Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 80


__ADS_3

Rey menggigit bibir bawah nya, bagaimana tidak, melihat sangat istri di jaga ketat oleh kedua security nya,


kanan rena menyusui putri nya shanum, kiri Nino tidur sangat dempet dengan sang bunda.


Rena tersenyum melihat suami nya berdiri saja di depan pintu,


"aku kehilangan tempat ku" ucap rey...


ia juga lelah, begitu banyak tamu hari ini, selain memandang siapa rey di sini.. mereka begitu merasakan kebahagiaan karna Rey dan keluarga begitu banyak jasa untuk semua..


Rena tertawa mendengar keluhan suami nya,


"sayang bantu aku bangun" ucap Rena pada Rey,


shanum telah tertidur, Rey membantu nya bangun,


"ishhhh" Rey malah yang meringis merasa ngeri dengan luka yang rena miliki di perut nya.


"sudah di tempat tidur kamu mau kemana sayang? " tanya rey heran


"aku suntuk, biasa aku mondar mandir ke sana kesini"


Rey lebih mendekat, berjongkok mensejajarkan tubuh nya dengan Rena yang duduk di tepian ranjang.


"bersabar lah, kondisi mu tidak seperti biasa nya" ucap nya sambil mengelus rambut sang istri.


"apa sudah makan?, kamu perhatiin kita terus, tapi kamu sendiri blm makan yah"


"aku sudah tadi, jangan khawatir"


Rena mengangguk,


Rey tersenyum, menatap manik teduh sang istri


"kamu cantik sekali sayang"


kini Rena yang tersenyum,


"apa itu suatu hiburan? " tanya Rena


"maksud nya? " Rey tidak mengerti.


"aku gendut, bahkan tidak memakai bedak, dimana cantik nya"


"berapa hari yang sudah kita lewati..?? apa kamu merasa aku bohong??, bagaimana aku bisa suka sama kamu kalo kamu ga cantik hmmm??? “


Rena tertawa...

__ADS_1


" wajah dan tubuh bisa selalu berubah, tapi hati mu jangan" tambah Rey, yang membuat Rena semakin tertawa, dari mana Rey belajar kata kata itu


"gombal"


"hey aku sungguh-sungguh.


kamu tau waktu dulu kamu tertembak dan di rawat, mamah menemani mu di sana, aku datang menjenguk membawa bunga kan?, sejak saat itu, aku jatuh cinta sama mamah"


Rena mengangkat kedua alis nya


"apa benar? "


"ya, tapi aku tau diri, mamah mu mana mau sama brondong"


"hahahahaaa" Rena kelepasan tertawa, sambil memegang perut nya.


"syutttt, anak anak bisa bangun sayang"


seketika Rena menutup bibir nya menahan tawa


"dan sejak ferdi datang, aku ga berani masuk lagi ke ruang rawat itu, tapi aku sempat bilang sama mamah, kalo aku seperti nya menyukai putri nya juga"


"dan saat ferdi ninggalin aku, pantas mamah pilih kamu" ucap Rena,


Rey tersenyum.


"tapi semua itu benar benar di luar pikiran ku"


"apa ada dalam hati kamu penyesalan? pernikahan kita seperti perjodohan bukan? kita ga begitu kenal masing-masing"


"jujur aku menyesal yah"


Rena tertunduk, melipat bibir nya, wajah nya begitu serius..


"aku sangat menyesal, lebih memilih pulang dengan ferdi hari itu, karena situasi ga aman buat aku, aku menyesal menolak perpanjangan kontrak, padahal pekerjaan yang kamu tawarkan jadi sekertaris pribadi kamu,


" tapi aku ga menyesal ferdi batalin pernikahan, karna aku dapat pengganti yang lebih segalanya dari ferdi, aku dapat kasih sayang yang begitu banyak, aku dapat putra putri yang begitu lucu, aku menyesal, kenapa harus terjadi semua ini dulu, baru kita bersama"


"mungkin kalo bukan begini jalan nya, kita malah ga akan bersama, coba kalo pernikahan kalian berjalan lancar, entah jadi apa aku tanpa kamu" Rey menggenggam tangan istri nya, di bawa nya ke bibir untuk ia cium..


"ya betul, aku hanya menyesal untuk satu hal" ucap rena..


"apa itu?? “


" kehilangan mamah,


kamu tau yah, mungkin aku terlihat biasa saja, tapi dalam hati aku menyesal, kalo semua ga terjadi, mamah a mungkin begini"

__ADS_1


"akan ada yang datang, dan pergi" kata rey


rena mengangguk setuju,


"Allah gantikan mamah dengan shanum.. "


Rey memeluk istri nya,


"aku harap Allah beri kamu kesehatan sayang, bisa menemani tahap demi tahap perkembangan anak anak kita, aku ga bisa bayangin bagaimana jadi nya hidup tanpa seorang ibu, anak anak butuh kamu


momi mengajarkan kami banyak hal, wanita lemah terlihat, namun sebenar nya mereka kuat, melebihi pria, begitu juga dengan mamah, mereka luar biasa bukan ? “ ucap Rey


"sangat, entah aku bisa atau tidak seperti mereka"


Rey merenggangkan pelukan nya,


"aku yakin, kamu bisa"


"aku ga janji akan selalu ada, tapi aku selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kalian.. " Rena tersenyum..


"InshaAllah, aku pun sebisa mungkin memberikan yang terbaik untuk kalian...


yang pasti, komunikasi harus kita jaga, banyak rumah tangga kandas karna komunikasi yang kurang baik "


bi asih mengetuk pintu,


membawakan susu untuk nona muda nya


"punten non, susu nya bibi taro di sini ya.. " bi asih meletakan nampan berisi susu dan beberapa makanan ringan,


"makasih bi, nanti rena minum ya"


"den Nino, mau di pindahin ke kamar nya ga den? "


"ga usah bi,, biar temenin bunda nya, paling Rey minta kasur aja Rey mau ngampar di sebelah, takut shanum bangun nanti malem"


Rena melirik suami nya,


"ayah kita bisa tidur ber 4 di atas"


"no debat, aku bisa tidur di mana saja"


rey mengedipkan mata andalan nya, rena mengangguk, seperti permintaan sang suami "no debat"


assalamu'alaikum Raider's


mohon maaf ya aku baru nongol lagi,

__ADS_1


InshaAllah kita lanjutkan lagi perjalanan rey dan rena ya...


happy Reading gais🥰🥰🥰🥰,


__ADS_2