Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
kabar yang menyakitkan


__ADS_3

Rena mendapat kabar dari Frans bahwa anak dan menantu nya pulang ke RS, July mengalami flek di kehamilan yang berusia 4 minggu,


"sayang besok pagi saja datang, mereka juga pasti sedang istirahat" Rey menenangkan istri nya yang tampak panik,


"Nino belom ngasih kabar yah, ada apa sama Ana?? “ Rena mondar mandir hendak menelpon Nino


" bun, Nino itu dokter kandungan, sekarang July sedang mengalami sesuatu, mereka pasti lagi fokus, setelah membaik Nino pasti kabarin kita"


baru saja berhenti bicara, HP Rey berdering telpon dari putra nya,. "tuh ayah bilang apa" Rena tak sabar ia menyambar HP suami nya, menerima pangilan dari putra nya


"sayang, bagaimana Ana?? “ Rena langsung bertanya Nino di sebrang sana tersenyum.


" assalamu'alaikum bunda " sapa nya


"waalaikumsalam, maaf kak bunda cemas"


"bunda ga perlu khawatir, Ana ga apa apa, dia kecapean, setelah periksa sama minum obat, Ana tidur"


"syukurlah kak, apa bunda harus ke sana sekarang? “


Nino terkekeh pelan


" bunda, makasih perhatian dan kasih sayang bunda, untuk malam ini bunda di rumah dulu, besok aja datang, kan kalo malam ga ada kegiatan, Ana sama Nino juga tidur"


"iya kak" Rena mengangguk


"syukur alhamdulillah kalo ga ada yang menghawatirkan, kakak sama Ana istirahat ya, besok bunda ke sana.. kabarin kalo ada sesuatu oke"


"baik bun, Nino tutup telpon nya nya?,


assalamu'alaikum"


"waalaikumsalam"


Nino menyimpan HP nya di atas meja, menghampiri sangat istri yang terlelap begitu tenang, Nino ikut berbaring menghadap istri nya


"Ana, bagaimana aku jelasin sama kamu kalo kehamilan kamu bermasalah?


aku saja ayah nya merasa sedih apa lagi kamu yang mengandung nya?“ mata Nino memanas.. ia sempet ragu dengan apa yang ia temukan di perut sangat istri,


"aku kira keluhan mu hanya ngidam biasa, ternyata aku salah, aku terlalu santai padahal aku dokter, aku luput pada istri ku"

__ADS_1


Nino sempat mengobrol dengan dokter kandungan senior di RS ini setelah ia berbicara dengan Farhan di luar tadi, dugaan nya benar, istri nya mengalami hamil anggur/ hamil palsu.


komplikasi kehamilan yang di tandai dengan perkembangan tumor jinak/kista dalam rahim yang berisi cairan,


Nino melihat sesuatu menggelap di belakang rahim istri nya, dan itu benar kista,


"dokter Nino, hamil anggur tidak bisa di selamatkan janin nya, karna sel telur yang di buahi tidak berhasil menjadi embiro dan malah berkembang menjadi tumor jinak/kista yang berisi cairan, jika di pertahankan, kehamilan akan gugur sendiri nya sebagai respon dari tubuh"


kata kata dari dokter Retno membuat Nino meneteskan air mata, istri nya pasti akan mengalami sakit yang luar biasa, dan pendarahan, penyelamatan nya adalah operasi pengangkatan kista ovarium, dan di pastikan kuret untuk membersihkan rahim.


July terusik ia mengerjapkan mata melihat sangat suami sibuk menyeka air matanya


"mas belum tidur? “


" ini baru mau, kamu perlu sesuatu sayang? "


"aku haus"


tanpa basa basi Nino bangkit, meraih botol air mineral dan memindahkan nya ke gelas, July meneguk nya.. Nino menunggu gelas kosong sebari mengusap pipi istri nya


"mas sampai kapan pinggang aku sakit? aku kaya nenek nenek jadi nya susah gerak" July merengek, Nino mencoba tersenyum. ini jam 1malam lebih, tidak mungkin akan membicarakan kehamilan istri nya di sepertiga malam begini,


"sabar ya sayang, sini aku usap ya, kamu tidur lagi oke" Nino menaikan lagi selimut untuk istri nya, mereka berhadapan, tangan Nino mengusap punggung dan pinggang istri nya,


" aku belom ngantuk lagi mas" menaikan satu tangan nya, July memainkan kerah kaus yang Nino pakai, karna Nino pun belum bisa tidur, ia mencoba membuka obrolan dengan sang istri


"sayang.. "


"hmmm"


"aku mau ngasih tau sesuatu, tapi kamu janji ga boleh marah"


July yang tadi nya fokus pada kerah baju kini menatap suami nya


"itu tergantung bagaimana masalah nya mas"


Nino mengangguk, menghembuskan nafas nya dengan kasar dan berat,


"sayang calon anak kita ga sehat" Nino berhenti sejenak, menunggu respon sang istri


"apa maksud ga sehat itu? “ tanya July

__ADS_1


" kehamilan yang kamu alami itu kami menyebut nya hamil anggur/ hamil palsu" Nino mengusap rambut istri nya, July terlihat sedang berpikir


"sel telur yang di buahi tidak berhasil menjadi embiro" ucap Nino lagi


"ga berhasil gimana mas? kita tes kehamilan dan itu positif kamu sendiri yang pegang tes itu"


July bangun dari tidur nya, ia merasa dada nya sesak "aku mual, aku ga nafsu makan, aku sakit badan dan pinggang, hasil tes menunjukan positif, apa yang hamil palsu? “


Nino mengikuti istri nya duduk di tepian ranjang,


" sayang, aku jelasin ya?" Nino menggenggam kedua tangan istri nya


"kamu mengalami komplikasi kehamilan yang di tandai dengan perkembangan tumor jinak atau kista dalam rahim(kista ovarium), jadi janin ga berkembang, kista itu berisi cairan, yang berkembang dalam rahim kamu adalah pertumbuhan jaringan abnormal,


nyeri pinggul, mual yang berlebihan, adalah tanda tanda nya, seperti hamil pada umum nya,


dan pendarahan adalah kode dari tubuh kamu bahwa janin/ calon anak kita ga sehat"


July menangis, tentu saja, walaupun Nino dengan halus menyebutkan kata demi kata agar istri nya faham tapi tetap saja July tau garis besar nya,


"jadi aku gagal? “


"bukan kamu yang gagal, tapi kehamilan nya sayang" July memandang perut nya,


"kenapa harus aku mas? "


Nino tertunduk mendapat pertanyaan itu. pertanyaan yang sama yang ia tanyakan pada Farhan tadi


"karena kita bisa melewati ini sayang, Allah ga akan kasih cobaan di luar batas kemampuan kita"


"dia baru 4 minggu mas, aku seneng waktu aku tau aku hamil secepat ini, walau dengan keluhan yang luar biasa aku ikhlas"


"kita harus lebih ikhlas lagi sayang, Walaupun di pertahan kan ini cuma nyakitin kamu aja dengan keluhan ini itu, suatu saat kamu akan keguguran, kehamilan ga bisa lebih dari 20 minggu, tubuh kamu akan merespon untuk mengakhiri kehamilan, kamu akan keguguran, jadi yang ada dalam rahim kamu adalah jaringan yang berisi cairan"


"apa yang harus aku lakuin mas? “


Nino membawa tangan istri nya untuk dia ciumi,


" hanya kuret dan oprasi pengangkatan kista cara nya, setelah itu kamu harus dengan berkala melakukan perawatan untuk kesehatan rahim"


July terdiam, kepala nya terasa berdenyut mendengar semua ini,.

__ADS_1


"aku ngantuk mas, aku mau tidur"


Nino hanya bisa mengangguk, membantu istri nya berbaring lagi, Nino membawa istri nya dalam pelukan, jika july sejak tadi tidak menangis, kini ia tak tahan, menumpahkan semua sakit hati nya harus kehilangan janin yang baru 4minggu di rahim nya, July menangis sampai sesegukan... Nino hanya bisa mengusap pundak dan punggung istri nya, menciumi kening July terus menerus


__ADS_2