
_ bang Al sama bunga lewat lagi ya, biar ga bosen🤠_
Al telah siap, namun bunga masih meringkuk dengan selimut nya, setelah menerima telpon sungguh tubuh nya sangat lemas....
"lho ko tiduran lagi? "
Alif melihat istri nya, bunga melamun lagi, Alif sedikit heran kenapa istri nya itu,
tak ada jawaban, Alif menyentuh lengan istri nya, menyadarkan lamunan nya,
"dek, ko ngelamun terus?? “
bunga memaksakan senyum.
" mas maaf bunga lemes banget, jangan hari ini ya pergi nya, lain kali saja"
Al berjongkok, mensejajarkan tubuh nya dengan wajah sang istri,
"mau sarapan apa? biar mas siapin? “
bunga menggeleng,
" belom laper mas"
"hey wajah kamu pucat dek"
"nanti kalau mau makan aku pasti bilang mas"
"baik lah, mas turun dulu, Juli pasti sudah nunggu buat sarapan" bunga setuju, kasihan putri nya dari kemarin hanya main dengan sang pengasuh,
hari beranjak sore ketika sebuah pesan masuk ke HP bunga, menampilkan foto foto syur nya dengan bram, tubuh bunga limbung seketika, ia terduduk di kasur nya
"kalo kamu ga dateng, aku kirim foto ini ke suami kamu sayang" bram mengirim pesan
"kamu gila bram" balas bunga
"hahahaa, ya aku begini karna kamu menikah dengan laki laki sok alim itu, jadi, akan aku hancurkan se hancur hancurnya kalian,
lalu bagaimana anak ku? apa kamu merasa mual? sungguh aku ingin memeluk mu"
"ini anak Al, bukan anak mu"
"ish... mari jangan berdebat, aku membawa mu ke apartemen karna aku tau suami mu itu tidak pulang sayang, kamu kesepian bukan? “
bunga sangat muak, ia mematikan HP nya, berharap bram tidak akan mengganggu nya lagi,
" tapi gimana kalo bram benar benar mengirimkan foto itu pada Al? “ bunga merasa pusing, Al mengajak Juli bermain ke taman bermain di mall terdekat, bunga bersiap, ia akan pergi, berharap ini yang terakhir kali nya ia bertemu bram, psikopat yang selalu mengejarnya dari jaman kuliah dulu, mereka pernah berpacaran, namun jelas bunga ingin lelaki terbaik untuk jadi suami nya,
Tuhan mempertemukan nya dengan Al, lalu menikah, di sana lah bram semakin benci bunga, apa lagi ia tau bunga hamil anak Al ,.
bunga melajukan mobil nya ia harus cepat sebelum Al dan Juli pulang,
namun nasib tidak berpihak pada nya, karna no HP nya tidak bisa di hubungi, bram kalut, ia takut kehilangan bunga, ia nekat, mengirimkan foto foto mereka pada Al.
Al baru saja selesai memasangkan sabuk pengaman pada Juli,
ia memeriksa pesan, rahang nya mengeras seketika melihat dengan jelas wanita dalam foto yang tak pantas itu,
__ADS_1
hati nya berkata bukan, mungkin saja hanya mirip, namun Al melihat dengan jelas mobil istri nya melewati mereka,
"bunga? bukan kah kamu ga bisa bangun dari tempat tidur? lalu mau kemana kamu? “
Al penasaran, cepat ia mengikuti istri nya
" papah kita mau kemana? " Juli bertanya dengan polos nya,
"tunggu sebentar ya, papah ada perlu sayang "
Al semakin curiga, mobil istri nya berbelok ke sebuah apartemen,
Al rasa tidak memiliki teman maupun saudara di sana.. Al terus mengikuti bunga, Juli ia gendong,
"papah itu mamah" kata Juli
Al menaruh jari di depan bibir nya,
"sayang jangan bilang bilang mamah, kita akan buat kejutan oke" ucap Al tersenyum, Juli mengangguk,
bunga seolah terburu buru, ia sama sekali tidak menoleh kebelakang, setelah melewati lorong, ia berhenti di sebuah pintu dan memencet bel, Al bersandar di tembok dari tempat nya bunga tidak akan melihat.
pintu apartemen terbuka, bunga terlihat mematung, ia menutup mulut nya terkejut,
tangan bram berdarah, isi apartemen nya amburadul, itu karna HP bunga tidak aktif,
"kamu datang sayang? " ucap bram, ia malah tersenyum memandang tangan nya sendiri.
"aku kira kamu ga akan datang, aku jadi marah, lihat di dalam berantakan sekali"
bunga menangis, bagaimana bisa Tuhan mengirimkan lelaki gila seperti ini pada nya, aku harus apa? dada nya begitu bergemuruh, bunga masih diam, tangan bram yang berdarah terulur, hendak menyambut tangan bunga, Al melihat itu ia sungguh terkejut, tanpa banyak pikir Al mendekat, menarik tangan bunga,
"mas... "
bram yang melihat itu keluar dari apartemen nya, ia tersenyum melihat Al ada di sana.
"siapa dia? jelasin kenapa kamu di sini? bukan nya kamu kurang sehat? " ucap Al, nada suara nya sedikit meninggi
"owh, kamu lagu kurang sehat sayang, tapi kamu datang waktu aku minta" bram menyiram bensin dalam api, Al memperhatikan wajah bram.. lelaki itu yang ada di foto bersama istri nya
bram mendekat pada bunga, melingkarkan tangan nya yang berdarah di leher bunga, wajah mereka menempel,.
"kamu belum memberitahu suami mu hmm? "
Al memelotot kan mata nya, mendorong perlahan kepala Juli ke belakang agar putri nya bersandar di bahu nya,
bunga tampak gemetar, mata nya begitu intens menatap mata Al,
"kalau begitu biar aku yang memberitahu nya" pelukan tangan bram di bahu bunga menguat, menjadi sebuah kode bahwa bunga tidak boleh menolak nya.
"tuan Alif, saya mohon maaf,
dengan berat hati saya mengatakan, bahwa istri anda sedang mengandung buah cinta kami"
bunga menunduk seketika, ia menangis habis sudah hidup nya detik ini juga,
Al tersenyum getir, hati nya hancur, ingin sekali ia memukuli lelaki itu, namun ada putri nya di gendongan,
__ADS_1
"aku percaya, selamat atas hubungan kalian, dan aku sudah melihat foto foto itu bunga"
bunga menatap lagi suami nya,
"aku sering bilang, tidak ada ampun untuk penghianatan bukan? " ucap Al lagi,
"mas... " bunga memelas, bagaimana harus ia bilang pada suami nya ia terjebak dengan lelaki gila ini, bagaimana ia bisa menghindar jika ancaman nya nyawa suami yang ia cinta dan putri yang begitu ia sayang,
bunga tau betul Al, ia sangat menjungjung tinggi kesetiaan, betul betul sudah habis hidup nya kini, di tambah Al sudah melihat foto foto nya dengan bram.
tidak ada kata apapun, Al berbalik badan, membawa Juli pergi, ia tidak ingin putri nya melihat semua ini, ia mengalah.
"mamah.... " Juli memanggil mamah nya tangan nya tergantung ingin meraih tangan mamah nya.
bunga melepaskan dengan kencang tangan bram, ia berlari menyusul suami nya, set tidak nya ia harus membela diri, ini bukan ingin nya
"masss, tunggu mas.... "
"papah, Juli mau sama mamah" ucap Juli sambil menangis
mendengar itu Al berhenti, bunga memeluk nya dari belakang, tangan nya mengusap kepala putri nya,
"mas maafin aku"
"lepas, kamu bahkan sudah bukan hak ku lagi bunga"
"mas aku mau jelasin semua ini"
Al berbalik,
"bahkan dia bilang anak dalam kandungan mu anak nya, dan kamu ga menyangkal??
lalu kamu ga merasa bersalah waktu berhubungan dengan ku??? "
Al sungguh ingin marah, mengucapkan semua kesakitan di hati nya, namun Juli menangis,.
"ini sudah lebih dari penghianatan bunga, aku akan ceraikan kamu"
bunga menangis lagi, kepala nya terus menggeleng,
"mas.. aku mohon cabut kata kata kamu"
"lalu aku harus menerima dengan begitu saja istri yang hamil oleh lelaki lain" suara Al menggema, bunga tak pernah melihat suami nya se murka itu bahkan pada bawahan nya, ia sadar kesalahan nya sangat fatal.
"baik, aku mengakui aku salah, tapi aku mohon, jangan bawa Juli, aku akan membesarkan nya"
"kamu pikir aku ga bisa membesarkan nya?? bukan kah kamu sedang hamil? kamu akan memiliki anak dari lelaki itu"
"mas aku mohon, aku ga minta apa apa, aku hanya mau Juli, dia segala nya buat aku"
"ya, kamu tidak usah minta apa pun, aku yakin lelaki itu bisa memberikan semua nya,
bawa barang barang mu dari rumah ku, bersihkan, aku tidak sudi melihat nya "
"mamah.... " Juli tambah menangis
bunga hanya mengangguk,
__ADS_1
Al melihat istri nya lagi, bahkan di baju nya ada darah lelaki itu,
bunga pergi menuju mobil ya, ia akan pulang, Al pun demikian, seperti nya semua ini akan berlanjut di rumah...