Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 52


__ADS_3

Semua baru saja selesai dengan makan malam, Nino sudah di posisi nya tiduran di karpet bulu, sambil menonton.. rena dan momi masih berada di meja makan, menikmati puding pandan susu yang di suguhkan bi asih,


rey kedatangan frans, mereka sedang ngobrol di ruang tamu, membicarakan perkara penculikan adik ny, putri sendiri kembali ke kamar setelah makan malam, ia jadi lebih pendiam setelah pulang, rena ingin bertanya jauh, tentang kenapa bisa putri di culik dan Edo lengah, namun rena mengurungkan nya, putri masih menutup diri, rena tidak akan memaksa..


frans baru saja pergi, ia akan pulang karna besok jadwal libur nya,


rey di sebelah istri nya, mencicipi puding yang masih ada di meja,


"ayah jangan lupa pengobatan nya" rena mengingatkan sang suami, rey masih terlihat menahan sakit saat berjalan.


"iya bunda bawel" mulut nya masih mengunyah, momi tersenyum melihat tingkah rey,


ketika seketika terdengar suara tembakan dua kali dari arah depan rumah, rena menegang, menoleh cepat pada suami nya..


dorrr. dorrrr....


rey bangun,


"ayah.... " rena menahan tangan nya


"sebentar sayang" rey berjalan ke arah depan rumah, frans lari dari luar ke dalam,


"kita di serang rey"


dua unit mobil berwarna hitam gelap masuk menerobos, setelah mereka menembakan dua kali tembakan ke udara, penjaga di pos pertama ketakutan, seketika si penyerang masuk menabrak gerbang utama di rumah rey,..


rey berbalik pada istri nya,.


"bunda, momi masuk.. bawa Nino semua masuk ke kamar"


rena panik,


momi menarik tangan nya, menuntun mereka semua masuk ke kamar bi asih yang di belakang,


Nino terlihat ketakutan, rena menenangkan nya, padahal dia sendiri ketakutan


"mih, putri di kamarnya sendiri" ucap rena


momi terdiam, rena lupa membawa HP nya di meja makan,


"semoga dia ga keluar kamar"

__ADS_1


ucap momi


"mereka bawa senjata rey"


frans dan rey memeriksa keadaan di luar di balik pintu, mereka mengintip di jendela, sekilas tembakan beruntung mereka Terima,, si penyerang menembaki depan rumah rey


rey dan frans sontak menunduk,


"frans telpon tempat pelatihan"


frans mengeluarkan HP di saku nya, menelpon siapa pun yang ada di grup nya, meminta bantuan secepat nya,.


"keluarrrr" teriak salah satu si penyerang, seperti nya dia ketua genk, tarlihat sangat macho...


"reynan baskara, atau akan aku Habiskan keluarga mu" dia berteriak lagi,


"siapa mereka?" tanya rey


"entah lah, ayo kita keluar" ajak frans, keluarga nya dalam bahaya kalau ia tidak keluar,


rey benar benar tidak siap, ia hanya menggunakan celana pendek dan kaus rumahan nya, tidak ada perlindungan di tubuh nya, bahkan rey tidak punya senjata, dan soal itu, lagi lagi ia harus berperang dengan istri nya..


Rey tak punya pilihan, mereka memberikan satu tembakan beruntun lagi sambil berteriak,


tembakan itu berhasil membuat rena menangis, "ayah... " gumam nya, bagaimana suami nya di depan? suara tembakan itu membuat nya syok, rena mengusap perut nya,


"ya Allah lindungi suami ku, lindungi kita semua"


rey membuka pintu, seluar perlahan bersama frans, si penyerang yang terlihat maco itu membuang roko nya sembarangan saat melihat rey, dia tersenyum sinis,


"ada apa? siapa kalian? “ tanya rey


si cowo maco itu membuka pintu belakang mobil pertama, hingga keluarlah seorang lelaki dengan perawakan yang sangat bagus, wajah nya menggambarkan bahwa ia berasal dari negara di luar negeri sana, dia tersenyum.


melipat tangan nya di dada dan bersandar di mobil,.


"kau yang menembak putra ku sampai dia sekarat? " ucapan nya terdengar santai, tapi logat Indonesia nya masih berantakan


satu nama yang rey ingat, " Jhonatan " dan laki laki ini mungkin Anthony ayah nya,


"ya" ucap rey lantang

__ADS_1


seketika smua pengawal Anthony menodongkan pistol pada rey, suasana begitu mencekam,


"anak mu menculik adik ku, menyekap nya sehari semalam, dia yang memulai menembak rekan kami, dan menodongkan senjata pada adik ku"


anthony tertawa,.


"ahahaaa, ya kami akan menculik seseorang yang kami suka, mungkin itu yang di lakukan putra ku.


tapi marah ku bukan cuma itu"


tatapan mata rey dana Anthony bertemu,


"putri ku meninggal juga karna kalian, dan anak ku juga apa harus mati di tangan kalian?? aku sungguh tidak akan memberi ampun jika itu benar tejadi"


frans mengamati sekitar,


team nya telah datang, bersiap dengan senjata nya mengendap endap,


cowok cowok maco yang Anthony bawa berjumlah lima, orang, dan semoga team nya bisa mengatasi semua nya.


"kami tidak akan mengusik jika bukan kalian yang mengusik kami, soal anak perempuan mu, saya memang tidak tau"


Anthony tersenyum sinis,.


menarik pistol dari balik pinggang nya, ia menyodorkan nya pada rey, jarak mereka hanya ±4meter saja,


rey tersenyum,


frans bemberikan kode siaga satu di jari nya, berharap semua team bisa melihat itu dari kejauhan,


"putra mu, menculik adik perempuan ku, apa itu bukan tindak kriminal?, kami juga menemukan sabu sabu di loaksi, dan anak mu positif menggunakan itu,


putra mu menembak terlebih dulu orang ku, apa kami salah melakukan perlawanan? "


Anthony meradang, rey seperti nya tidak gentar ia todongkan pistol, Anthony menarik pelatuk ny, membuat pistol itu siap kapan saja melesat,


rey menegang, memejamkan mata nya sesaat, dia benar benar polos saat ini, tidak ada pengaman apa pun yang melekat di tubuh nya, tentu itu bahaya, yang jadi pikiran utama nya, bagaimana ia harus tidak terluka untuk istri nya, dan keluarga nya,


"sayang maaf, lagi lagi aku tidak bisa menepati janji, untuk tidak berurusan dengan hal ini, dan ini lebih parah, semua terjadi di rumah kita"


frans menganggukan kepala nya,

__ADS_1


dorrr.. dor... ..... suara tembakan beberapa kali melesat , semua menunduk, tak terkecuali Anthony, dia mengerang, melihat dua anak buah nya terjatuh kaki mereka bersimbah darah,


__ADS_2