Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
drop out


__ADS_3

Akmal duduk di kursi dekat gerbang sekolah, entah kenapa dia di sini,


melirik siapa saja yang masuk ke gerbang, berharap shanum datang,,


namun seperti nya nihil, Shanum mungkin masih sakit, ga ada se orang pun guru yang tau keadaan Shanum, membuat Akmal hilang komunikasi.


bel tanda masuk sekolah berbunyi, Akmal berjalan lesu ke kelas nya,


jam pertama pelajaran telah selesai,


bu Tuti mengetuk pintu kelas,


"assalamu'alaikum pak andi"


"waalaikumsalam"


pak andi menghampiri bu Tuti, mereka berbincang beberapa menit di luar,


"anak anak, minta waktu jua sebentar, yang nama nya di sebut, tolong ikut bapak ke ruang Kepala sekolah,


Akmal


Nita


Yessi


Lidya


sudah, silahkan kalian kemasi buku, dan bawa tas kalian ke ruang kepala sekola terimakasih"


seketika suasana menjadi ricuh, mereka menyangka ini ada kaitan nya dengan kejadian kemarin di perkemahan,


Nita terdiam, jantung nya jelas deg deg'an


mereka ber empat masuk ke ruang kepala sekolah,


"assalamu'alaikum" kata Akmal


"waalaikumsalam" kepala sekolah dan Frans menjawab, suasana bertambah tegang, semua murid yang di panggil itu duduk di depan kepala sekolah


"anak anak, kenalkan ini pak Frans, beliau adalah om dari ananda Rifa, dan beliau juga assisten pribadi dari tuan Reynan baskara, yang tak lain ayah dari. ananda shanum, seperti yang kita tau, tuan Reynan penyokong dana terbesar pada Sekolah kita, terutama untuk siswa_ siswi berprestasi,


untuk selanjutnya, bapak serahkan pada pak Frans, untuk menyampaikan pesan pesan nya"


Akmal tercengang, nyali nya tiba tiba menciut, jadi selama ini shanum adalah putri dari tuan Rey?

__ADS_1


tuan Rey juga adalah donatur ter royal untuk panti asuhan yang ayah nya miliki,


Jangan tanya bagaimana Nita dan genk, wajah nya sudah pucat pasi, mereka hanya bisa. menunduk pasrah, mendengarkan semua nya.


"oke assalamu'alaikum, " sapa Frans


"waalaikumsalam"


"seperti yang pak dodi sampai kan, saya assisten dari ayah nya Shanum,


saya mendapat kan perintah untuk membawa kalian semua ke kediaman Shanum, terlepas nanti akan ada sanksi dari pihak sekolah karna kejadian kemarin,


dan untuk kamu terutama Nita,


saya harap jaga sikap, kamu kini kelas 3 akan fokus dengan ujian kelulusan kamu, apa kamu masih mau sekolah di sini, atau harus kami keluarkan kamu dan cari sendiri sekolahan yang mau menerima kamu, dan saya jamin itu ga akan ada sekolah yang akan Terima kamu.


saya tau bapak kamu seorang security di bank suasta, dan ibu kamu punya usaha jahit di rumah, apa mereka sudah tau kelakuan anak nya? "


Nita cepat menggeleng,


"saya mohon jangan om"


"om??. kamu pikir saya om kamu?? " kata Frans sambil nyengir,


"kalau Rifa manggil saya om itu memang benar, dia saya besarkan, karang tua nya, atau ayah nya kakak saya, mereka meninggal karna kecelakaan, jadi kalo kamu berpikir Rifa adalah simpanan saya, itu salah besar"


"atau siapa yang sebenar nya simpanan"


Frans mengeluarkan selembar foto, yang terdapat Nita bersama lelaki ber perut buncit sedang cek in di sebuah hotel


Nita menggeleng cepat,


"masih mengelak?? apa harus saya keluarkan bukti lain lagi? " Frans merogoh lagi saku nya


"udah cukup om.. eh tuan.. maafkan saya"


pak Dodi merasa malu dengan hal itu


"dengar,


shanum berpenampilan seperti itu memang ajaran dari bunda nya, menutup aurat.


dan nona kami itu, meminta agar tidak di ekspos siapa diri nya, karna dia tidak mau ada perbedaan sosial di sekolah ini,,


di tambah ia menghindari dari orang orang munafik macam kalian, yang mau bergaul dengan orang punya saja, kalian menghina orang orang yang perekonomian nya lemah"

__ADS_1


"jadi, apa sanksi yang sepadan dengan mereka pak Dodi? β€œ tanya Frans


dengan mantap pak Dodi menjawab


" drop out pak Frans "


Nita langsung duduk di lantai bersimpuh,


"pak tolong jangan keluarin kita, saya tau saya salah, saya janji ga akan ganggu shanum lagi pak, ayah saya galak, saya bisa habis di pukulin kalo ayah saya denger ini semua, saya mau ujian di sini pak,, saya janji saya ga akan ganggu ganggu shanum lagi"


kepala sekolah tidak bisa berkata apa apa, Nita memang sudah kelewatan dengan tingkah nya di sekolah atau di luar Sekolah.


"saya ga tau kalo shanum adalah anak dari tuan Rey, mohon maafin saya pak"


"walaupun bukan anak tuan Rey kamu ga sepantas nya berbuat begitu Nita, kita sudah bosan tegur kamu, kamu selalu bikin masalah, terutama sama nona shanum"


"saya mengakui pak, saya janji saya akan berubah"


Frans terdiam,


lalu ia berdiri,


"pak Dodi, terimakasih kerja sama nya, mereka akan saya bawa ke rumah shanum"


"mohon maafkan kami atas kejadian ini semua pak, sampaikan juga permintaan kami pada tuan dan nyonya Rey"


"InshaAllah nanti saya sampaikan"


"pak.. "


Akmal memberanikan diri memanggil Frans,


"maaf apa shanum baik baik saja? "


Frans menatap nya,


"kamu Akmal? β€œ


" iya pak.. "


"ayo ikut, kita akan tau bagaimana kondisi shanum "


Akmal mengangguk, ada rasa lega dalam hati nya, kalau Shanum sudah ada di rumah, kemungkinan besar kondisi nya baik.


mereka keluar dari ruang kepala sekolah,

__ADS_1


kebetulan waktu istirahat sedang berjalan...


anak anak saling berbisik melihat Nita dan teman teman nya di bawa ke mobil yang sebagian mereka tau, itu mobil yang sama saat menjemput Shanum, namun tidak ada informasi yang bocor pada para murid, tentang apa yang terjadi..


__ADS_2