Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
rencana bulan madu


__ADS_3

"kepala ku pusing ma𝘴" July merengek


"iya sayang" Nino menggendong nya masuk,


Rena yang baru turun dari kamar nya terkejut


"ya Allah, kenapa kak? β€œ


July di baringkan di sofa ruang tamu, wajah nya sangat pucat,


" kenapa ninggalin aku di mobil sendiri" July terlihat seperti anak kecil,


"iya maaf" Nino mengusap jilbab nya,


" bi, minta air minum hangat" Nino berteriak


masih ada sisa air mata di pipi July, Nino mengusap nya, ia menempelkan kening nya dengan sang istri,


"den ini... "


Nino meraih gelas, memberikan nya untuk July, Rena penasaran ingin tau apa yang terjadi,


"kalian ga jadi makan malam? β€œ tanya Rena


July melirik Nino, ia sungguh tidak tau apa apa,


" engga bun, tadi pas Nino mau jemput, July pingsan di kantor nya"


"sayang.. " Rena mendekat, mengusap pundak menantu nya


"emang ada apa bun? aku ga tau apa apa"


Rena tersenyum,.


"Nino mau ajak kamu dinner, hari ini hari ke 1bulan kalian menikah, dia tanya tanya ke bunda tadi"


July menatap suami nya ia merasa bersalah,


"apa mas ngabarin aku tadi?


aku ga pegang HP"


"dari jam 5 aku pulang praktek, aku WA kamu nanti malem aku jemput kita makan di luar"


July menunduk,


"ya sudah, inti nya ini miss komunikasi" ucap rena menengahi


"bukan gitu bun, emang akhir akhir ini Ana sibuk ngurusin kantor nya yang baru, kan banyak orang ada Rakha sama Edward juga,


kamu udah nikah sayang ga kaya dulu lagi"


"maaf mas, papah sakit, dan ada masalah urgent di kantor, bagian keuangan kita ada yang janggal, aku sama Rakha kerja keras nyari penyebab nya"


"iya, tapi liat kamu kelelahan sampe pingsan, aku ga tau kamu udah makan apa belom, aku pulang praktek kamu belum pulang, berangkat pun kamu duluan"


July tidak lagi menjawab, Rena terus menenangkan nya, memberi kode pada Nino untuk menyudahi semua ini, kasian menantu nya.


Nino merogoh kantong celana nya, mengeluarkan dua buah tiket dan memberikan nya pada July


"tadi nya aku mau kasih hadiah ini buat kita, tapi sekarang terserah kamu, mau pergi atau engga" July meraih tiket tersebut,


sebuah negara yang terkenal sangat indah yang sempat ia dan Nino bicarakan, pemandangan pantai dan laut yang luar biasa, July ingat ia pernah meminta Nino untuk pergi ke pantai.


"aku mau pergi mas"


July menatap Nino, Rena tersenyum


"pikirkan dulu, jangan sampai nanti di sana banyak telepon masuk mengganggu" ucap Nino


"engga mas, aku akan minta Edward datang buat temenin Rakha di sini"


"oke, kalau begitu besok aku mau urus cuti"


July mengangguk,


"ya sudah sekarang sudah clear, kamu makan dulu sama Nino, kan dinnernya ga jadi"

__ADS_1


"apa masih pusing? β€œ tanya Nino


" aku boleh tidur? aku belom lapar"


Nino langsung menggelengkan kepala nya,


"makan dulu"


Nino pergi membawakan makan untuk July,


"bunda" mata nya sudah berlinang lagi, Rena merasa tidak tega melihat menantu nya


"aku emang salah bun"


"sabar ya sayang, sekarang kamu makan, terus istirahat, besok sore mau berangkat kan? β€œ


July mengangguk, ia coba tersenyum,


" Nino pasti punya obat buat sakit kepala kamu"


Nino datang membawa sepiring makanan,


"mas ga makan? β€œ


" kamu dulu, kamu harus istirahat"


Rena meninggalkan mereka,


July mau tidak mau harus memakan makanan yang Nino suap kan.


***


"sayang... "


Nino membangunkan sang istri,


ia sudah siap dengan kemeja kerja nya,


"mas mau kemana? β€œ


"aku ke RS dulu, kamu ga boleh kemana mana ya? siapin keperluan kita sore nanti kita berangkat"


Nino mencium kening istri nya,


"hati hati ya.. maaf aku kesiangan"


"tenang aja.. ga usah turun, kamu siap siap aja ok"


July tersenyum dan mengangguk,


Nino pergi, saat nya ia harus menelpon ke sana ke mari untuk mengatur pekerjaan nya,


di kantor sangat kacau, dan ia akan pergi selama 5 hari bulan madu,


"hallo pah"


"selamat pagi nak, " Al tersenyum di sebrang sana mendapat telpon dari putri nya


"pah, Nino ngajak July bulan madu, mana berangkat sore ini, gimana di kantor? β€œ


Al tertawa,


" pergilah nak, kalian memang belum meluangkan waktu berdua, cepat beri papah cucu, malah jika kembar lebih baik"


"pah... " July merajuk, Al tambah tertawa


"Nino sejak kemarin memang sudah memberitahu papah soal bulan madu kalian hari ini,


kamu tenang saja, papah sudah atur semua dengan Rakha dan Edward"


"tapi papah belum sehat" ucap July sedih


"papah sehat sayang, malam nanti papah ke Indonesia oke. kalian pergilah, nikmati waktu kalian"


"baiklah pah, makasih ya"


"sama sama sayang, salam untuk besan papah di sana"

__ADS_1


"InshaAllah, waalaikumsalam".


July mulai menyiapkan barang keperluan nya dengan Nino, ia sebenarnya sangat merasa lelah, entah kenapa, padahal tidur nya sudah cukup semalam,


sebuah barang membuat nya melamun, ia ingat sudah satu bulan pernikahan nya dengan Nino, tapi July belum datang bulan..


July meraih pembalut yang masih belum terbuka, ia sengaja membeli nya untuk stok di rumah,


" terakhir kali aku haid itu 5hari sebelum menikah, ini sudah sebulan lebih aku ga dapet haid.. apa mungkin aku hamil?? β€œ


July tersenyum. ia membawa beberapa bungkus utuk ia bekal di sana..


tokk tokk tokk


"non, ini sari"


"iya bi... "


July membuka pintu, bi sari di hadapan nya datang dengan makanan untuk July


"bibi tunggu di bawah non ga turun, jadi bibi pikir buat bawa ke kamar"


"ya Allah.. aku lupa belum sarapan bi"


"ish, emang non ga laper? β€œ


July meraih nampan ia menggeleng,,


" aku ga ngerasa lapar bi"


"paksain ya non, tadi den Nino nyuruh bibi ingetin non makan sama minum obat juga,


jam 10 juga den Nino pulang katanya tadi"


"oke bi, makasih banyak ya.. "


"jangan lupa makan ya non, udah siang ini jam 8β€œ


" iya bi, aku lagi nyiapin baju buat berangkat nanti sore"


"kalo perlu bantuan panggil ya non, jangan sungkan.. "


"siap bi... "


Sari undur diri,


July melihat menu sarapan nya,


"kenapa aku jadi ga nafsu makan ya? aku malah ga ngerasa laper"


HP nya berdering,


Nino menelpon nya...


"mas.. "


"bi Sari bilang kamu belom turun sarapan? β€œ


" hehee, iya mas aku lupa, saking asik nya siap siap"


"Ana jangan nakal, makan oke"


"siap dokter, ini aku mau makan, bi Sari anterin ke kamar"


"habiskan ya, obat jangan lupa,


bunda pergi ke rumah pelatihan dari pagi tadi, jadi ga ada yang awasin kamu"


"iya sayang, aku makan dulu ya..? β€œ


" baiklah.. "


July buru-buru pergi ke toilet,


ia merasa mual, padahal baru saja beberapa sendok ia makan,


mata nya berair dan wajah nya memucat, July menatap nya di cermin,

__ADS_1


ia mencengkram keran air, perut dan pinggang nya terasa sakit, " ya Allah, kenapa aku? β€œ


July membasuh wajah nya, ia kembali ke kamar meraih tas nya, July membalurkan kayu putih di perut dan punggung nya, tanpa sengaja ia tertidur begitu saja..


__ADS_2