
Hari menjelang malam, anak anak sudah pulang lagi ke rumah rey dengan pak joko,
bunga tertidur, ia sudah makan dengan lahap, wajah nya terlihat segar, Al memesan cake di tempat biasa bunga beli, tempat kemarin Al membeli nya juga, Al akan memberikan apa yang bunga suka, ia akan mengembalikan bunga yang dulu ia kenal,
Al tersenyum, melihat mimik wajah juliana putri nya saat di beritahu bahwa dia papah nya, Juli sempat menolak dan berkata bahwa dia tidak memiliki papah, tapi ia punya ayah rey.
ia juga bertanya tentang papah bram yang selama ini dia kenal.
"papah bram papah nya rakha sayang,
kalau papah Juli papah Alif" ucap bunga, tentu ini rumit untuk anak seperti Juli
"kenapa papah kita berbeda? " tanya nya pada bunga
"yaaa, karna berbeda saja" jawaban yang basrud bunga layangkan, membuat Al membuang wajah nya tertawa,
namun akhirnya Juli melunak, untuk pertama kali nya lagi, ia memanggil Alif dengan sebutan papah, Alif memeluk nya, ia juga memeluk rakha,
sudah tidak ada lagi om Alif sekarang,
Al mencondongkan tubuh nya ke depan, bertumpu dengan siku nya di kaki, ia lebih dekat menatap bunga,
"apa perasaan itu masih ada? kalau ia, ijinkan aku menebus dosa ku, ijinkan aku membahagiakan mu, mengembalikan kehidupan mu yang hilang, aku begitu egois, emosi mengalihkan rasa sayang ku bunga, aku janji akan membahagiakan mu, membahagiakan anak anak kita,
entah lah, aku seperti tidak bisa melihat wanita lain untuk hidup ku, aku merasakan sakit hati atas kamu, tapi aku juga menyayangi mu lebih dari hidup ku"
...***...
^^^*mungkin kalo kata penyanyi arif dari malaysia*^^^
..._ andai rasa di hati tak sedalam ini,...
...dari dahulu engkau tlah ku tinggalkan,...
...cinta yang ku miliki tak bisa kau bandingkan,...
...rugi lah engkau karna memilih dia......
...ehemmm.. udh ah nyanyi nya π lanjutttt...
Frans mengetuk pintu ruangan bunga, membuat Al bangkit dari duduk nya,
tak lupa, ia mencium kening mantan istri nya se titik.
"apa aku mengganggu? " tanya frans
"tidak, bunga sedang tidur"
mereka duduk di kursi tunggu di depan ruang VVIP itu, rey memberikan pelayanan terbaik untuk teman nya di RS milik nya ini,
"dia kabur, maaf tadi aku kembali ke rumah bram, ternyata setiap ujung ruangan terdapat CCTV-nya,
bram terlacak pergi ke Amerika"
"mungkin kah dia tau kita menyelamatkan bunga? " tanya Al,
"mungkin itu alasan nya, ia bisa melihat keadaan rumah dimana pun dia berada melalui CCTV-nya"
Al mengangguk,
"biarkan saja jika dia pergi, itu lebih mudah untuk kita"
frans terdiam,
"bagaimana ke adaan istri mu"
Al melirik lelaki tampan nan gagah di sebelah nya itu, Al nyengir menampilkan deretan gigi nya yang rapih
"belum frans bunga belum lagi jadi istri ku"
gantian, frans yang nyengir kini, ia baru sadar pertanyaan nya itu salah di kata..
"seperti nya itu firasat bukan? " kata frans
"apa?? "
"istri, aku yakin dia akan jadi istri mu lagi, CLBK mungkin "
Al menggigit bibir bawah nya, mata nya menerawang
"kau memberiku ide frans" ucap Al
"apa?? "
"menjadikan nya istri ku lagi"
frans bangkit, merasa tugas nya telah selesai,
"baiklah, jadi perkara di tutup begitu saja? "
tanya nya memastikan
__ADS_1
"ya, jika dia pergi, biarkan"
"oke... aku pun akan pergi, selamat menikmati waktu mu calon pengantin, semoga bunga cepat sehat"
Al benar benar tertawa kini, ia beruntung memiliki Rey dan team nya yang luar bisa ini,.
"thanks bro"
Al menggenggam jari tangan frans,
"teman tuan ku, teman ku juga" ucap frans mantap
"aku akan mengawasi pergerakan lelaki cemen itu"
Al mengangguk,
"istirahat lah, kamu pasti lelah frans"
frans mengangguk, ia pergi segera menuju parkiran di bawah sana..
**
Rena gelisah, berguling ke sana ke mari, rey memperhatikan istri nya, ia membawa laptop nya ke kamar, karna permintaan sang istri, ingin di temani tidur
"sayang... " rey mengusap lengan istri nya,
"gerah banget yah... " jawab rena
" AC nya nyala padahal"
"dede juga aktif banget" rena berbicara, tapi mata nya tertutup,
rey menyimpan laptop nya, bergeser mendekat pada rena duduk bersila, mengusap punggung nya lembut,
"apa nyaman? " rena terlihat mengangguk
tangan rey turun ke kaki istri nya, rena terkejut
"ayah ngapain?? "
"diam lah" rey memijat kaki istri nya rena terharu, itu memang sangat nyaman, kaki nya memang pegal, mungkin karna tadi sering berdiri di RS,
"kaki mu membesar" ucap rey, ia menusuk nusuk nya dengan jari
"bengkak sayang" ucap nya lagi
rena bangun terduduk, memperhatikan kaki nya,. "ini memang pegal yah"
"seperti nya ide yg bagus" rena tersenyum.
" sesuai permintaan ibu ratu" ucap rey, ia bangun meraih kayuputih di nakas, rey mulai membalur kaki istri nya,
"nyaman sekali yah"
"tentu saja" mereka tertawa lagi, sesorang mengetuk pintu,
"holla" putri di sana... menjulurkan kepala nya di balik pintu
"nah kebetulan, sini dek" kata rey melambaikan tangan nya
"kakak sedang apa? " putri kepo
"sini, coba lihat kaki kakak mu bengkak"
rey menunjukan kaki rena
"wah iya. kok bisa? " tanya putri, rena menggeleng lemah,
"coba tekan dek" kata rey lagi, rey memberikan kayu putih pada adik nya
"ini buat apa? " tanya putri bingung
"oleskan di tangan, bantu kakak pijat kaki kakak mu yang cantik ini"
rena menutup wajah nya dengan kedua tangan nya, ia tertawa, rey mengerjai adik nya
"ich kakak, aku kesini mau curhat sama kak rena"
putri merajuk,
"enak aja, ini waktu kami, jadi kamu ga bisa sembarangan ngobrol sama kakak mu, kecuali sambil pijat"
namun putri mengalah, ia kasih juga dengan kakak ipar nya itu, tanpa banyak membantah, ia mengoleskan kayu putih ke kaki kakak nya itu
"dek bohong, kan rey cuma becanda"
rena menarik kaki nya menjauh dari putri,
"engga kak, putri juga ikhlas ko"
putri tersenyum penuh arti, ia mengedip ngedip kan mata nya pada rena, membuat rena tertawa,
__ADS_1
"jangan ada udang di balik batu" kata rey menimpali
"engga suer putri ikhlas, kak rena udah bantu putri banyak hal" putri tersenyum tulus
rey terus saja menggoda adik bungsu nya itu, sampai rena tak tahan menahan perut nya karna tertawa,,
tak di sangka momi pun datang, rena langsung menarik kedua kaki nya, ia melipat nya
"mih.. belom tidur? β sapa putri
" gimana mau tidur, ketawa kalian sampai terdengar di kamar momi"
"kakak sih" putri menyalahkan rey
"kaki kak rena bengkak mih" ucap putri
"apa betul?? " tanya momi
"iya kak rey bilang kaya ceker ayam dapet rebus"
rena tertawa lagi, sambil mengusap perut nya,
"udah ah ketawa nya, perut kakak jadi kencang begini"
"itu tanda mau melahirkan sayang, biasa nya kaki bengkak, dan kalo ada flek juga" kata momi
rey seketika menegang, namun rena tersenyum,
"wah momi ga sabar melihat cucu momi" seru. momi, "coba momi lihat sayang"
rena jelas sungkan menyodorkan kaki nya pada momi,. "mih ga mungkin rena malu"
"malu kaya ceker ayam" rey malah melucu lagi
"husss " momi melotot pada putra nya membuat rey terdiam,
"sukurin " ucap putri meledek
"sini sayang momi liat, ga apa apa ko"
rena melirik suami nya, rey mengangguk,
perlahan ia meluruskan lagi kaki nya
"wah iya, kaya ceker ayam"
ahahahahaha, putri langsung tertawa
rey mencubit lengan adik nya pelan,
"diam"..
" aduhh kak sakit" ucap putri
"ini wajar sayang, ini tanda nya lahiran nya sebentar lagi, harus banyak jalan jalan"
"ayo kita jalan jalan beli perlengkapan yang belum di beli besok" ucap rey semangat
"tapi jangan jauh jauh, takut rena kontraksi di jalan.. " momi memberikan pijat an di kaki menanti nya,
"mih, jangan, sudah cukup, rey sama putri udah pijat tadi" ren jelas sungkan, ia menarik perlahan kaki nya,..
"sudah malam mih, tidur lah, biar rena rey yang urus" ucap rey
"hmmm mau nengokin ya? " momi menggoda
" idih.. tau aja" ucap rey, yang sontak membuat rena malu
"ayah... " rena memanggil suami nya
"iya sayang"
tanpa basa basi, momi menarik tangan anak bungsu nya untuk pergi dari kamar itu segera
"maksih ya mih, dek"
"iya kak, selamat nengokin " putri berteriak
rey tertawa, ia menutup pintu kamar nya
"ayah aku malu"
"malu kenapa? " rey mendekat
"masa sama momi ngobrol nya gituh sih"
rey tertawa lagi
"ayo" katanya
"apa?" Tanya rena
__ADS_1
"nengokin dede"