
Nino ikut menyambut keluarga nya, ia berdiri di belakang Al bersama July ketika keluarga nya datang,
Al dan Rey bersalaman, mereka berpelukan,
Nino menjahili adik nya shanum, ia terus saja, menarik belakang kerudung adik nya, jika shanum belum marah, Nino tidak akan puas.
"bunda.. kakak nih... " shanum merengek
Rena pura-pura tidak mendengar,
"kakak kangen dek" kata Nino
"ya tapi kerudung shanum berantakan" shanum cemberut,
Al menertawakan mereka
"jangan pedulikan, mereka kaya tom and Jerry" ucap Rey ikut tertawa,
Rena memeluk July dengan haru, bagaimana ia melihat calon menantunya itu sehat setelah tragedi penculikan, pikiran nya sudah aneh aneh saja tentang itu,
"bunda jangan nangis begitu. aku jadi ikut sedih" ucap July mengusap punggung Rena
"bunda bukan sedih sayang, bunda bahagia, bagaimana kalian melalui itu dengan sangat baik, tidak ada yang terluka di antara kalian"
"alhamdulillah bunda, ini berkat doa kalian" July tersenyum, Rena mengusap pipi nya dengan lembut.
"ayo kita masuk, kalian pasti lelah.. " ucap Al pada semua nya..
mereka semua masuk, frans dengan Edo berjaga di luar, mereka bekerjasama dengan kepolisian Singapura tentang penangkapan Hans dan yang lain nya yang terlibat, frans dan Edo masih memantau, memastikan Hans mendapat hukum yang setimpal,
Al tidak akan diam kali ini, ini sudah menyangkut keluarga nya, putra nya rakha hampir saja kehilangan nyawa. sudah tentu July jadi korban penculikan.
Rena melihat foto mendiang bunga di dinding yang di cetak cukup besar di ruang keluarga, ia mendekat,
Rena ingat betul, kerudung yang bunga pakai di foto itu adalah kado dari nya saat bunga baru keluar dari RS dulu.
"assalamu'alaikum, bunga maaf aku baru datang, saat kepergian mu sungguh aku sedang berhalangan hadir,
tidak terasa anak anak sudah dewasa, apa kau ingat percakapan kita dulu, kita pernah membahas akan menjodohkan anak anak, tidak itu Nino dengan July, atau rakha dengan shanum, walaupun itu hanya candaan, dan saat itu anak anak masih kecil, kamu ingat itu bunga??.
seperti nya itu akan terjadi bunga, putra ku dan putri mu saling terikat tanpa kita ikat,
takdir sangat sulit ditebak bukan?? aku di Indonesia kalian di Singapura, dan mereka bertemu di London, itu sangat lucu bukan??"
Rena menunduk, sejenak terdiam,
bunga, hari ini, ijinkan aku mengikat putri mu Jullyana untuk putra ku,
aku tidak meragukan nya, aku yakin dia wanita yang terbaik untuk Nino,
aku janji akan menyayangi nya seperti putri ku sendiri, semoga kamu ikhlas dengan ini bunga... "
Rey datang, ia mendengar semua nya,
Rena terkejut karena suami nya tiba-tiba ada di samping nya,
Rena tersenyum,
__ADS_1
"kalian mengobrol?? " tanya Rey melihat foto bunga
"ya, antara wanita, dari hati ke hati" ucap nya
"bunga pasti ikut bahagia sayang" Rey merangkul bahu istri nya.
"semoga"
"ayo, July menyiapkan banyak makanan untuk kita, mereka sudah menunggu"
"baiklah" Rena menatap lagi foto mendiang teman nya, ia tersenyum lalu pergi,
July terlihat sibuk, shanum membantu nya menata piring dan makanan di meja..
pelayan di sini memang tidak banyak, July pun senang membantu mereka jika sedang berada di rumah,
"dek, duduk saja.. biar kakak yang siapin semua" kata July pada shanum,
"shanum seneng ko kak, di rumah juga suka bantu bunda masak sama bikin kue" shanum tersenyum.
"oya? wah shanum pinter dong bikin kue nya" puji July
"yang jago bunda kak, shanum cuma bantu aja.
nanti kalo kakak udah tinggal di rumah, pasti bunda tambah seneng di dapur bikin kue sama masak, nambah temen" shanum sibuk menata menu makanan yang pelayan bawakan.
July tersenyum, mendengar kata (tinggal di rumah keluarga Rey) ia melirik Nino,
Nino tersenyum, ia dari tadi pura pura main HP padahal mata nya mencuri curi pandang pada July yang asik dengan shanum.
"lihat putra mu, dulu aku tidak begitu"
Rena tertawa, tangan nya menyentuh lengan Rey,
"ayah muda nya tahun berapa?? "
"udah jangan bahas umur.. malu sama yang muda" ucap Rey menggandeng tangan istri nya
"tapi ga kalah muda ko sama mereka" Rey memanyunkan bibir nya imut mendengar itu, yaaa semua menyadari Rena lah yang selalu membuat suasana menjadi hangat,
dalam setiap doa nya Rey bersyukur telah di pertemukan dengan wanita yang entah dari apa hati nya terbuat, Rena tidak pernah membuat Rey marah se ingat nya.
selama pernikahan, masalah nya lah yang sering membuat Rena ke susahan, apa lagi di awal pernikahan mereka.
semua telah siap,
Al meminta tamu nya untuk segera menikmati hidangan yang telah di siapkan,
ia khusus memesan masakan istimewa ini di restoran terkenal.
"Ana sudah cukup itu terlalu banyak" Rena mengeluh July menyendokan nasi begitu banyak untuk nya,
"bunda mau makan apa? biar July yang ambilkan
" emh... bunda bingung masakan nya terlihat enak semua" mereka tertawa mendengar itu
"kalo begitu, cicip aja semua sedikit sedikit bunda" July membawa satu menu di tangan nya
__ADS_1
"itu ide bagus Ana"
shanum membantu ayah nya dan papah Al memilih menu,, hanya Nino saja yang bengong kali ini, ia menunggu giliran di layani, padahal ia sendiri bisa mengambil nya..
"mau makan apa dokter? β July menyapa nya,
orang tua mereka mendengar itu, dan saling lempar senyum
" jangan pake nasi, tadi masih kenyang makan nasi goreng" ucap Nino
"baiklah... " July meraih menu yang Nino tunjuk, setelah itu baru mereka makan dengan tenang...
sementara orang tua mereka berbicara serius di ruang kerja Al,
Nino shanum dan July terlebih dulu datang ke RS July sangat merindukan adik nya,
...***...
"Al, kami mohon maaf, jika kami tidak memberitahu kan ini sebelum nya, tujuan kami ke mari, bukan hanya bertujuan menjenguk July dan Rakha .. kami punya misi tertentu" Rey membuka percakapan mereka.
"tujuan kedatangan kami yang lain adalah, kami ingin melamar July untuk Nino"
Al tersenyum, ini kabar baik untuk putri nya..
"jadi, jika kamu mengijinkan, kami sebagai orang tua Nino akan mengikat July,
menandakan bahwa hubungan mereka sudah m langkah ke jenjang yang serius" tambah Rey lagi.
Al mengangguk,
"Rey, kita sudah berteman lama bukan?
kalian berjasa dulu saat aku mencari keberadaan bunga dan anak anak ku, berkat kalian kami bertemu, dan hidup dengan damai.
seperti kalian tau,
July putri ku usianya dengan Nino beda dua tahu lebih awal, apa itu tidak jadi masalah untuk kalian?? " tanya Al pada Rey dan Rena
Rey menatap istri nya,
"kalau soal itu, mari kita dengarkan pendapat ibu negara" ucap Rey mempersilahkan istri nya
sesaat mereka semua tertawa.
"baiklah,
untuk masalah itu, untuk ku rasa tidak ada masalah, dan sejauh ini, aku rasa Nino juga tidak masalah akan itu.. "
Al mengangguk lagi,
mereka sepakat tentang hal itu,
"emh... aku harus jujur pada kalian tentang July" Al menjeda kalimat nya,,
Rey dan Rena menunggu,
di lihat dari wajah Al, akan ada bahasan sedikit berat di sini
__ADS_1