
lampu padam, Aldi tidak sabar ingin membuka nya, akan ia ucapkan kalau dia mencintai istri nya, ia janji akan baik pada Amira, ia akan merubah kehidupan mereka..
perawat membuka kan pintu,
Nino keluar, dengan amarah nya ia memandang Aldi, Nino ingin meneriaki nya, namun ini bukan waktu nya,
"kami ga bisa menyelamatkan nya" ucap Nino dengan tegas pada Aldi,
"apa maksud kamu" Aldi maju, ia tak suka mendengar itu,
melihat ketegangan itu, dokter sonya mendekat pada Nino,
ia melerai,
"pak maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, ibu Amira tidak tertolong, pendarahan membuat dia lemah"
"kalian bohong kan??
bilang sama aku kalo kamu mau rebut Amira dari aku dokter" aldi menunjuk dada Nino ia meninggikan suara nya.
"kamu takut..?? "
"dokter" sonya memegang kedua lengan Nino, ia mendorong sedikit tubuh rekan dokter nya itu,
"pasien mau di bawa keluar, kalian menghalangi jalan" ucap sonya sangat pelan,
"kasihan pasien, kalian jangan begini"
Nino dan Aldi menoleh bersamaan, perawat mendorong tubuh kaki Amira keluar,
"non.. ya Allah. " bi yuni menangis,
Aldi menatap istri nya,
"sayang bangun,"..
Aldi terus membangunkan Amira,
Nino tak tahan, ia pergi, pikiran nya harus di tenangkan..
Nino membersihkan diri nya, tak perduli beberapa orang bahkan rekan dokter nya menyapa ia tidak menjawab nya, menyambar kunci mobil di atas meja kerja nya, Nino akan pulang,
mata nya lurus menatap jalanan di depan sana, namun terus mengeluarkan cairan bening, tangan nya mencengkram stir mobil dengan kuat,
aku ga bahagia Nino...
aku bahkan ga tau dengan perasaan ku sendiri..
Amira seolah tau ia akan pergi, ia mengatakan semua nya keluhan yang ia alami, namun kata kata itu menjadi boomerang untuk Nino,
kata kata itu terngiang selalu di telinga nya,
"kamu ga ngasih aku kesempatan Amira, aku sayang sama kamu, ini hukuman paling menyakitkan buat aku"
di kepala nya, tergambar jelas wajah Amira yang sedang menangis saat terakhir mereka bertemu di RS, Nino tidak tahan, ia memarkirkan mobil nya untuk menepi,
Nino menangis, ia rapuh..... menyembunyikan wajah nya di tangan...
__ADS_1
setelah merasa lebih baik, Nino melanjutkan perjalanan nya, ia lelah.. tidak hati nya yang lelah, ia ingin memejamkan mata, berharap ini sebuah mimpi dan akan kembali ke semula ketika bangun.
HP nya tak berhenti berdering, entah lah siapa yang sedang menghubungi nya, ia tidak ingin di ganggu,
memarkirkan mobil nya di belakang, Nino melangkah menuju pintu samping rumah nya,
bunda nya telah menunggu, wajah nya tampak sedih...
Nino mendekat, Rena merentangkan kedua tangan nya, agar sang putra datang,
tanpa basa basi, Nino memeluk bunda nya, ia menangis di sana, Rena pun menangis, ia sudah tau dari Rey, Rey datang ke RS namun Nino sudah pergi, dokter sonya dan Farhan memberitahukan semua nya pada Rey,
"menangislah nak, bunda tau kamu sedang berduka" Rena mengusap punggung putra nya,
untuk beberapa menit Nino masih menangis,
"dia udah pulang bun, dia ninggalin Nino"
Rena tak bisa berkata apa apa, ia hanya mempererat pelukan nya,
"semua nya akan pulang sayang, hanya waktu nya saja yang berbeda"
"Nino sayang dia bun"
Rena mengangguk,
"bunda tau sayang"
Nino merenggangkan pelukan nya, Rena membantu nya mengusap air mata,
Nino terdiam,
"istirahat lah" Nino mengangguk,
"Nino ke atas dulu bun"
"iya sayang.. "
Rena menghubungi Rey, memberitahukan kalau nino sudah pulang, Rey khawatir karna telpon nya dari tadi tidak Nino angkat,
Nino masuk ke kamar,
mencari sesuatu.. ia menyimpan banyak kenangan bersama Amira di dalam foto, kegiatan kegiatan saat SMA, kebersamaan nya saat bertemu, Nino membuka kembali foto foto itu,
"tidur lah, aku tau kamu lelah, aku tau kamu kesakitan, kamu jatuh dari ketinggian,
banyak luka di tubuh mu, aku tak tega melihat nya, kamu udah ga sakit lagi kan??
semoga kamu dapat tempat terindah di sisi Allah Amira, aku sayang kamu.... "
Nino diam di balkon kamar nya, ia ingin menyendiri, pintu kamar ia kunci, terdengar beberapa kali ketukan di pintu, namun sungguh ia tidak mau di ganggu
***
Aldi menatap jenazah istri nya yang sudah di kafani, ia begitu cantik, wajah nya bersih, walaupun ada luka di kening nya karna benturan di tangga,
_ aku melihat nya, bagaimana kamu jatuh, tapi aku ga bisa ngelakuin apa apa, aku salah Amira, aku bersalah, kamu menderita hidup bersama ku, maaf untuk itu, jika ada kata yang lebih bermakna di atas kata maaf aku akan mengucapkan nya beribu ribu kali, walau itu tidak akan menghapuskan dosa ku pada mu, aku harap ini mimpi sayang, aku menyayangi mu _
__ADS_1
kedua orang tua Amira telah datang, mereka yang sangat jarang bertemu dengan putri nya menangis histeris, mereka tidak Terima putri nya meninggal dalam keadaan begini, ini amat sangat memukul hati mereka,
Aldi tidak pernah memberikan ijin pada Amira untuk sekedar datang berkunjung, mereka hanya datang jika hari raya atau acara pernikahan, orang tua Amira jarang berkomunikasi melalui telpon, aldi membatasi nya.
wajah sang istri hendak di tutup sempurna, namun Aldi meminta nya untuk jangan buru buru, ia masih rindu, ia belum. ikhlas...
"tuan, kasinan non Amira, ga boleh di lama lama "
ucap bi yuni memberikan pengertian,
terlebih orang tua Amira mereka jelas rindu tak menyangka pertemuan mereka jadi saat waktu terakhir seperti ini...
...****...
...kau datang mendekatiku,...
...namun tetap ada jarak,...
...kisah cinta kita tetap tidak lengkap....
...ini bukan seperti langit,...
...yang harus selalu memenuhi bumi....
...cinta sejati adalah.......
...cinta yang tidak mencapai tujuan....
...ada warna, ada cahaya,...
...bila kau di samping ku,...
...dunia ini bagaikan surga....
...di atas pasir,...
...terlihat sesuatu, seperti nama ku,...
...kau menulis nya, lalu menghilang meninggalkan ku....
...ada aroma mu di sini,...
...aku bahkan bertabrakan,...
...lihatlah sambil berjalan, seberapa jauh aku datang....
...jika di sini adalah surga,...
...lalu mengapa aku tidak menemukan mu??...
...bulan, matahari ada di sini,...
...aku sudah menunggu mu sejak puluhan tahun hingga aku kehausan,...
...mengapa waktu begitu lama??...
...kisah kita belum lah lengkap sayang......
__ADS_1