Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
masalah


__ADS_3

setelah mandi dan makan malam yang sangat terlambat, July kembali ke kamar nya,


mendapati beberapa pesan dari nomor HP tidak di kenal, July penasaran,


"brengsek memang" July mengumpat, lelaki sialan itu mengikuti Nino sampai bandara, July menerima beberapa foto Nino dari nomor baru itu...


"jullyana... my honey" Hans mengirim pesan..


"ada apa Hans? kamu belum puas mengganggu hidup ku?? β€œ balas July


" uuhhh honey, aku suka kalo kamu sedang marah, itu sangat sexy"


"😌😌, jadi apa maksud mu mengirim foto lelaki itu pada ku?? β€œ


" jangan pura pura honey.. aku tau dia pacar baru mu.. "


"kamu salah Hans. dia rekan bisnis papah ku"


"mmmm... sangat manis,


aku rasa dia terlalu muda untuk jadi rekan bisnis papah mu"


"terserah kau saja" July melempar HP nya ke kasur, betul kan Hans mengikuti Nino?


"aku harus bagaimana Tuhan?? dia pasti ga percaya begitu aja kalo aku bilang lelaki itu teman nya papah"


HP July bergetar terus.. menandakan pesan masuk lumayan banyak


"benar terserah?? aku senang permainan July"


"ayo kita bermain.. "


"apa kamu mau main bersama ku?? β€œ


" ayo kita berkencan, dan pacar mu akan aku lepas, aku punya banyak teman di Indonesia "


July tidak membalas pesan Hans..


ia sedang berpikir.. apa yang harus ia lakukan... tapi Hans tidak suka ia di biarkan.. Hans menelepon July


"apa... " nada bicara July terdengar sangat kesal


"honey, jangan begitu, kamu tau berapa lama aku menunggu mu, jadi aku ga akan rela ada lelaki yang mendekati mu"


"Hans dengar baik baik,


wanita di Singapura ini bukan hanya aku, aku yakin kamu banyak teman wanita, sudahi mengganggu ku aku mohon,


dan lelaki itu, ia rekan bisnis papah ku, papah ku sedang di London dan aku menemani nya di sini"


"July, kamu tau aku tidak main main??

__ADS_1


kamu pikir aku tidak tau kalau dia pacar mu,


aku punya mata banyak, kau lupa?? mana ada rekan bisnis papah mu bermesraan dengan mu di taman?, aku mungkin tidak di sana melihat langsung, tapi aku tau.... "


Hans menutup telpon nya, nada bicara nya begitu serius, "ya Allah aku harus gimana?? β€œ


***


Nino merebahkan tubuh nya,


pulang pergi dari jakarta ke Singapura dalam waktu sehari bukan hal yang mudah...


ia mengeluarkan HP dari saku celana nya, menghubungi no HP July,


" ga aktif..?? β€œ Nino bergumam


ia mencoba nya lagi.


benar tidak aktif, ia menyesal tidak memiliki no HP rakha, Nino mengirimkan pesan pada July


"ana aku sudah sampai di rumah.. apa kamu baik baik saja?? β€œ


" kenapa HP mu tidak aktif? β€œ


"telpon aku kapan pun kamu aktifkan HP"


Nino membuang nafas nya dengan kasar, kepala nya terasa berat,


Nino hendak bangun dari rebahan nya ketika mendapatkan notif beberapa foto masuk ke HP nya,


"astagfirullah"


wajah nya seketika memerah,


July tidak aktif HP nya dan sekarang apa yang ia Terima dari no baru ini, tiga buah foto yang tidak baik di konsumsi publik Nino Terima,


sepintas melihat bahwa benar wanita yang ada di foto nya itu July, dengan seorang lelaki bule tampan..


"ya Allah.. astagfirullah, tenang Nino, kamu harus tanyakan ini pada Ana langsung... " Nino berbicara pada diri nya sendiri..


ia menghubungi lagi HP July, tapi masih belum aktif. "Ana ayo aktifkan HP mu... " kepala nya serasa mau pecah, Nino duduk di sofa tunggal di kamar nya, HP nya ia pandangi, bukan ingin melihat keseluruhan foto tidak senonoh itu. namun ia ingin memastikan apa Iyah itu wanita nya.. bersama lelaki lain, bermesraan layak nya suami isteri.


setelah satu jam,


isi kepala dan hati nya bergelut, HP nya bergetar, July menelpon nya..


tidak langsung mengangkat telpon itu Nino malah memandangi nya.. apa yang harus ia katakan pada July??


"ayo kita bicara Ana" ucap Nino pada HP yang ia angkat


"assalamu'alaikum" ucap July, "maaf ya, HP nya mati abis baterai, aku juga ketiduran.. "

__ADS_1


Nino diam, tidak menjawab sapaan July,


"Nino .. ? β€œ


July tidak mendapat jawaban, ia mengecek HP nya.. telpon nya tersambung namun tidak ada jawaban dari Nino.


" Nino, kamu bisa denger??"


"ya Ana".. jawab Nino singkat


" syukurlah, aku kira ga ke sambung,


maaf ya HP nya aku cas, aku juga ketiduran "


"lihat pesan yang aku kirim" ucap Nino sinis, July menangkap sinyal kurang baik di antara mereka..


July mengecek pesan nya..


"ya Allah, Nino.. foto siapa ini?? β€œ


" aku yang harus tanya sama kamu Ana foto siapa itu?? aku rasa wajah perempuan nya mirip dengan mu.. "


"tapi itu bukan aku Nino? β€œ


" bagaimana aku tau.. kamu yang harus nya tau, karna kamu pasti ingat kapan foto itu di buat.. "


"Nino tapi sungguh itu bukan aku, aku ga tau itu siapa"


"entah lah, kamu saja tidak tau apa lagi aku,


aku lelah, aku mau istirahat, kepala ku serasa mau pecah "


Nino mematikan sambungan telpon nya,


"Nino dengerin aku dulu.... "


July memandang layar HP nya yang sudah berubah, mata nya memanas...


"apa lagi ini.. dasar Hans brengsek, kenapa ganggu aku terus... "


Al hanya sebatas melindungi keluarga nya,


apa lagi orang orang semacam hans punya kedudukan tinggi di pemerintahan, Al tidak mau membawa perkara ini lebih jauh,


tapi kali ini, lelaki yang dekat dengan July adalah Nino, jika dulu Al tidak mengetahui July sudah memiliki pacar saat kejadian naas itu. lain hal dengan sekarang.. ia berpikir keras karna July meminta bantuan nya,


sudah dia hari berlalu dan Nino tidak mau menghubungi nya,


Hans terus mengancam jika July tidak mau jadi milik nya ia akan menyebarkan foto itu pada media..


Al dan tim nya sudah mencari kebenaran atas foto itu, namun kesamaran foto itu tidak lah nampak masih 90% asli.

__ADS_1


July sampai bersumpah "demi Tuhan papah aku akan menerima hukuman apa pun jika benar itu aku, aku ga pernah ngelakuin itu, papah tau kan Hans memang ga suka sama aku, dia ganggu aku aja"


July merasa frustasi, apa yang harus ia lakukan, Nino marah, tentu jelas.. ia pun akan demikian jika dalam posisi Nino.


__ADS_2