Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
mengenang masa lalu


__ADS_3

Nino sampai di kamar nya ia baru saja pulang dari apartemen July, mengecek HP nya karena ada beberapa pesan masuk, pesan dari July paling atas menarik perhatian nya


"kalau sudah sampai kabari ya“


Nino tersenyum langsung membalasnya


" alhamdulillah ini udah nyampe kamar"


Nino langsung teringat pada Farhan, kebetulan teman nya itu sedang online


"bro, gimana cara nya ngasih kejutan romantis buat cewek? “ Nino mengirim pesan..


Farhan di sebrang sana ternganga membaca pesan Nino,


" wahh wahh wahh cewek mana yang beruntung pak bos?? “


"ish, ayo lah kasih tau aku cara nya,


nanti aku ceritain di RS"


"hmmmmm,


mungkin makan malam di pinggir danau,


atau mungkin di restoran ternama"


Nino langsung memikirkan ide yang Farhan berikan,


"konsep nya bagaimana? “ tanya Nino lagi


" booking restoran nya, musik romantis apa lagi kalau cewek nya seneng sama band tertentu kamu bisa undang mereka bos" kata Farhan lagi.


"thanks bro, akan aku pikirkan"


"senang bisa membantu bos"


pikiran Nino langsung menerawang, ia bahkan melakukan pencarian di google utuk tema nya, tanpa sadar bibir nya tersenyum, melihat tempat tempat romantis yang di suguhkan google,


Nino memilih milih gambar di layar HP nya.


setidak nya mbah google memberinya sedikit gambaran,


Nino merenung, ia mengganti layar HP nya, menggulir beberapa foto yang tersisa di galeri tentang seseorang,


"Amira,


aku ga nyangka akan secepat ini menemukan wanita pengganti mu, dulu aku sempat ragu bagaimana aku bisa menyukai wanita lain setelah kepergian mu,


Ana pengobat luka hatiku,


kepergian mu membuat aku belajar arti kata kehilangan, aku jadi tau arti kata memiliki,


aku akan menyayangi nya Amira, terimakasih atas pelajaran berharga yang kamu ajarkan, semoga kamu bahagia di sana, semoga Allah slalu melindungi mu...


maaf aku terlambat menyadari itu,


sekarang aku ga mau menyianyiakan nya.. "


Nino menghapus foto Amira, habis sudah semua kenangan nya, Nino tidak ingin menyembunyikan sesuatu apa pun pada Ana terlebih nanti setelah mereka menikah,


Nino tidak mau ada salah faham karena ia masih menyimpan foto masa lalu nya, walaupun wanita itu telah tiada, tekad nya sudah bulat untuk Ana.


***


Nino mengetuk pintu ruang kerja ayah nya,


hari ini hari minggu, mereka libur, namun sepertinya sang ayah memiliki pekerjaan,


tokk tokk tokk


"assalamu'alaikum, yah... "


Rey tau itu suara putra nya,


" waalaikumsalam, masuk aja, ga di kunci"


Nino membuka pintu, kepala nya menyembul di sana, Rey masih menatap layar laptop nya.


"ayah.. apa ayah sibuk?? "


Rey beralih pada putra nya,


"sedikit, masuk lah.. "


Nino menurut,


Rey bangkit dari kursi kebesaran nya, menyimpan kacamata di atas meja, ia menuju sofa, menggiring Nino untuk duduk juga di sana


"seperti nya ada yang serius" ucap Rey menatap putra nya,


"engga yah, ga serius amat sih,


Nino cuma mau tanya"

__ADS_1


"tanya saja, jangan sungkan" jawab Rey


"yah, Nino belum bicarain ini sama bunda, tapi memang belum waktu nya juga sih,


emh... Nino serius sama Ana, Nino mau nikah sama Ana"


Rey masih menatap putra nya, ia mengangguk,


"kamu yakin?" tanya Rey


"sangat yakin yah"


"kapan kita mau bicara serius pada papah Al? “


" jangan dulu yah" Nino gelisah mendengar itu


"lho katanya mau cepet nikah"


"maksud Nino gini,


Nino tadi malam anter Ana pulang, kita ngobrol sebentar, Nino bilang pengen cepet nikah"


"yakin ngobrol doang?? " Rey meledek putra nya


"maksud ayah? "


"kamu semalem ama Ana di apartemen nya yakin ngobrol doang?? "


"ich, Nino serius yah"


"ayah juga serius nanya sama kamu " Rey malah tertawa melihat putra nya salah tingkah


"engga yah, makanya Nino mau cepet nikah, ya salah satu nya menghindari hal itu"


Rey mengangkat kedua alis nya, ia mengangguk lagi, "ayo teruskan.. " ucap nya


"nah, Nino bilang mau nikahin Ana,


yang jadi masalah, Ana bilang Nino ga romantis, dia mau Nino ngelamar nya dengan cara romantis"


Rey mesem... ia menahan senyuman nya mendengar itu.. jadi putra nya tidak romantis ya??


Nino melihat raut wajah meledek sang ayah


"ah, jangan gitu lah yah, wajah ayah itu, aku tau apa arti nya" ucap Nino menggaruk belakang kepala nya,


Rey tak tahan ia tertawa juga, Nino mendelik ke arah nya,,


Nino terdiam sejenak, ia malu pada ayah nya yang selalu romantis sampai saat ini pada bunda nya


"kasih tau Nino gimana ngelamar yang romantis, tapi Nino bingung, Ana udah bilang mau nikah sama Nino, maksud Nino ngapain harus ada acara lagi"


"ahahaaaa" Rey benar benar tertawa,


Nino mengusap wajah nya prustasi


"yah serius lah"


"okee okee, maaf,


ehmmmm" Rey membetulkan duduk nya menjadi lebih serius,


"kalo ayah dulu gimana ngelamar bunda? siapa tau bisa Nino ikutin kan"


Rey terdiam, dia tidak pernah melamar Rena dulu, kisah cinta nya sangat mendadak,


"ayah ga lamar bunda kamu Nino" ucap Rey serius


Nino bingung,


"maksud ayah?? “


Rey tersenyum,


ia akan ceritakan perjalanan nya dengan Rena, Nino sudah dewasa, ia pasti faham,


" Nino, ayah ga nembak bunda kamu buat jadi pacar ayah,


ayah ga ngelamar bunda kamu buat jadi istri ayah, tapi takdir yang langsung memilihkan bidadari itu untuk ayah"


Nino tersenyum mendengar kata bidadari yanga yah nya ucapkan untuk bunda,


ia menunggu kelanjutan cerita ayah nya,


"bunda kamu dulu kerja di salah satu resto, di hotel ayah yang di XX, jadi bunda cuma mengganti saudara nya yang mendadak melahirkan,


waktu itu ayah di Malaysia, cuma karena akan ada pertunangan tante putri, kita pulang ke sini,


kamu tau, siapa yang pertama mempertemukan kita?? “ tanya Rey pada Nino


" siapa?? " Nino sangat antusias,


"kamu nak"

__ADS_1


"aku??? " tanya Nino tidak percaya


"waktu itu kamu berusia sekitar 4tahun,


waktu acara itu berlangsung, kamu hampir tertimpa gelas kristal raksasa, karena kamu mau ambil sesuatu di meja,


ayah lari melihat itu, dan ternyata bunda mu melihat nya juga,


tapi sesuatu terjadi.. " Rey melipat bibir nya


"Tiba-tiba terdengar suara tembakan dan tepat di dada kiri bunda mu itu bersarang"


"bunda tertembak?? " tanya Nino


"ya.. keadaan sangat kacau, bahkan pertunangan belum di lakukan,


kami membawa bunda mu ke RS, dari situ kami dekat"


Nino tersenyum lagi,


"lalu, kalian pacaran?? "


"engga Nino, bunda kamu udah punya calon suami"


Nino merasa sedih mendengar itu,


"tapi kalian menikah yah??? “


Rey tertawa,


"ayah tau bunda kamu punya calon suami,


saat ayah sudah mulai suka sama bunda kamu, ayah terus menjenguk nya, bahkan oma kamu pun ikut menjenguk, kita jadi semakin akrab, malah ayah ketemu juga sama nenek kamu, mamah nya bunda..


setelah ayah tau bunda kamu punya calon suami, ayah mundur, ayah kecewa lagi, padahal setelah kepergian bunda Marsha ayah baru merasakan lagi jatuh cinta"


"tapi seperti ayah bilang tadi, takdir yang memilihkan bunda mu untuk ayah,


ayah kembali ke Malaysia, karena percuma ada di sini kan,


kebetulan bunda kamu selesai waktu kerja nya, saat itu, Tante Susan mengirimkan undangan pernikahan bunda mu,


dari situ ayah bertekad, untuk melupakan bunda,


ayah pulang, dan menghadiri pernikahan bunda mu"


Nino melongo, ia baru tau tentang kisah cinta orang tua nya ini,


"ayah datang sebelum akad di mulai,


kamu tau, hati ayah hancur ketika melihat bunda kamu sudah berdandan layak nya pengantin, dia sangat cantik, ayah memberikan kado yang oma titip untuk bunda mu, ayah menguatkan hati,


tapi setelah di tunggu, mempelai lelaki tidak datang, Ferdi lari dari rumah, yang datang hanya adik lelaki nya memberi surat yang Ferdi tinggalkan untuk bunda mu,


dari situ, pernikahan di hentikan, nenek mu pingsan, ayah membantu nya untuk di baringkan di sofa,


tanpa ayah duga, nenek mu meminta ayah menggantikan Ferdi,


ayah ga tau apa harus senang, atau sedih,


ayah menggantikan laki laki itu, dan kami menikah, namun setelah itu, nenek kamu meninggal, tepat setelah ayah mengucap ijab "


Nino menggelengkan kepala nya,


"kenapa laki laki itu lari ? “


" cerita nya panjang Nino mungkin akan sehari semalam jika di ceritakan" Rey tertawa


"tapi kalian bahagia yah" ucap Nino


"jelas kami bahagia, ayah tentu menyukai bunda kamu pada awal nya, dan sebenar nya bunda kamu pun ada rasa sama ayah, tapi karena sudah punya calon suami, ia ga mau bilang,.


dan yang paling mengejutkan,


nenek mu sempat bilang sama bibi, sebenar nya pengen ayah jadi suami bunda mu..


ga nyangka ya, bisa jadi kenyataan"


Rey tersenyum.,


matanya menerawang mengingat itu,


"MasyaAllah, cinta ga pernah salah alamat " ucap Nino, Rey mengangguk,


"jadi, ayah ga pernah nembak bunda kamu,


ga pernah lamar bunda kamu, jadi langsung halalin, langsung ijab kobul"


Nino mengangguk takjub,


ia memang tidak pernah tau hal itu,


mungkin karena Nino laki laki, bunda nya jadi tidak bercerita juga pada nya.

__ADS_1


__ADS_2