Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
kebenaran


__ADS_3

rey melihat mobil yang di bawa frans menjauh, ia harus bergegas..


beberapa tahun lalu, saat rey melampiaskan kekosongan hati nya karna kepergian Marsya, ia bergabung lagi dengan teman teman nongkrong nya,


hanya teman teman touring, keliling beberapa kota, ia merasa menemukan semangat hidup lagi, hingga suatu saat salah satu teman rey terlibat masalah,


adlan, di sebut sebagai perusak rumah tangga orang, ia melarikan istri orang lain, hingga sang suami marah, yang lebih parah, ternyata suami nya memiliki geng yang sangat terkenal tanpa ampun di kota nya,


markas rey sempat di acak acak, mereka mencari sang nyonya yang adlan bawa kabur,


sampai terhitung dua bulan lama nya adlan menghilang, kami menjadi sasaran anak buah dari pria yg diketahui bernama Galih itu,


hingga kami memutuskan untuk berpencar, rey pun sempat mengalami kecelakaan karna anak buah Galih,


rey kembali lagi pada dunia bisnis nya,


sampai suatu saat rey mendapat kabar kepulangan adlan, mereka berkumpul kembali, eliza (istri Galih) memberikan pernyataan nya ia membuat rekaman


"untuk Galih mantan suami ku,


maaf aku meninggal kan mu, aku tidak bahagia, sudah cukup kamu menyakiti Jiwa dan raga ku, aku hampir gila (eliza mendapatkan perlakuan yang tak lazim dari sang suami Galih, ia kerap jadi pelampiasan emosi suami nya, apa lagi ketika Galih mabuk, bahkan berhubungan badan pun jauh dari kata indah.. ia hanya pelampiasan sifat tempramental sang suami,


badan nya penuh lebam satu tahun pernikahan ia bertahan begitu berat, eliza berceita, memberi kebenaran pada semua pihak agar ia tak tersudut kan


suatu hari, di sebuah besment apartemen, adlan melintas mendengar suara teriakan dan tangisan, ia tadinya tak perduli, namun tangisan wanita itu begitu menyayat hati nya, adlan mencari dimana asal suara tersebut,


suara nya begitu lemah


adlan mendengar wanita itu meminta tolong,


ia sangat terkejut mendapati eliza sedang di cambuk menggunakan gesper (sabuk) oleh sang suami di belakang mobil, ia meringkuk di lantai menerima cambukan itu, adlan tak tinggal diam. memukul tepat di belakang kepala Galih, Galih seketika ambruk, Galih sempat melihat siapa yang memukul nya sebelum pingsan,


adlan meraih tubuh ringkih wanita itu,


"tolong.. "

__ADS_1


suara nya lemah, adlan menggendong nya, mencari taksi untuk mengantar wanita nya ke rumah sakit, adlan menyusul nya menggunakan motor..


"adlan menolong ku, membawaku ke RS, aku mendapat pertolongan, ada bukti visum dari RS, tubuh ku penuh lebam,


jadi tidak benar kalo adlan merusak rumah tangga ku dengan Galih, aku yang meminta perlindungan dari nya,..


jadi aku mohon Galih, lepaskan adlan dan teman teman nya,


aku pun akan pergi jauh dari sini, aku ingin tenang, aku ingin bahagia"


pernyataan eliza membuat semua teka teki tertangkap, kami semua suport adlan, dia tak bersalah,


namun masalah tak selesai dengan mudah, Galih tidak Terima isti nya meniggalkan nya, walaupun tidak bersama adlan,


adlan sempat babak belur, Galih tidak berhenti sampai di sini, samapai kini hari ini kejadian itu terjadi lagi,


rey rindu dengan motor nya, namun tak menyangkan akan memicu dendam lama terungkap kembali, anak buah Galih melihat rey dengan rena dan anak nya, mencoba mengincarnya, sungguh aneh bukan?? ada manusia seperti Galih, tidak dapat menerima nasib yang ia buat karna ulah nya sendiri..


menenangkan diri nya setelah cukup lama menangis, rena melihat jaket yang di pakai suami nya robek di dekat dada, ada darah di sana rena mengusap nya


"sayang... (rena bergetar) kamu terluka?? "


ia berjanji pada diri nya sendiri, tak akan lagi terlibat hal semacam itu, ia mendengar bisikan sang istri ketika ia bermimpi tentang emma, rey pura pura tidur, namun dalam hati nya meng iyakan permohonan rena,


rey menatap jaket nya, benar ia terluka,


sungguh luka ini tak ada rasa nya, ia ingin segera pulang menyusul sang istri dan anak nya tadi,


"ini luka kecil sayang, jangan khawatir"


rena pergi ke arah dapur,


"aku minta p3k suami ku terluka"


"baik nyonya" (sang koki cepat membawakan nya untuk nyonya nya)

__ADS_1


rena membantu rey membuka pakaian nya,


luka nya memang kecil, namun rena begitu sakit hati, suami nya hampir celaka...


mengusap darah perlahan dengan kapas, rena menangis, rey melihat nya,


ia biarkan rena menangis melampiaskan emosi nya,


memberikan betadine pada luka nya, meniup niup nya, bak luka jatuh anak kecil, rey tertawa


rena cemberut,


"apa ada yang lucu?? "


" love U rena... ( malah nge gombal)


rena tak menjawab nya, menutup luka rey menggunakan plester bergambar kartun, rey mengernyit,


"apa apa an ini, masa jagoan pake gambar kartun? (rey protes)


" stop jngan bnyak bicara, siapa suruh kamu terluka jagoan"


rey tersenyum, memeluk istri nya erat


"terimakasih sudah mengobati nya"


"aku takut rey.... "


frans datang,


rey menganggukan kepala nya, memberi kode jangan ada kabar apa pun di sini,


dani (pengawal nya) terluka, ia tertembak di bagian perut sebelah kiri nya karna insiden tadi, dan kini mendapatkan perawatan di RS


rey tak mau rena mengetahui nya, rena pasti akan marah,

__ADS_1


"sayang istirahat lah di kamar dengan Nino, ada yang harus aku bicarakan dengan frans"


rena menurut, rey menggendong Nino untk di pindahkan ke kamar nya


__ADS_2