
persembahan yang anak anak tampilkan begitu memukau,
semua memuji mereka,
bagaimana bisa dalam waktu 1bulan mereka belajar bisa se perfect ini?
setelah anak² selesai dengan persembahan nya,
kini bu maya menyiapkan Jamuan makan untuk di persembahkan,
Akmal terlihat membantu sang ibu memberikan piring untuk para tamu,
Shanum tersenyum pada Akmal saat giliran nya mengambil piring,
"makan yang banyak ya? “ ucap Akmal
" iya.. " hanya itu saja yang bisa shanum ucap kan, dengan senyuman nya, Akmal sangat menyukai penampilan shanum yang tampak modis namun tetap tertutup,
berlanjut mengambil beberapa menu untuk makan, shanum duduk bersebelahan dengan bunda dan bu maya,
"ibu, mulai minggu depan putra ku Nino akan datang ke panti untuk pemeriksaan rutin,
jika ada anak anak yang membutuhkan penanganan akan di bawa ke rumah sakit langsung"
"bunda, saya harus bilang apa lagi pada bunda.. " ucap maya menunduk,
"ga boleh ada yang di tutup tutupi, semua harus terbuka, Nino sudah tidak praktek di rumah sakit, makanya saya tugas kan ke sini" tambah Rena
"baik bunda, terimakasih banyak ya? “ ucap bu maya,
" jangan sungkan bu"
"bunda... " shanum memanggil nya,
"iya sayang... "
"apa shanum boleh ikut ke sini nanti bersama kak Nino, shanum bisa bantu apa saja di sini"
dengan antusias mengatakan nya,
"selama itu tidak mengganggu sekolah mu, boleh saja sayang"
jawab Rena tersenyum,
"emh... sekedar membantu, atau ada yang lain? “ tanya Rena lagi,
pertanyaan Rena membuat bu maya terdiam memperhatikan shanum,
" bunda, shan bener bener mau bantu,
suasana di sini sangat ramai shanum suka"
Rena melirik bu maya, yang di lirik tersenyum meng iyakan,
"baiklah, bunda ijin kan,
yang penting ingat, sekolah kamu no 1"
"siap bun.. ",
acara telah selesai, waktu menujukan pukul 5 sore, Rena dan semua nya pamit,
" shan apa akmal itu pintar? "
tanya Rena basa basi, ia jelas tau, bagaimana Akmal bisa masuk ke sekolah tempat putri nya menimba ilmu dengan beasiswa,
"se tau shanum, Kak Akmal dari kelas 1 rangking pertama terus bun"
"Akmal anak yang manis bukan? “ tanya Rena menatap putri nya,
shanum terdiam, menggigit gagang permen yang sudah setengah nya habis itu,
" kalo manis sih engga ya bun,
kalo cowo sih ganteng gitu, " ucap shanum melirik bunda nya
Rena tertawa,
"ya kamu benar, dan yang cantik itu perempuan,
jadi Akmal ganteng?? “ tanya Rena lagi
shanum nyengir,
" bunda semua laki laki pasti ganteng kan, "
Rena melipat bibir dan tersenyum.
__ADS_1
ia mengangguk, meng iya kan apa yang shanum katakan...
Rifa dan shanum berpisah pulang ke rumah masing masing,
Rena terkejut melihat mobil suami nya sudah ada terparkir di garasi,
buru buru masuk ke dalam rumah,
Rey tersenyum melihat istri nya
"assalamu'alaikum,
ayah sudah pulang? “
" waalaikumsalam,
sudah lah. lihat ini jam berapa? “
mata nya melirik jam di dinding..
"maaf ya.. acara nya baru selesai"
Rey mengusap kepala istri nya,
"apa seru? tau gitu ayah datang saja ke sana"
"seru banget yah, MasyaAllah anak anak sangat lucu.. mereka menari, menyanyi, berlomba, wah pokonya banyak deh kegiatan lain nya"
Rey tersenyum,
"apa sudah minum obat nyonya?
kamu harus perhatikan lambung mu"
Rena sungguh sangat lupa. iya tersenyum canggung,
"belum yah. tadi bunda ga bawa obat"
"aku akan melarang kamu ber kegiatan jika sampai kamu sakit lihat saja nanti" ucap Rey tampak serius..
Rena mencoba tersenyum walau seperti nya itu peringatan keras dari suami nya..
July telah pulih,
ia telah pulang, dan rumah telah ramai lagi,
menyulap mobil pribadi nya seperti apotek berjalan,
July mendapatkan laporan dari papah nya bahwa mereka telah kalah tender besar yang harus nya bisa menguntungkan perusahan papah nya,
July merasa terusik dengan hal itu,
ibarat nya tangan dan kaki nya sedang gatal ingin terjun lagi ke dunia bisnis nya,
Nino pulang,
July sedang membaca emailnya langsung menutup laptop mendengar ketukan di pintu kamar,
"assalamu'alaikum"
Nino menyembul kan kepala nya lucu membuat July tertawa
"waalaikumsalam,
perasaan aku ga dapet WA mas mau pulang"
mendekat, July mencium tangan suami nya, Nino membalas nya mencium kening
"surprise dong,
lagi apa sayang?? "
July membantu suami membuka jas khas warna putih dan menyampirkan nya di sofa
"liat liat email,
aku mau mulai gabung lagi di perusahaan papah ya mas? “
Nino duduk di sofa,
menyeruput jus jambu yang ada di meja milik July,
" ya kalo hanya mantau lewat email boleh boleh aja"
July manyun,
"aku mau ke kantor lagi mas"
__ADS_1
"sayang, kamu baru aja pulih"
"aku janji ga akan cape cape mas, kasian papah, tadi curhat tender yang sudah lama dia incar rakha gagal dapetin nya"
Nino terdiam beberapa saat,
"nanti kita bahas lagi ya, mas mau mandi dulu, lengket banget badan"
mengusap pipi istri nya, July tersenyum
"baiklah, udah mandi mau makan atau apa? “
“ kopi boleh, nanti saja makan nya malam"
"baiklah.. "
July meninggalkan kamar dan Nino masuk ke kamar mandi nya.
***
"non mau buat apa? “
bi sari mendekati July yang sedang memasak air.. Nino kalau mau kopi air nya harus baru di masak sampai mendidih
" bikin kopi buat mas Nino bi"
"ini kopi nya non..
apa den Nino mau makan? “ tanya sari lagi
" nanti malem aja katanya bi makan nya "
kopi telah siap,
July menunggu Nino di teras belakang,
ada bunda nya juga di sana,
"sayang sini.. " Rena menepuk bangku sebelah nya yang kosong
"bunda mau July buat kan minum? “
melihat meja di depan nya kosong
" bunda baru beres ngopi hehee, bi sari baru aja angkut gelas kosong nya,
besok Nino mau ke panti, shanum sebenar nya mau ikut tapi dia ada les pulang skolah,
apa ana mau ikut?“
"itu pasti menyenangkan bunda, shanum kemarin cerita"
"sangat menyenangkan sayang,
besok juga bunda tugasin team Rio berjaga di sana, takut anak anak ga mau periksa. mereka kan serem² pasti takut liat Rio" Rena tertawa
Nino datang,
"apa semua sudah siap ka? “ tanya Rena
" inshaAllah siap bun.. "
menerima gelas kopi dari istri nya,
"terimakasih sayang"
July tersenyum,
"apa ga repot kalo aku besok ikut ke panti?? " tanya nya pada Nino
Nino menyeruput kopi nya selagi panas,
"repot sih engga, tapi yang aku khawatir kan kamu baru sembuh sayang,
kunjungan ke panti bukan cuma besok ko,
kita akan rutinkan tiap minggu"
"aku suntuk mas ga ngelakuin apa apa di rumah"
"biar ana datang sama bunda ka'
bunda akan temenin biar ana ga terlalu cape"
Nino tidak bisa menolak jika para wanita tersayang nya sudah meminta begini.
"oke.. baiklah.. tapi janji cuma liat saja jangan melakukan apa apa di sana... "
__ADS_1