
rena turun dari kamar nya menuju ke bawah, iya sudah merasa lebih baik dari tadi,
momi sedang menikmati kopi hangat nya di ruang TV, TV menyala tapi tetap saja pandangan nya tertuju pd handphone nya😅,
menyadari rena datang..
"sayang, ko turun..?
" Alhamdulillah rena udah enakan mi,
" rey mana? ga turun? "
"tadi ada telpon, sekarang masih ada di kamar (rena duduk bersebelahan dengan sang mertua, menyandarkan kepala nya di bahu momi)
momi mengusap kepala sang menantu,
" rena pengen peluk sebentar boleh?? "
"kenapa sebentar sayang, lama juga boleh"
rena tersenyum, memeluk sang mertua,
"rena kangen mamah"
"sayang, hanya doa sekarang yang sampai pada mamah kamu (momi mengusap usap lagi kepala menantu nya)
rey turun, melihat pemandangan di depan nya ia tersenyum,
rena sedang manja pada momi nya,
rey memeluk mereka dari belakang,
" lagi apa sih, ko peluk pelukan?? "
" ich, ganggu aja deh ( kata momi)
rey melepaskan pelukan nya, duduk di samping sang momi,
"sayang, aku keluar sebentar ya"
"ayah mau kemana?
" frans barusan telpon, kita mau ke rumah alm dani lagi "
"momi juga belom ke sana rey"
"kalo mau kesana besok saja ya, besok 3hari nya"
"kita bareng bareng mi ke sana nya (tambah rena)
" iya sayang, ya sudah, jangan lama lama ya rey, hati hati di jalan"
"ok mi, (mencium tangan sang momi, rena mengantar rey ke depan)
mencium kening sang istri lama, rey memejamkan mata nya ( "maaf sayang, aku janji ini yang terakhir, aku akan membereskan semua nya, rey bergumam dalam hati nya")
" jangan tunggu aku pulang, aku ga tau pulang jam berapa"
rena terdiam, mengapa rasa nya berat sekali. melepas genggaman tangan suami nya...
"sayang... (rey memanggil rena, istri nya melamun lagi)
" ah iya, maaf "
"aku jalan ya, istirahat ya sayang.. " (tambah rey)
" iya, (menjawab sekena nya)
(rey pergi, melepaskan genggaman tangan istri nya, ia harus bergegas, salah satu pengawal nya memberi kabar kalo frans pergi, membawa beberapa senjata dari rumah pelatihan, rey takut frans melewati batas)
"astaghfirullah, perasaan apa ini, rey udah janji ga bakal terlibat masalah seperti kemarin lagi, tapi kenapa hati ini ragu" (rena bergelut dengan perasaan nya, menghilangkan parasangka yang kurang baik, ia ke dapur, berniat membuat kue untuk di bawa nya ke rumah mila menjelang tahlil hari ke 3 besok)
rey turun cepat dari mobil
"pak pulang saja, jangan nunggu saya (kata rey pada pak joko)
__ADS_1
" baik den"
"emhh pak, kalo rena atau momi nanya, bilang saya ke rumah alm dani ya"
"apa mau di antar ke sana den? "
"ga usah pa, nanti anak anak juga bawa mobil"
"siap kalo gitu saya pulang den"
"hati hati pa"
rey masuk,
team nya sudah berkumpul, semua membungkukkan badan,
"bagaimana? (rey bertanya pada Erwin)
" pak frans tadi melacak lokasi Galih ia menemukan nya"
" berapa orang yang ikut,?? "
"dua tuan, Edo dan rian"
"mereka penembak jitu, tapi tetap saya khawatir" (rey berjalan ke ruang ganti, memakai rompi anti peluru nya, ia bersiap semua team bersiap, hanya di sisakan tiga orang saja untuk menjaga rumah"
rey memasang Arephone, mencoba berkomunikasi dengan frans,
"hallo rey" (frans menjawab)
"kirim lokasi frans“
"ok"
rey menelpon juga teman polisi nya, ia ingin semua selesai Galih selain punya sifat psikopat, ia juga ternyata bos dari obat obat an terlarang,
rey bergegas, ia tak mau terlambat, jangan ada korban lagi, cukup kita serahkan saja pada polisi
mengantongi sebuah pistol, jantung rey berdebar, ini hanya untuk jaga jaga, tak akan ia pakai kalo keadaan tidak mendesak,
melacak terus keberadaan frans, ia menetap tidak berpindah, frans sudah mengunci target
berada ±20meter dari tempat frans rey memantau,
frans mengirim pesan
"masuk rey"
rey sempat berfikir, masuk?? apa situasi sudah aman?
beberapa unit mobil kepolisian datang, rey bersiap
menggenggam senjata nya, ia di kelilingi bebrapa orng team nya
*tetap kan sang bos mah harus di kawal🤗
memasuki gerbang tinggi sebuah rumah besar, rey tercengang dua orang sudah tergeletak di tanah, satu tidak bergerak, satu masih bergerak, seperti nya menahan rasa sakit akibat luka tembak di kaki nya"
"aman.. ( seseorang memeberi kode)
mereka bergerak maju, berdampingan dengan beberapa orang polisi,
rey menurunkan senjata nya, ia tak percaya apa yang ia lihat kini,
frans sedang menginjak kepala seseorang, orang itu masih bergerak, ia merintih,
lantai sudah banyak darah beberapa orang dari lawan tergeletak di sana sini,
" mau kita apakan dia rey,
(frans menjambak rambut pria itu, wajah nya sudah penuh darah, rey kenal siapa dia, dia Galih)
karena dia, saudara kita berpulang"
entah apa yang frans lakukan, tapi melihat anak buah Galih, mereka terluka di daerah kaki, di pastikan tidak ada yg wafat,
__ADS_1
polisi masuk, membereskan kekacawan, Galih masih ada di tangan frans, rey mendekat.
"serahkan pada polisi frans, jangan kotori tangan mu dengan membunuh nya"
frans masih belum puas sebenar nya, namun rey sedikit tak tega melihat keadaan Galih yang sudah babak belur, sama seperti adlah dulu, sudah di pastikan mengalami patah tulang leher dan kaki..
rey menepuk pundak frans,
frans melepaskan tangan nya dari rambut Galih, membuat nya oleng dan ambruk,
rey dan frans berpelukan,
"lo abang yang luar biasa frans, dani sudah tenang di sana"
mata frans memerah, sekelebat bayangan nya bersama dani muncul,
rey juga demikian, bagaimana frans dan dani di barisan terdepan saat menyelamatkan rena dari penculikan,
polisi membersihkan TKP,
"terimakasih kerja sama nya pak rey, kami memang sedang memantau, ini sangat meresahkan, sasaran oprasi obat Obatan terlarang mereka adalah remaja"
"sama sama pak, kami senang bisa membantu, tapi mohon maaf, merka kami serahkan dalam keadaan terluka" (ucap rey)
sang polisi tersenyum, ia sudah tau semua nya, beruntung team rey dan frans tidak menembak mati semua anak buah Galih,
"itu bukan masalah pak, sisa nya serahkan pada kami" (polisi itu menjabat tangan rey dan frans)
rey dan frans dalam satu mobil, mereka akan pulang ke rumah pelatihan, membersihkan diri, dan mengembalikan senjata,
"gimana rena? "
"sudah lebih baik, seperti nya ia curiga"
" feeling istri lebih kuat rey"
"istirahat lah frans, berlibur lah besok" (kata rey, ia tau teman nya itu pasti lelah)
"thanks bro"
rey meminta pak joko menjemput nya lagi, ini sudah pukul 11malam , rena pasti sudah tidur
sesampainya di rumah, rey langsung ke atas, membuka pintu kamar, rena belum tidur, ia sedang menonton TV,
rey mendekat, namun sang istri tidak bergerak sedikit pun mendengar kedatangan nya,
ia memperhatikan rena, rey tertawa.
ternyata rena tertidur, pantas saja dia tidak bergerak,
rey mengangkat tubuh sang istri, berniat memindahkan nya ke tempat tidur, rena terbangun,
mendapati sang suami menggendong nya, rena menenggelamkan wajah nya di dada sang suami,
rena merasa lega, ia khawatir sejak tadi menunggu sang suami,
rey menyelimuti nya, mengecup kening nya,
"lanjutkan tidur mu sayang, aku ganti baju dulu"
rena mengangguk,
rey pergi berganti pakaian,
saat rey kembali rena terbangun,
" aku mau buat susu hangat, apa kamu mau sayang? " tanya rey pada sang istri,
"aku sudah minum tadi yah, makasih.. "
"ok, aku ke bawah dulu"
rena pergi ke toilet, ia melihat baju di keranjang cucian, baju ini yang rey pakai tadi,
ada noda darah, begitu kontras terlihat, baju rey berwarna abu muda,
__ADS_1
rena bergetar, ia meremas baju suami nya, fikiran nya sudah kemana mana, benarkah apa yang ia fikirkan tadi?? rena lemas dan tak sadarkan diri