Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
prewedding


__ADS_3

" Ana, kedatangan bunda sama ayah kesini, ingin melanjutkan percakapan kita tempo lalu,


aduh.. gimana ya bunda ngomong nya.. " Rena menertawakan diri nya sendiri.. ini pertama kali ia lakukan, Rey pun menertawakan nya.


"kok bunda yang deg degan ya?? " ucap Rena pada Rey, "gini lho sayang, bunda mau tau bagaimana hubungan kalian sejauh ini, karna jujur bunda sama ayah mau meminta Ana untuk jadi istri Nino" Rena tersenyum pada July, July pun membalas nya, namun ia seperti terlihat malu,


"kalau Ana bersedia jadi istri dari anak bunda, kedatangan kita ke sini ingin menetapkan hari pernikahan kalian" tambah Rena


"ehmmmm" Al hendak mengutarakan isi hati nya,


"July, seberapa mandiri nya kamu dalam hidup, perempuan harus memiliki seseorang yang bisa mengimami kamu, kami menunggu jawaban dari kamu sayang, jangan ragu, jika mau bilang ia, dan jika tidak, kami tidak bisa memaksa.. "


July melirik Nino, yang Di lirik pun sama, mungkin mereka sedang mencari jati diri masing-masing,


"kamu cemburuan Nino" ucap July yang membuat semua melirik ke arah kedua nya,


Nino malah mengangguk


"itu tanda nya aku sayang sama kamu Ana"


Rey memperhatikan kedua nya


"seperti nya mereka sedang tidak akur" bisik nya pada Rena, Rena mengangguk setuju


"Jullyana, maaf kalau cemburu ku buat kamu ga nyaman.. aku bermaksud mengutarakan isi hati aku seperti itu"


Al tersenyum,


"apa kalian perlu waktu berdua? “ tanya Al.


July menggelengkan kepala nya,


setelah kedua nya terdiam, July mengatakan,


"bunda, Ana mau jadi istri Nino" ucap July yakin


Nino tersenyum senang,


Rena dan Rey pun, saling lirik dengan senyuman mereka, Rena menggenggam tangan Rey ia sangat senang mendengar itu


"syukurlah sayang, bunda senang sekali..


bagaimana kalau bulan depan saja kalian menikah?? “ ucap Rena


July terkejut, kenapa begitu mendadak..


" memang akan cukup waktu untuk persiapan nya bun?? “ tanya July


Rena tersenyum


"inshaAllah cukup, asal kalian fokus sama pernikahan dulu, kalian akan sibuk sebulan kedepan.. "


***


Rena dan Nino mengatur jadwal untuk rangkaian persiapan pernikahan,


July masih di poles wajah nya, mereka akan melakukan foto prewedding,


walaupun polesan wajah nya sangat sederhana, July sangat cantik dengan kebaya hitam pilihan nya, Nino yang telah siap memperhatikan nya duduk di depan cermin,

__ADS_1


"apa ada yang salah? “ tanya July?


" engga, cuma terlalu cantik aja" Nino melipat kedua tangan nya di dada,


perias yang menangani July tersenyum mendengar itu,


"aku nervous Nino" ucap July menarik nafas dalam,


"kamu pikir aku engga? " Nino tersenyum,


Dodi sang WO telah sibuk menyiapkan keperluan untuk foto shoot, ruangan di dekorasi se cantik dan elegan, mereka akan mengambil 2tema saja untuk foto prewedding,


July telah siap, semua team pun siap, bagian ini atas permintaan bunda Rena, agar nuansa pernikahan semakin melekat, Rena meminta mereka menggunakan baju adat,


beberapa pose telah di ambil, mereka terlihat sangat kaku sampai Dodi mengarahkan mereka beberapa kali karena kebetulan Nino dan July tidak suka mengambil foto untuk mereka up ke medsos.


"bro tatap Ana dengan tatapan yang sayang gitu" Dodi memberikan instruksi,


"maaf ya non.. saya arahkan lagi' dodi meminta ijin pada July, ia menaruh tangan July di lengan Nino mereka berhadapan, tangan Nino dodi simpan di pinggang Ana, mereka bertatapan, dan saling tersenyum.


" non liat kamera, jangan senyum ya... muka judes aja.. " ucap dodi, July jelas tidak bisa, ia beberapa kalo memejamkan mata berkonsentrasi mendalami karakter, Nino tertawa melihat calon istri nya, dan mendapat hadiah cubitan di lengan nya oleh July


"aw. kamu romantis banget sayang" ucap Nino berbisik,


"Nino.. " July memukul lengan nya, pose nya amburadul lagi, membuat dodi geleng geleng kepala..


"hadeuhh pak dokter... " ucap jua nyengir..


"Nino serius pleaseee masih ada satu tema lagi bukan?? “ ucap July memelas..


" oke oke.. aku serius sayang"


July mengulangi pose nya lagi,


dasar nya emang si dokter usil.. Nino menempelkan ujung hidung nya di dekat mata July,


July sangat kesal pada dokter tampan ini, ia sengaja menginjak kaki Nino,


"aduh.. " Nino menggaduh,


"Nino... " Dodi memanggil nya, ia melihat kelakuan teman nya itu,


tanpa menoleh pada dodi Nino memperbaiki pose nya


"sue... " ucap July yang membuat Nino ingin tertawa, ia melipat bibir nya gemas,


"oke.. satu... dua... tiga.. "


cekrek


"tahan... "


Nino malah memejamkan mata nya, namun Dodi sangat suka dengan hasil nya.. ia tersenyum


"bagus.. oke selesai"


July membuang nafas, dalam posisi begitu berlama lama sangat menegangkan..


cuppp,.

__ADS_1


satu kecupan mendarat di pipi nya


"Nino...


July hendak komplen, namun Nino keburu menutup bibir nya dengan satu jari


" ini rahasia kita" ucap nya sambil tersenyum.


_ rahasia gimana bro.. gueh liat, lo kira kita semua patung selamat datang _ Dodi menggerutu mendengar itu.


***


Edward mendapat laporan bahwa Hans menghilang, sudah dua hari team nya kehilangan Hans


"kenapa bisa hilang? gue ga mau tau cari mereka" Edward meninggikan suara nya, ia tidak suka kabar ini..


setidak nya jika Hans pergi, dan tidak untuk mengacau di sini ia akan tenang


_ apa aku harus menembak nya sampai mati kak July?? _ Edward sudah tidak sabar mendapatkan perintah,


seperti beberapa kasus yang mereka alami, July dan Edward lah yang bekerja sama,


dan itu luput dari pengawasan papah Al


Baju telah berganti,


kini mereka lebih santai, Nino dengan kaus dan celana jeans pendek se lutut, dan July pun memakai jeans panjang dan kaus sederhana, tapi sangat membuat nya menawan, rambut nya terurai panjang,


balon, sepeda sudah di siapkan, tema kali ini seolah mereka di alam luar, sedang ber santai di sebuah taman..


keranjang makanan, karpet dan aksesoris lain nya telah di tata,


July menuangkan minuman di cangkir, ia memberikan nya dengan penuh senyuman pada Nino,


pose demi pose telah di lakukan, semua terlihat begitu natural,


tema ini adalah pilihan July,


Nino duduk, kaki kiri nya ia tekuk, dan menyimpan tangan nya di atas kaki,


July tertidur di kaki kanan nya yang berselonjor,


July menekuk kaki nya, menaruh sebuah majalah di sana, mereka seolah sedang memilih sesuatu di majalah itu, Dodi mengambil Beberapa foto terakhir sebagai penutup,


"oke.. bagus... selesai.. " ucap nya, semua memberikan tepuk tangan untuk keberhasilan klien mahal nya ini, bukan hanya July dan Nino yang tegang, team Dodi pun lebih tegang, mereka takut Nino dan July tidak puasa atas pelayanan nya. namun nyata nya, Nino dan July sangat lah simpel,


July dan Nino tidak mengganti pakaian mereka.


mereka akan langsung pulang, dan seperti nya akan mampir ke sebuah kafe untuk makan mereka,


"kita makan oke" ucap Nino


"ya, aku lagi pengen steak " jawab July


"aku tau mall yang punya steak yang sangat enak. kamu pasti ketagihan "


July tersenyum.


"baiklah, aku menurut saja"

__ADS_1


Nino melajukan mobil nya.. tanpa ia sadari Edward mengikuti mereka di belakang,


Edward harus waspada, atas kabar kehilangan Hans di Singapura.


__ADS_2