Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 38


__ADS_3

"sakit dok, tapi sudah tidak seperti tadi, kulit perut juga serasa keras, seperti ketarik"


dokter mengangguk, rena dan dokter kandungan nya ini memang baru 2x bertemu, mereka belum akrab seperti dengan dokter dona


"kami baru pulang dari Malaysia kemarin siang dok" (rey penasaran, apa rena kelelahan..)


dan.. tadi malam... "


rena langsung menatap sang suami, mendengar kata tadi malam yang rey ucapkan,


โ€œayah... ( rena menatap rey, ia tau rey akan berbicara apa apa.. ada momi dan kak nadia juga, bahkan putri baru datang)


sang dokter tersenyum, ia masih memeriksa tensi darah rena.


"sayang ini harus di tanyakan, dan harus jelas" (kata rey)


"iya tapi yah.. " ( aku malu suami ku.... bagaimana aku harus bilang, jangan membahas itu rey please, rena memohon dalam hati)


nadia sudah curiga. seperti nya rena kelelahan karna se malam terjadi sesuatu..๐Ÿ˜†,


"kami pulang dari malaysia, dan semalam aku.. kita.. " (rey bingung mengungkapkan nya membuat momi dan nadia saling lirik menahan tawa)


"sayang... โ€œ (rena memberi kode dengan mata nya, sudah mengganti panggilan untuk suami nya, namun itu tidak berpengaruh bagi rey)


" karna kaki ku masih sakit jadi posisi rena di atas dok apa itu pengaruh pada kehamilan nya?? "


momi dan nadia refleks melotot, rey vulgar sekali pikir mereka,


"rey... " (rena tak tahan, nada nya meningkat beberapa oktav, bahkan panggilan sayang untuk suami nya sirnah sudah.. ia sungguh malu karna kelakuan suami nya itu, rey harus di hukum)


"apa?? (rey malah bertanya pada rena, tidak merasa bersalah,


kemudian menoleh pada sang dokter meminta jawaban atas pertanyaan nya yang absurd itu)

__ADS_1


sang dokter ingin sekali tertawa, namun dia masih cukup waras, karna tau siapa pasien yang sedang ia tangani,


menurunkan stetoskop nya,


dokter menenangkan diri nya sendiri.. mencoba menormalkan detak jantung yang tiba tiba saja meningkat, ini masih pukul 5 subuh,, jantung nya sudah berpacu...


"ehmmm.. pak rey, InsyaAllah ga ada yang perlu di khawatirkan, ini kontraksi palsu, ibu kelelahan, dan ada keram di perut juga,... "


takut takut mengatakan nya, sang dokter memberanikan diri menatap rey,


" ibu harus total dulu istirahat ya, minimal tiga hari, jangan dulu beraktifitas, apa lagi yang berat berat ya.. "


(dokter tersenyum lembut menatap rena, rena membalas dengan senyuman yang sungkan, ya Allah.. aku malu rey dasarrr _gerutu rena_)


"termasuk aktifitas itu dok?? " (rey bertanya lagi, membuat momi mencengkram tangan nadia refleks)"


"rey... ( rena memanggil suami nya pelan, memukul rey dengan sebuah guling, dan rey menangkap nya,


" termasuk aktifitas itu pak rey " (jawab dokter, ia tersipu malu mengatakan nya, tau maksud dari pertanyaan yang rey ajukan)


bapak puasa dulu ya.. ( dokter meneruskan kalimat nya, semoga rey mengerti dengan apa yang dia maksud.. karna tidak mungkin berbicara terang terangan di rumah ini,)


rey membuang nafas, ia merasa bersalah pada istri nya, karna dia tidak bisa menahan hasrat nya malam tadi...


rena jelas melihat tatapan itu, namun dia masih kesal pada suami nya itu..


_ahhhh, aku malu pada mereka semua rey aku ingin menutup wajah ku dengan bantal.. tidak tidak.. aku ingin kabur saja hickkk_


setelah membereskan perabotan nya kembali, dokter tidak lupa mengingatkan rena akan vitamin nya, dan juga dia memberikan resep, untuk mengurangi rasa keram di perut rena...


dokter sudah pergi,


di temani momi dan kak nadia,

__ADS_1


mereka semua keluar, tidak mau mengganggu pasangan suami istri yang mereka yakin akan berseteru tentang pertanyaan pertanyaan rey..


rena cemberut, tidak mengatakan apa pun pada suami nya,


rey selesai dengan urusan nya, mengecek HP karna beberapa notif pesan masuk..


"mau sarapan apa sayang? biar aku panggil bi asih, atau tina..?"


rena menggeleng,


"aku ga lapar.. " (sinis... rena malas sebenarnya mengobrol pada suami nya)


"hey kamu harus makan.. terus minum susu ya..? " (rey masih membujuk istri nya)


"kenapa wajah mu biasa biasa saja setelah pertanyaan pertanyaan tadi rey?? ( rena gemas.. sungguh akan ia bahas ini)


" memang harus bagaimana? " (tanya rey)


"rey, aku malu, itu masalah pribadi kan, ada momi dan kak nadia.. "


rey terdiam., dia tadi khawatir sekali, sampai tidak berpikir yang lain...


"aku malu... kenapa harus bawa bawa posisi malam tadi juga..?? "


rey malah tersenyum, rena sungguh menggemaskan jika sedang merajuk,


"sayang.. (rey memanggil istri nya penuh kelembutan)


" stop.. aku mau tidur.. aku ngantuk (ucap rena, jelas ia masih kesal..)


"baiklah,, akan ku temani,, aku belum menyapa anak kita dalam perut mu.. (tersenyum tanpa rasa bersalah)


_ terserah kau saja rey, aku masih kesal padamu.. _

__ADS_1


__ADS_2