
Nino masuk ke kamar, matanya tertuju pada piring di meja, July tidak menghabiskan makan nya,
suara gemercik air terdengar di kamar mandi, seperti nya July sedang mandi..
tokk tokk tokk
"sayang" Nino memanggil istri nya
"maasss? "
"iya ini aku"
"sebentar aku lagi mandi"
"oke"
Nino membalas beberapa pesan di HP nya saat July keluar dari kamar mandi,
"makan nya ga abis" Nino nampak sedih,
"maaf ya, ga tau kenapa aku ga nafsu makan"
Nino mengulurkan tangan nya, membawa July untuk duduk di kaki nya,
"kamu udah telpon papah ya? “ tanya July
Nino tersenyum,
" udah dong"
"pantesan tadi aku telpon papah, papah bilang udah tau"
"iya aku kemarin menelpon nya" Nino memeluk pinggang sang istri, July memainkan rambut suami nya
"istirahat dulu, perjalanan kan lama"
"mana bisa, aku pengen cepet cepet berangkat" seperti anak kecil yang sudah di janjikan pergi, Nino sudah tidak sabar
"kita main air sepuas nya di sana oke, banyak fasilitas di sana.. aku ingin menyelam"
"aku ga bisa" ucap July cemas
"kita sama sama, akan ada pemandu di sana"
July mengangguk,
"kamu senang akan pergi? “ tanya Nino
" tentu sayang, aku yang mau pergi ke sana, makasih udah ngabulin kepengen aku"
July mengecup kening suami nya,
"apa 5 hari cukup? tanya Nino lagi
" lebih dari cukup sayang, jangan lama lama juga" ucap July
"kalau kamu mau tambah waktu bilang saja oke, aku ambil cuti 1minggu"
July tersenyum.
"aku akan bilang nanti"
melihat semangat yang Nino punya, July jadi tidak tega mengadukan keluhan nya,
hari sudah mulai sore, July sudah siap di bawah, di temani sang bunda dan shanum yang baru pulang dari sekolahnya
"rumah jadi sepi deh" shanum memeluk kakak ipar nya
"cuma 5 hari dek"
"aku kan biasa ada temen kalo malem"
"kaya yang suka ngobrol aja ama kita, kamu suka bnyak tugas di kamar aja terus" Rena protes
sopir mulai membawa koper mereka ke mobil,
perjalanan akan memakan waktu setidak nya 4 jam di udara,
__ADS_1
Nino membawa tas berisi obat obatan, mengantisipasi sesuatu yang mungkin saja terjadi,
"kak, ayah belum bisa pulang, lagi ada tamu" ucap Rena
"ga apa apa bun, om Edo udah ngurus semua nya ko" Nino mencium tangan, dan kedua pipi bunda nya
"hati hati ya sayang, nikmati waktu kalian, semoga ada hasil dari liburan ini" Rena tersenyum penuh arti pada kedua anak anak nya
July tersenyum,
"do'ain ya bun" ucap Nino
"doa bunda selalu buat anak anak bunda yang terbaik, semoga Allah lindungin kalian dimana pun kalian berada.. kabari bunda kalau sudah sampai ya? “
" siap bun"
Rena mengantar July dan Nino sampai di pintu mobil, ia terus bertanya, mengabsen barang apa saja yang harus di bawa,
**
"sayang kamu ga apa apa? “ Nino melihat istri nya diam saja
" ga apa apa mas, emang kenapa? "
"kamu ga biasa nya diem begitu"
July tertawa,
Rey memberikan fasilitas terbaik untuk keberangkatan bulan madu anak menantu nya,
"anggap saja ini hadiah buat bulan madu kalian" ucap Rey pada Nino saat itu,
pesawat mulai terbang, mungkin sekitar jam 9 malam mereka baru sampai di lokasi,
di sana Nino telah memesan mansion cukup mewah untuk 5 hari ke depan mereka tinggal,
perjalanan 1jam lagi sampai,
namun July mulai gelisah, pinggang nya semakin terasa memanas, perut nya pun terasa mual..
"mas aku ke toilet dulu"
"kamu mual? " tanya Nino,
July berjongkok di depan Kloset, Nino mengikuti nya berjongkok, ia mulai muntah muntah,
Nino mengusap pundak dan punggung istrinya
"sayang.. "
"mas... aku pusing.. "
"apa masih mual? "July menggeleng,
" ayo kita ke kamar, kamu tidur aja ya"
_ masa iya mabuk perjalanan? Ana sering bolak balik menggunakan pesawat, tapi kenapa sekarang dia pucat sekali _
Nino membantu istri nya berbaring, membawa tas obat untuk mencari minyak angin utuk istrinya,
July menangis
"mas.. perut aku sakit"
"dimana yang sakit? “
July menunjukan perut bawah
"kamu belum datang bulan sayang? aku belum denger kamu haid" ucap Nino
"aku haid terakhir 4hari sebelum kita nikah mas"
"itu udah sebulan lebih sayang, apa mungkin kamu hamil? “ Nino tersenyum, mengusap pipi sang istri,
" aku ga tau.. " jawab July lemah
Nino memeluk istri nya, menciumi wajah nya dengan lembut,
__ADS_1
"aku ga bawa tes kehamilan, sejak kapan kamu ngerasa ini? "
"ga tau pasti nya mas, aku sering cepet lelah, dan akhir akhir ini mual, selera makan aku ilang"
Nino semakin erat memeluk istri nya
_ ya Allah, apakah benar Ana hamil? aku bahagia sekali_ Nino terus mengucapkan harapan harapan nya, July tertidur di pelukan nya,
jika benar July hamil, mungkin ngidam nya bisa di katagori kan manja banyak keluhan,
Nino mendengar suara pemberitahuan dari co_pilot bahwa 15 menit lagi mereka akan mendarat, Nino harus bersiap, tetapi ia tak tega membangunkan istri nya..
namun July terbangun, matanya terlihat memerah,
"masih lama ga mas? aku pengen cepet sampai"
"sebentar lagi sayang, ayo kita siap siap, kamu kuat bangun? “
" inshaAllah mas"
Nino membantu istri nya untuk duduk di kursi, mereka bersiap,
July terus memegangi kepala nya..
dua orang pramugari datang membantu mereka,
"apa ibu sakit? ibu pucat sekali? “
"entah lah, aku ga biasa seperti ini"
jawab July pasrah pada salah satu pramugari yang bertanya,
Nino tersenyum
"dari gejala yang istri ku rasa seperti nya ia ngidam" ucap Nino asal,
"MasyaAllah semoga betul ya ibu bapak"
July tersenyum sekena nya, walaupun hati nya sangat senang jika betul ia hamil,
"selamat berbulan madu bapak ibu, inshaAllah kita akan bertemu 5 hari lagi di sini, kami akan menjemput" pilot dan semua crew turun melepas tuan dan nyonya nya memasuki mobil fasilitas Mansion yang menjemput mereka di bandara,..
"berapa lama lagi di perjalanan? "
"Sir, how long will it take us to get to the Mansion?" Nino bertanya pada sang sopir
"about 30 minutes if the road is not jammed sir"
July mendesah mendengar itu, semoga saja perjalanan lancar, ia sungguh ingin merebahkan tubuh nya
"sabar ya sayang"
Nino mengusap terus punggung istri nya, agar July merasa nyaman.
"apa mau sesuatu? " tanya Nino
"apa di sana ada penjual nasi uduk? aku mau makan“
Nino terkejut,
" mana ada nasi uduk, ini sudah malam dan bukan di Indonesia "
July cemberut, menyandarkan kepala nya di bahu Nino, " aku mual lagi, tapi ga mau muntah "
"sabar ya sayang, nanti aku cari supermarket, kemaren aku survei lokasi mansion lengkap fasilitas nya, aku akan beli tes kehamilan buat kamu"
July mengangkat wajah nya, menatap sang suami,
"apa benar aku hamil? “
" dari ciri ciri nya begitu, aku mau cek. perut kamu tadi di pesawat, tapi kamu pulas sekali tidur"
July tersenyum.
"jadi apa rasa mual ku karna dia? aku ga pernah mabuk perjalanan selama ini"
"bisa jadi sayang" Nino menempelkan kening mereka "dia seperti nya nakal seperti mu" tambah Nino lagi
__ADS_1
"maksud nya? " tanya July heran
Nino tertawa, "dia aktif, seperti ibu nya"