Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
kejutan


__ADS_3

memulai kembali aktifitas seperti biasa nya, pagi ini di meja makan, rena menyiapkan sandwich pilihan suami nya, Nino ingin nasi goreng,


"biar saya bantu den nino bu, ibu makan lah duluan"


"baik lah, (memberikan piring nasi goreng pada pengasuh,) Nino mam sama ka tina ya?


" iya bunda (memainkan mainan dinosaurus favorite nya)


"sayang apa benar sudah sembuh tangan nya? (rena khawatir, suami nya akan masuk kerja hari ini)


" jangan khawatir, udah baik baik aja"


"kenapa ga di rumah aja rey kerja nya, biar anto yang datang" (kata momi)


"ada meeting hari ini mi, dari rey ke Malaysia kan belom ke kantor lagi, ada yg perlu di bahas"


"kalo gitu selesai meeting langsung pulang ya?


" hehee sayang, tenang aja ok..


menyelesaikan sarapan mereka masing masing, rena mengantar rey ke depan,


"hati hati berangkat skolah nya ya sayang (rey mengecup kening sang istri)


" ayah juga, hati hati ok.. jangan trlalu lelah, kita belum cekup luka nya"


"i'm fine sayang (cup di bibir sekali, rey tersenyum)


terimakasih sudah menghawatirkan ku"


"itu tugas ku.. "


"baiklah, assalamu'alaikum bunda cantik"


"waalaikum salam ayah tampan (entah lah rena jadi ketularan gombal begini fikir nya)


melirik jam di pegelangan tangan kiri nya, jam 07.15 ia harus bersiap, akan mulai mengantar Nino sekolah lagi


" bunda boleh bawa ini (menunjukan mainan Rubik milik nya)


"boleh sayang, tapi kalo Nino masuk kelas Rubik nya bunda pegang ya.. "


"iya bunda "


"anak baik.. ayo kita berangkat..


hari ini ada satu teman Nino berulang tahun, rena berniat membelikan kado saat Nino masuk kelas


" sayang, nanti kalo Nino sudah belajar, bunda cari kado dulu buat pricill ya"


"pricill suka warna kuning bunda"


"oya, darimana Nino tau?


"kemarin pricill bilang kalo mau ngado, hadiah nya warna kuning"


"ahahaaa dasar anak anak"


"Nino sudah besar bunda,


" iya deh anak bunda sudah besar


pak joko memperhatikan nyonya dan tuan kecil nya itu, ia menjadi saksi bagaimana penculikan itu terjadi bahkan menjadi korban juga,


syukur alhamdulillah mereka kini baik baik saja


memastikan Nino masuk kelas, rena pergi membeli kado,


" pak, ke mall xx aja ya yang deket"


"baik non.. "


"pak joko punya anak berapa?


" dua non, adik nya kelas 5 sd perempuan, kk nya kelas 2 SMP laki laki"


"wah sudah besar ya pak, sepasang lagi"


"iya non alhamdulillah"


"pak stop pak.. (rena melihat mobil sang suami di pinggir jalan, beberapa orang berkerumun di depan nya, rena melihat rey masuk ke mobil dengan seseorang, namun cepat frans pergi)


" itu rey pak,


"iya non itu tuan"


"ada apa ya pak, saya khawatir..


" non tunggu di sini ya, jangan keluar mobil saya tanya dulu"

__ADS_1


rena menelpon suami nya, namun tak di angkat,


pak joko datang, duduk kembali di depan kemudi


"ada apa pa? "


"tadi ada kakek pake sepeda, keserempet motor, luka luka, terus tuan rey bawa kakek itu ke RS non"


MasyaAllah, rena tiba tiba lega mendengar itu, ia takut terjadi apa apa dengan sang suami..


hati nya menghangat, sungguh rey begitu sederhana, rena senyum senyum sendiri, pak joko melihat itu


"tuan memang dermawan non, dia ga pandang orang kalo nolong, itu warisan sifat dari tuan besar"


"rena beruntung punya suami seperti rey pak"


pak joko tersenyum, wanita ini lah yang mampu membuat rey kembali, karna saat Marsya meninggalkan nya ia sempat dingin, bahkan tak perduli pada diri sendiri


melajukan kembali mobil nya,


"non tau, tuan suka lari pagi pake hoodie, dia ga mau terlihat orang, memborong jajanan pagi seperti nasi uduk gorengan dll, tuan bagikan lagi ke yang membutuhkan"


MasyaAllah, suami ku...


"den rey mah ga pandang mau pake jas, mau pke celana pendek, kalo liat orang kena musibah turun langsung, udah sering kita liat non"


rena tersenyum


"semoga kita semua juga begitu ya pak"


"aminnn non"


memilih beberapa buah kado, rena melihat sebuah boneka teddy bear yang sangat lucu,ia mengusap nya, Nino tidak punya boneka di kamar nya, akan sangat lucu jika ada boneka di rumah,


mengecek isi rekeningnya, ia tercengang uang siapa yang ada di rekeningnya, rey tak pernah memberi uang sebesar ini, rena juga rasa nya belum pernah memberikan no rekening pd sang suami, tak ada notifikasi m-banking di ponsel nya, menelpon sang suami ia jelas panik


"assalamu'alaikum bunda


" Waalaikumsalam, yah aku lagi di toko boneka


"lagi apa?


" beli kado buat temen Nino ulangtahun


"sama siapa?


" ada pa joko ikut


"aku cek M-banking ada banyak uang, ini uang siapa? "


rey tersenyum di sebrang sana, istri nya sungguh sangat polos, berani berani nya ia tak pernah meminta uang untuk kehidupan nya, walaupun di rumah tentu rey sudah mencukupinya semua nya.


"itu rekeningnya punya siapa?


" punya aku lah,


"ahahaa, ya berarti itu uang kamu sayang"


"tapi aku punya ga se banyak itu"


pa joko mendengar nya, menahan senyum, sungguh nona nya itu menggemaskan


"itu bonus untuk istri yang baik, dan cantik seperti kamu"


* ada yang menghangat, tapi bukan kompor*


"ayah, ini terlalu banyak, aku bisa beli rumah pake uang ini"


"ahahaaaa beli lah


" mana mungkin...


"sayang, nikmati waktu mu, itu hanya ucapan terimakasih ku untuk kebaikan mu pada ku, pada Nino.. "


"sama sama.. baiklah aku akan membeli rumah hihiiiii"


"ahahaa, aku jadi pengen pulang


" apa ada yang sakit??


"pengen cium kamuu


rona merah tergurat di pipi sang istri


" hmmm dasar, ya sudah aku harus buru buru, Nino masih belajar, acara ulangtahun nya di sekolah setelah jam pelajaran selesai"


"baiklah hati hati ya..


" iya, terimakasih lagi..

__ADS_1


"hehee sama sama lagi


pak joko tercengang, boneka teddy yang rena beli besar sekali, melebihi ukuran tubuh pembeli nya😄, " repot ya pak bawa nya?? "


"engga non tenang aja"


"teddy nya duduk di depan ya pa, buat nemenin pak joko"


"hehee non bisa saja,


kembali ke sekolah, rena memberikan dua buah kado untuk putra putri pak joko di rumah..


" non anak saya ga ulangtahun"


" apa ngasih hadiah harus pas ulangtahun aja pak? "


"iya juga non,


" ambilah..


pak joko dengan senang hati menerima nya


"Jazakillah non, anak anak pasti seneng banget"


"Wa Jazakallahu khoir,


mengikuti acara ulangtahun,


nino sangat antusias. berbaur dengan ibu ibu yang lain rena sedikit di perlakukan berbeda, ia ingat kejadian tempo hari, yang melibatkan suami nya itu.. entah ia harus terbiasa dengan keadaan begini, terlepas tulus atau tidak nya mereka berlaku begitu.


"bunda Nino sedikit berisi badan nya, apa sedang isi? (hamil)" (tanya seorang ibu yang berambut plontos, namun cantik kekinian itu)


"iya mamah, sama wajah nya itu, bersinar gitu" (tambah ibu ibu yang lain)


rena tersenyum,


"seperti nya belum bunda, saya baru selesai haid"


"nikmati dulu bulan madu bunda Nino, jangan buru buru punya anak (tambah yang satu nya) "


"se dikasih nya aja bunda, kebetulan memang saya juga udah pengen punya bayi, lucu seperti nya" (rena menjawab)


"wahhh kalo gitu yang rajin bunda buat nya, apa lg baru beres haid, lagi bagus tuh"


"semoga ya bunda, (rena malu malu) "


"bunda Nino ini sangat ayu ya, MasyaAllah, semoga cepat isi ya bunda"


"Amiiiin bunda bunda terimakasih doa nya"


sanjungan demi sanjungan terus bergulir, entah lah rena bingung dan juga malu, sampai ada seorang ibu memberikan tips cara cepat hamil, posisi berhubungan dan lain sebagai nya yang sebenarnya kurang pantas di bicarakan di tempat umum, namun mereka enjoy, bahkan sampai tertawa, sampai seorang ibu muda se umuran rena berbicara,


"bunda bunda maaf, bunda Nino seperti nya kurang nyaman sama bahasan nya"


"ya Allah, maaf bunda Nino kita keasikan ngobrol nya"


"ga apa apa bunda, silahkan di teruskan, saya liat Nino dulu si kelas"


"haduhh gawat kalo suami nya tau, ga bisa ng rem apa itu mulut"


"duh, semoga ga sampai ke suami nya"


kasak kusuk masih berlanjut di antara mereka,


acara selesai,


dadah dadah ala anak anak pun berlangsung,


"bunda kita ke kantor ayah yuu"


"mau apa sayang?


" Nino mau nunjukin gambar yang Nino buat (menunjukan pada bunda nya)


"wah, keren banget


" makanya Nino mau liatin ke ayah bunda..


ga ada salah nya juga sih, rena pun belum pernah melihat kantor suami nya itu


"sebentar saja ya, takut ganggu ayah kerja"


"yeeeyyy oke bunda...


mengusap rambut anak nya gemas


" pa joko ke kantor ayah ya..


"siap den, brangkatttttt

__ADS_1


mereka tertawa, Nino suka dengan boneka teddy sang bunda, ia memeluk nya, walaupun kalah besar badan Nino sama si teddy😄


__ADS_2