
ini hari ke tiga Nino tidak berkomunikasi dengan July karna foto itu, Nino merasa galau akan diri nya.. ia memandangi no kontak july di HP nya. apa benar yang ia lakukan mendiamkan July seperti ini, namun hatinya juga ragu, ia menyimpan kembali HP nya di laci, jam praktek nya akan di mulai.
"assalamu'alaikum bunda. apa kabar? “ July menelpon Rena
" sayang kabar bunda baik, kamu di Indonesia?" tanya Rena, keluarga Nino belum mengetahui masalah putra nya.
"ah iya bun, July baru sampai ini di bandara,
maaf bun. apa Nino ada jadwal di RS?, July telpon dari tadi ga aktif"
"iya sayang, ada praktek pagi sampai siang, kamu mau ke RS Ana? "
_bunda Rena tidak bertanya apa pun, apa bunda ga tau kita lagi ada masalah?? syukurlah, biar kita yang menyelesaikan ini_ gumam July
"rencana nya begitu bun, ada hal penting yang mau July bicarakan"
"ke RS saja kalau penting sayang, soal nya sudah 2hari belakangan ini Nino telat pulang, sibuk sekali di RS"
"baiklah bun, July ijin ke RS ya.. "
"kamu lucu Ana, masa minta ijin ke bunda" Rena tertawa,
"ya bagaimana pun, July takut ada yang melapor, kalo July ganggu kerja nino heheee"
"engga sayang, orang kerja pasti ada istirahat nya kan?? kamu hati hati ya.. "
"baik bun.. assalamu'alaikum"
"waalaikumsalam sayang.. "
July menggunakan taksi, dari bandara ke RS, ia tidak akan berlama lama di Indonesia, mungkin akan pulang ke apartemen hanya untuk istirahat,
July tidak bisa begini,
saat ia punya masalah, ia butuh rangkulan, tapi ia sadar, jadi Nino pun tidak mudah, bagaimana pun mereka punya hubungan khusus.
Nino menyelesaikan praktek nya,
melepaskan jas kebangsaan nya, ia selesai merapihkan meja,
"dok tanda tangan dulu laporan nya" seorang perawat mengingatkan, Nino menyelesaikan tugas, ia keluar membuka pintu, mata nya melihat seseorang yang ia kenal, berdiri membelakangi nya sambil menelpon, Nino mendekat, ia rindu, hati nya tenang melihat July di sini setidak nya July sehat.
"I don't want to know, there must be a result today, I need it as soon as possible"
( aku ga mau tau, harus ada hasil hari ini, aku butuh secepat nya )
July marah, karna menerima kabar dari Singapura, ahli IT yang akan datang berhalangan hadir, yang berarti akan mundur lagi dari jadwal.
July membalikan badan nya, mata nya langsung bertemu, dengan mata Nino, July reflek tersenyum,
__ADS_1
"Nino.."
"sejak kapan datang?? “ tanya Nino sedikit acuh.
" setengah jam lalu, apa aku ganggu? "
Nino melipat tangan nya di dada
"ada apa? aku sibuk"
"maaf, aku harus jelasin sesuatu sama kamu Nino"
Nino membuang nafas kasar,
ia memeriksa waktu,
"aku punya waktu 30menit"
July mengangguk, ia juga tersenyum.
"ga apa apa, aku rasa itu cukup"
Nino berjalan mendahului July, July memengikuti nya, Nino membuka pintu yang July lihat terdapat nama Nino di sana, ini ruang kerja Nino.
"duduk lah"
duduk berhadapan terhalang meja cukup besar membuat July merasa seperti pasien dengan dokter yang sedang berkonsultasi,
menarik nafas dengan dalam, July menatap Nino,
"Nino apa kamu ga kangen sama aku.? “
Nino membalas tatapan nya, ia tidak menunjukan ekspresi apa pun,
" waktu aku ga banyak Ana" July menunduk mendapat jawaban seperti itu,
"Nino, demi apa pun, itu bukan foto aku, aku ga tau Hans melakukan apa sampai sampai IT ku ga bisa nemuin kejanggalan ny, foto itu sangat rapih"
"kamu sendiri yang tau jawaban nya jullyana, ga usah manggil manggil IT segala buat ngebuktiin hasil nya"
"aku ngerti Nino, kamu pasti kecewa, aku jatuh saat ini, apa lagi yang harus aku bilang itu bukan aku, aku harap orang orang terdekat ku bisa rangkul aku saat aku ada masalah, tapi aku ga nemuin itu" mereka terdiam sejenak, July terlihat mengatur emosi nya, mata nya sudah memerah.
"aku berharap kamu orang pertama setelah mamah yang percaya itu bukan aku Nino" suara nya melemah
"aku ga suka berbelit belit, kalo itu bener aku aku akan jujur walaupun resiko nya seluruh dunia ku akan menjauh dari ku, tapi demi Tuhan itu bukan aku"
Nino terlihat menunduk,
tidak juga melihat respon dari Nino July menyerah, setidak nya ia sudah memberi tahu Nino kebenaran nya, July bersiap, ia bangun dari duduk nya,
__ADS_1
"terimakasih waktu nya dok, maaf sudah mengganggu"
ia keluar ruangan, mata nya tidak bisa menahan cairan bening yang ia larang keluar dari tadi, July pergi...
dari kejauhan Farhan melihat July keluar dari ruangan Nino dengan tangan yang sibuk menyusut mata nya, mereka berpapasan.
Farhan merasa mereka pernah bertemu sebelum nya, tapi di mana??
July terburu buru, ia harus mengejar penerbangan lagi ke Singapura setengah jam lagi, semoga jalanan tidak macet,
ia tidak akan berkunjung ke apartemen, untuk beristirahat, July rasa itu tidak mungkin untuk apa ia berlama lama di sini jika orang yang di tujuan nya pun tidak mau dengar.
hati nya mencelos, jika ia bisa bercerita pada bunda nya tentang masalah amira kemarin dengan bebas,
pada siapa July mengadu?? ia sudah tidak memiliki mamah, Nino merasa bersalah, Nino cepat ke luar ruangan nya, berharap ia bisa menyusul July, Nino jelas rindu pada nya, akan ia peluk wanita nya, dan meyakinkan July kalau ia percaya pada nya..
Nino terburu buru, Farhan melihat nya
"mau kemana dok?? " tanya Farhan
"apa kamu liat cewe, yang kita ketemu di coffee shop tempo hari han? "
ah Farhan ingat, betul mereka bertemu di sana
"dia nangis" ucap Farhan
"dimana?? "
"jalan ke sana, kayanya mau pergi ke luar RS"
"makasih" Nino hendak melanjutkan langkah nya
"dokter Nino" Farhan memanggil nya
"aku denger cewe itu Terima telpon, seseorang mengalami kecelakaan, dan dia mau terbang sekarang juga"
"siapa yang kecelakaan?? " tanya Nino penasaran
"aku ga tau dok, cuma itu yang aku denger"
tanpa bicara apa pun Nino pergi,
ia mempercepat langkah nya setengah berlari, harus nya July masih di sini,
Nino mencari nya di parkiran, ia tidak melihat siapa pun selain mungkin keluarga pasien,
"July maafin aku.. " Nino bergumam,
ia menyalakan mobil nya, untung nya ia sempat membawa kunci mobil, tujuan nya kini ke bandara, semoga mereka bertemu di sana...
__ADS_1