Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
hadiah untuk jullyana


__ADS_3

Rey menelpon Al, hingga beberapa kali, telpon nya terhubung, tapi Al tidak mengangkat nya,


"dimana dia.. " Rey bergumam


"apa ga aktif yah.? " tanya Nino


"aktif, tapi ga di angkat" jawab Rey lemah.


"jadwal keberangkatan ke Singapura besok pagi jam 7 Nino akan ke sana... "


"untuk apa? β€œ tanya Rey


" Nino khawatir yah"


HP Rey bergetar, Al menelpon nya balik,


"Rey, maaf HP ketinggalan di dalam ruang rawat rakha, aku tadi di luar"


"iya Al. maaf aku mengganggu,


bagaimana rakha? β€œ


"belum ada perubahan Rey, benturan nya sangat keras tulang kepala nya mengalami keretakan yang lumayan"


"Al, sabar ya..


apa yang bisa aku bantu?? β€œ


" aku coba untuk sabar Rey, mungkin jika bunga ada di sini, aku akan lebih kuat"


"hey, bunga sudah tenang, jangan kamu ingat lagi kasihan dia"


Nino mendengarkan kata kata ayah nya,


"seseorang menelpon, ia menemukan HP July di bandara, anak buah ku sedang ke bandara,


semoga July masih berada di sana "


"amiinnn, kabari aku terus kami di sini siap jika kamu membutuhkan"


"Terimakasih Rey"


Rey menatap Nino yang sedang menunggu kabar dari ayah nya,


"seseorang menemukan HP July di bandara, anak buah Al sedang menuju bandara"


Nino bangun dari duduk nya,

__ADS_1


"Nino ke kamar dulu yah... "


"Nino...


besok pagi masih lama, pergilah ayah akan minta frans untuk menyiapkan pesawat, bawa Edo dan team nya untuk membantu mu di sana"


( enak banget ya bikin novel.. bukan Sultan yang bebas, gueh yang bebas bikin ceritaπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„) Lanjuttt....


"makasih yah,


Nino minta maaf "


Rey melangkah maju mendekat pada putra nya,


"dunia bisa kamu genggam, cita cita mu bisa kamu raih, tapi kamu lemah dalam kisah cinta dokter.


pergi sana, tunjukin kalo kamu punya perasaan sama July, ( Rey menunjuk dada putra nya)


laki laki hanya perlu memberikan cinta dan kasih sayang, tapi wanita akan memberikan hidup nya untuk mu, jika kamu berhasil melakukan itu"


***


ini entah di mana, July begitu merasa asing, July diam diam menghafalkan jalan, mungkin nanti ada kesempatan untuk ia lari,, ya mimpi saja dulu walaupun seperti nya kesempatan hanya 10%.


sebuah rumah cukup mewah di dalam hutan, siapa pun yang datang ke sini akan terpukau dengan desain mewah nya, tapi jika datang dengan senang hati pasti nya,


bagi July, rumah ini tampak buram, iya tidak tau akan bagaimana di dalam sini.


"aku bersumpah Hans kalau kamu kasar sama aku aku bakal lebih kasar sama kamu"


Hans memberikan pandangan yang sulit untuk July artikan, Hans mendekat


"jadi, jika aku memperlakukan kamu lembut, kamu akan menurut??, bukan kah itu akan mudah, kamu tidak akan kesakitan"


July membuang pandangan nya, membuat Hans tersenyum licik,


"ayo sayang, kita masuk ke Mansion baru kita"


Hans langsung berubah, ada senyum yang ia berikan pada July di wajah sinis nya itu,


Hans menggandeng tangan July, July menghitung begitu banyak penjaga di luar sana. bagaimana ia kabur nanti


"jangan berpikir untuk kabur sayang, aku membayar mereka mahal, mereka akan bekerja mempertaruhkan nyawa nya. setidak nya aku berjaga jaga, siapa tau papah mu akan mencoba membawa mu lari.. " Hans seolah tau isi kepala July, July tertawa


"melawan mu saja aku tidak bisa. apa lagi melawan mereka"


"itu lebih bagus.. tenang lah, aku akan membuat mu bagai ratu di dalam sini... "

__ADS_1


mereka sampai di depan pintu yang megah itu,


Hans menatap July dengan wajah berseri,


pintu terbuka, July akui ini sangat indah dan bagus,


"kamu suka? " tanya Hans


"biasa saja" jawab July cuek..


Hans tertawa,


"aku tau kamu gadis yang jujur July, dari dulu kamu begitu..


nanti atur lah rumah ini seperti yang kamu mau"


July mengerutkan kening nya. apa maksud dari perkataan lelaki aneh ini.


Hans membuka satu ruangan, ia meminta July untuk mendekat,


July sangat malas sekali, sungguh ia ingin pulang, tidur di bawah pohon sambil ke hujanan lebih baik dari pada ia di sini,


"aku tau kamu suka segala jenis warna biru, silver, dan putih, aku mendesain nya sendiri sayang" July tak percaya dengan apa yang di hadapan nya, sebuah kamar yang begitu elegan, dan megah,


_apa katanya? dia mendesain nya sendiri?? untuk apa?? _ July bergumam dalam hati nya,


matanya membulat sempurna, melihat satu bingkai besar foto nya terpampang di dinding menghadap ranjang,..


July melirik Hans, Hans tersenyum..


"aku bilang aku mencintai mu July, aku siap kan mansion ini untuk kita tinggali"


July melipat bibir nya, ia tak tau harus berkata apa, jika kata kata itu keluar dari bibir Nino, ia akan sangat bahagia, lalu terharu, dan langsung memeluk Nino.


"maaf kalo aku harus mengurung mu di sini, aku menantikan hari ini, minggu depan kita menikah oke" ucap Hans enteng.


July menggeleng,


"Hans jangan macam macam.. "


"aku tidak pernah becanda, akan aku persiapkan semua pernikahan kita, kamu hanya harus patuh, dan menunggu dengan manis di sini"


"hans.."


July hendak berbicara, tapi Hans menyimpan jari nya di depan bibir nya sendiri.


"aku tidak menerima penolakan Jullyana"

__ADS_1


Hans pergi begitu saja, July menangis, kedua tangan nya meremas rambut nya, ia bisa gila kalau begini...


"papah aku mau pulang please temukan aku"


__ADS_2