Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 44


__ADS_3

Rena membantu bi asih menyiapkan sarapan, momi belum keluar dari kamar, membuat rena khawatir, belum ada kabar tentang putri.


"bi, rena panggil momi dulu ya.. "


"mangga non... (jawab bi asih)


sempat menempelkan telinga nya di pintu, rena tidak mendengar suara apa pun di dalam...


" duh.. apa ketuk aja pintu nya ya? aku khawatir "


rena mondar mandir di depan pintu kamar momi,


rey datang, melihat istri nya yang sedang gelisah


"sayang.... " (panggil rey)


"ah.. iya yah... aku mau bangunin momi, tumben belom bangun"


rey melirik pintu di depan nya,


"sini biar aku yg ketuk"


rena bergeser, namun ia membuntuti suami nya,


"tokkk tokkk tokk, mih.... "


tidak ada jawaban, rey mencoba membuka pintu, alhamdulillah tidak terkunci...


pelan pelan, ia mengintip, mempelajari keadaan,


rey melihat momi nya masih terbalut selimut, hanya kepala nya saja yang menyembul.


"momi masih tidur sayang.. " ( ucap rey pelan pelan pada istri nya)


rena mengangguk..


"coba cek yah, atau bangunin aja"


rey menurut, dia duduk di pinggir ranjang momi nya, pelan pelan membuka selimut,

__ADS_1


"mih... (rey mengusap kening momi yang terhalang rambut.. demam.. momi panas sekali..)


" sayang, badan momi panas"


"panas ?? " (rena mendekat, ia ingin mengecek nya sendiri) ya Allah, iya yah, apa kita bawa ke RS? “


"iya, temenin momi di sini, aku pangil pak joko"


rena mengangguk,


menyingkap sedikit selimut yang momi gunakan, rena mengusap tangan mertua nya


"mih, ini rena... momi denger rena"


momi membuka mata, ia tersenyum.


"sayang momi meriang... se malem ga bisa tidur"


"mih kenapa ga ngasih tau kita, kita bisa beli obat"


momi menggeleng,


rey datang ia merasa lega karna momi sudah bangun..


"momi bilang meriang katanya " ( rena memberitahu rey)


"ga usah ke rs rey, momi ga apa apa, bawain aja obat di bi asih, dia tau"


"rey udah nyuruh pak joko buat siapin mobil, ayo ke RS. “


"engga sayang ga apa apa beneran, momi se malem ga bisa tidur" (momi bangun, duduk bersandar di ranjang nya, rena membantu menumpukan bantal di belakang punggung momi,


"momi ga apa apa, tenang aja ya... "


rena terdiam, momi pasti kepikiran putri,


"momi mau sarapan apa? biar langsung minum obat ya.. "


momi tersenyum,

__ADS_1


"apa saja sayang, Kamu jangan cape cape minta bi asih aja yang nyiapin"


"iya mih, ayah temenin momi dulu ya"


rey mengangguk, rena sengaja pergi, mungkin momi mau bicara pada rey tentang putri.."


"momi khawatir rey, dimana adik mu?,


apa momi terlalu keras padanya rey? “


"niat momi baik, tapi setiap orang punya tanggapan berbeda dari sikap seseorang"


"momi hanya ingin yang terbaik buat ade kamu rey, momi pengen lihat, segimana serius nya Yuda sama putri"


"ya, rey pun begitu mih, bisa saja rey mempekerjakan Yuda dan memberi jabatan yang bagus untuk menunjang kehidupan nya, tapi itu tidak baik, terbiasa di beri akan membuat dia lemah, Yuda juga diam diam memperhatikan mereka mih"


"ya sayang, momi harap putri segera kembali"..


**


Yuda di anggap bersih oleh frans karna seperti nya ia tidak terlibat,


Yuda juga tidak tau putri kemana, karna tidak ada tanda tanda dia akan pergi, komunikasi mereka berjalan seperti biasa saat putri belum menghilang,


" apa kau sedang dalam masalah? " (tanya frans pada Yuda)


"engga bang, saya rasa sedang baik baik saja"


"ada seseorang yang kamu curigai? “


Yuda menggeleng, ia benar benar buntu,


atas perintah rey, pihak kampus sudah di beritahu tentang kehilangan putri, dengan maksud memperluas pencarian, ini sudah 24 jam putri hilang,


frans pamit pada Yuda, menyudahi pembicaraan mereka di cafe


" kabari kami secepat nya kalo ada kabar"


"pasti bang, aku juga khawatir"

__ADS_1


Yuda mengantar frans ke depan, dengan motor nya frans pergi, namun ia tidak bisa mempercayai Yuda begitu saja, ada team yg berjaga di area cafe, siapa tau suatu saat putri datang ke sana, atau ada gerak gerik dari Yuda yang mencurigakan..


__ADS_2