang istri yang basah begitu membuat rena nampak ****,


rey tak dapat menahan hasrat nya, di ciumi nya sang istri, rena sedikit menolak melihat waktu yang semakin beranjak pagi, adzan subuh pun sudah berkumandang


"a...

__ADS_1


" sebentar saja, kamu begitu menggoda sayang


akhir nya terjadilah, apa yang seharus nya terjadi, sungguh pagi yang melelahkan untuk rey dan rena,


sampai sampai mereka harus mandi untuk yang ke dua kali nyaa,


selesai mandi,


mereka langsung melaksanakan shalat subuh berjamaah, namun tiba-tiba rena bersin bersin


"hacciiiimm, hacciiiimm


rey langsung panik, bisa di katakan ini tiba tiba dan sedikit parah,


bersin rena hampir tak berhenti untuk beberapa menit, rey memakaikan sweeter pada rena, agar tubuh nya hangat, namun bersin masih ada, rey merasa bersalah, karna ide nya untuk mandi bersama mungkin rena jadi kedinginan


"sayang, ko ga berenti bersin nya, (rey meminta rena untuk rebahan, ia akan turun, untuk mengecek, semoga ada obat flu di kotak p3k.


" tunggu aku cari obat ya..


"iya a, hidung rena perih"


" aku akan cepat kembali


mempercepat langkah, rey turun ke lantai satu menuju dapur,


" sayang, ada apa? (momi bertanya, melihat sang putra panik)


" rena tiba tiba bersin mi, ga berenti.


" ada den, bntar bibi ambilkan...


" apa rena demam?


"engga mi, tadi tuh beres mandi, shalat, trus tiba tiba aja gitu


" rena mungkin punya alergi dingin sayang..


"seperti nya mi,


bi asih datang, menunjukan takaran yang harus d minum pada rey, rey membawa nampan air hangat dan obat, bergegas kembali ke kamar.


" mandi nya kelamaan kali rey, ampe flu gitu rena nya hihiii (celetuk sang momi, bi asih ikut tertawa mendengar majikan nya berkata begitu..)


" pengantin baru bu " tambah bi asih,


momi mencium wangi shampo di rambut rey, dan juga rambut nya belum kering seluruhnya, membuat momi berfikir apa yang sebelum nya terjadi


rey datang, meminta rena untuk meminum obat, setelah nya memberikan kayuputih di punggung dan perut sang istri, momi datang, membawa susu jahe untuk sang anak dan menantu nya sungguh rena merasa tak enak hati


" gimana? udh berenti bersin nya?

__ADS_1


" alhmdlh mi udh engga, tinggal hidung rena berasa panas


" iya itu efek bersin yang ga berenti, minum ini sayang, momi yang buatkan, biar badan kamu hangat, kamu juga rey, ayo minum.


rena meminum nya, masyaallah memang begitu nikmat pantas saja rey suka minta di buatkan susu jahe


" coba rey ambil handuk, buat rambut rena, biar ga nempel ke baju kan jadi basah baju nya"


"iya mi, rey mengambil handuk kecil, memakaikan nya di kepala rena


" makanya, mandi nya jangan pada lama, tau masih subuh, kan jadi begini.. (tanpa rasa berdosa momi bicara membuat rena sontak menatap sang suami, (aduh masa ia momi tau kita mandi bareng, apa rey yang bilang tadi ya? gumam rena" aku kan jadi malu aaahhh rey") rena dan rey seperti ketahuan mencuri tersenyum kikuk, bagaimana sang ibu bisa mengetahui nya,


" kamu juga keringin rambut yang bener rey, tar masuk angin juga (tambah sang momi)


nino datang, menyelamatkan suasana yang tiba tiba canggung itu


" bunda apa bunda sakit? (naik ke tempat tidur, di bantu sang ayah mendekati bunda nya


"engga sayang (memeluk nino) bunda hanya bersin saja


" kalo sakit ga apa apa kok, bunda harus istirahat,. liburan kita bisa nanti lagi (nino meminta liburan bersama ayah bunda nya, yang tak mungkin bisa rena tolak)


"anak bunda pinter banget, tapi beneran sayang bunda ga apa apa (momi terharu melihat interaksi mereka, semoga selama nya rena menyayangi nino)


" jangan di paksa berangkat kalo ga enak badan (tambah momi)


"iya sayang, insyallah masih ada waktu lain"


"insyallah rena ga apa apa, ga ngerasa demam, tadi juga udah minum obat alhmdlh ga bersin lagi. oma jadi ikut kan? (tanya rena pada momi)


" seperti nya engga sayang, maaf ya momi ada arisan bulanan, pas banget hari ini, nanti jam 2 siang" (rena sedih, ia ingin sekali liburan bersama, terlebih kalau ada almarhumah mamah)


"oma nyusul nanti ya" kata nino


"oma ga janji sayang, sekarang ada bunda, nino sama bunda sama ayah ya maen nya, oma juga mau maen sama temen temen oma hihiiii"


"bebas tugas nih ya (canda rey)


" oiya dong ahahaaa, hati-hati nino di sana ya, ga boleh nakal oke..


"baik oma


" sini oma cium, mmmuuuaachhh (unyel unyel pipi sang cucu) kamu juga jngan terlalu cape sayang, semoga liburan nya membuahkan hasil ya"


"buah apa oma? tanya nino


" buah hati hihiiii, rey tersenyum penuh arti menatap rena, rena yang di tatap merasa malu


"buah hati itu apa. oma?? tanya nino lagi


"buah hati itu, adek bayi buat nino"

__ADS_1


rey memicingkan mata pada sang oma, masa ia membahas begituan pada nino,


"udah ah, oma mau ke kamar dulu, tanya nya sama ayah ya nino, cepet sehat ya sayang (mengecup kening sang menantu) hati-hati nanti di sana


__ADS_2