Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
musibah


__ADS_3

Nino tersenyum ia menggeleng


"ga ada.. kamu terusin lagi aja kerja nya, maaf aku ganggu"


" seperti nya aku harus sakit kalo mau ketemu kamu" ucap July mengocek kopi baru nya


"kamu sakit?? “


"ini masih panas dokter"


mata nya menunjuk dada nya,


"apa memerah?? “


" ya tadi aku lihat begitu, entah sekarang bagaimana"


"kapan kamu tiba ? " tanya Nino


"dua hari lalu, papah mengirim ku ke sini, di sana sedang tidak aman... "


"apa semua masalah itu berlanjut?? "


“akan terus berlanjut dokter"


"jadi kamu tinggal di mana?? “ Nino menyesap kopi nya,


" papah menyewakan ku apartemen di dekat kantor ayah mu agar mudah ke kantor"


"ayah ku? “ tanya Nino terkejut


July tersenyum


" iya ayah mu, ayah Rey "


"kalian saling kenal? “


“orang tua kita teman lama Nino"


Nino mengangguk,


"tanyakan pada bunda mu tentang aku"


"kamu juga kenal bunda?? "


"aku mengenal ayah Rey dan bunda rena terlebih dulu sebelum mengenal mu"


Rey bingung, ia benar benar lupa tentang waktu kecil, July tertawa melihat wajah Nino yang bingung,,


_ Nino, kalo boleh aku ingin memeluk mu, bersandar di dada mu, aku rindu sungguh_


July menunduk,


" aku juga lupa kejadian dulu, tapi ayah Rey dan papah ku menceritakan nya lagi, kemarin kita bertemu di kantor ayah mu.. "


"nanti akan aku tanyakan pada bunda" kata Nino tersenyum,


"kamu udah makan July,? mau temani aku makan?? “


***


Amira menyiapkan makan malam, suami nya belum pulang padahal ini sudah lewat dari waktu Magrib, ia tak pernah bertanya melalui HP pada suami nya, Amira takut suami nya akan marah,


kepala nya sangat pusing, Amira tertidur di meja makan ber bantal lengan nya..


Ia tak tau berapa lama ia terlelap, sebuah tangan mengusap kepala nya, amira terbangun..


"mass udah pulang?? “


" sudah.. " jawab Aldi singkat

__ADS_1


"maaf aku ketiduran, mas mau mandi dulu atau makan? “


" aku ga makan, entah lah sedang malas sekali"


Aldi meninggalkan semua masakan yang Amira siapkan dengan penuh perjuangan, ia merasa mual mencium bumbu masakan di dapur, tapi ia memaksakan masak untuk suami nya,


Amira pun sedang tidak nafsu makan ia menyusul suami nya ke atas,


Aldi tidur di kasur tanpa mengganti pakaian nya,


mata nya sudah terpejam, tapi Amira tau suami nya itu belum tidur,


Amira membuka sepatu suami nya pelan, lalu kaos kaki nya, ia menyimpan nya di rak spatu


"dari mana saja hari ini? " tanya Aldi


"tadi aku ke swalayan mas belanja kebutuhan dapur"


"lalu...??


" sudah mas, aku pulang lagi"


Aldi bangun dari tiduran nya,


"jangan pernah berbohong sama aku"


Amira menunduk, ia tidak tau harus apa, namun ia tidak mengatakan nya, karna aldi lun tidak memperpanjang masalah...


hari berganti


Aldi sudah siap dengan pakaian nya.. ia akan pergi kerja, namun HP nya tertinggal di kamar., ia berteriak memanggil istri nya


"Amira"


"iya mas.. " Amira keluar kamar ia hendak menuruni tangga


"iya mas... "


Amira berbalik lagi, ia membawa HP suami nya dari kamar


"ayo cepat aku telat ada meeting Amira"


"iya mas, " Amira keluar kamar dengan tergesa-gesa, ia tidak memperhatikan jalan nya karena terburu buru, menuruni tangga tanpa memperhatikan nya, Amira tergelincir tepat di tangga yang ke tiga,


"ya Allah" Amira berteriak, membuat Aldi menoleh ke arah nya,.


Aldi menyaksikan bagaimana Amira terjatuh, menggelinding, sampai tangga terakhir,


Aldi lari sekencang mungkin, namun terlambat Amira sudah sampai bawah,.


aldi meraih nya,. "Amira bangun... "


Amira sudah tidak sadarkan diri, ketika aldi melihat ada darah keluar dari bawah istri nya, tubuh nya bergetar,


Aldi memeluk istri nya


"bi yuni" aldi berteriak sekencang mungkin


bi yuni yang sedang menjemur pakaian langsung datang mendengar teriakan tuan nya


"ya Allah non'


" amira jatuh bi, suruh asep siapin mobil, kita ke RS... "


aldi menggendong tubuh istri nya,


secepat mungkin masuk ke mobil dan berangkat ke RS


"ya Allah, lindungin non amira dan bayi nya ya Allah"

__ADS_1


Aldi semakin panik, darah nya terus mengalir,


ia tidak perduli baju yang terkena darah,


"sep cepetan sep"


"iya tuan... "


aldi berpikir, kenapa istri nya sampai pendarahan begini, idia tidak sedang hamil,


atau jangan jangan.. amira hamil??


mata nya memanas, ia merasa bersalah karna meminta amira untuk buru buru,


aldi menatap wajah istri nya yang memucat,


"sayang bertahan oke, jangan pergi, jangan tinggalin aku"


setelah merasa perjalanan sangatlah jauh, mereka sampai di RS, Amira langsung mendapat pertolongan,


"


tuuuutttt....


HP nya berbunyi,


"no, temen kamu yang namanya Amira masuk UGD lagi, dia pendarahan dan kehilangan banyak darah"


Farhan memberi kabar


tanpa menjawab. Nino bangun meninggalkan ruang kerja nya, ia berlari untuk sampai ruang IGD, pikiran nya telah kalut, memikirkan kemungkinan terburuk "apa yang terjadi Amira?? “


Nino melihat Aldi duduk, menutup wajah nya dengan telapak tangan


Nino datang, mencengkram kerah baju Aldi, dan membuat Aldi terbangun.


" apa yang terjadi sama Amira?? lo apain lagi dia?? kandungan nya lemah, kenapa sampai pendarahan hah?? "


Aldi terdiam


"Amira hamil?? " ia malah bertanya,


Nino merasa murka, jadi lelaki ini belum tau kalau istrinya hamil??


"bugghhh"


satu pukulan tepat mendarat di pipi Aldi, Aldi tidak melawan, pikiran nya hanya pada istri nya


"laki macem apa lo sampe ga tau istri nya hamil, dia sangat lemah, kemarin dia pingsan, dan lo ga tau apa apa?? dasar bego"


Farhan datang, memisahkan mereka, sudah banyak orang yang berkerumun menonton,


"istigfar dokter, istigfar... " Farhan mengelus5 dada Nino sedangkan aldi masih terduduk di lantai..


dokter sonya keluar,


"pak aldi, istri anda kritis pendarahan nya belum bisa kita hentikan, istri anda keguguran"


aldi bangun,


"dok, boleh saya masuk, saya mau temenin istri saya"


"untuk saat ini belum pak, ibu akan di pidahkan ke ruang oprasi"


"selamatkan istri saya dok".


" inshaAllah kami berusaha pak, mohon doa nya ya... "


Nino memejamkan mata nya, bukan hanya Aldi, ia juga merasa hancur,

__ADS_1


__ADS_2