
Rena tersenyum, mendapat kecupan selamat pagi di pipi nya dari sang suami,...
mereka akan bersiap pulang ke Indonesia, rey sungguh meminta di pidahkan perawatan nya di sana,
kaki nya mulai bisa di gerakan, namun dokter meminta nya untuk tidak memaksakan, itu harus pulih se utuh nya..
akan rey lakukan perintah dokter, dia terlanjur rindu pada jagoan nya Nino, tak tega mendengar rengekan nya setiap menelpon..
rena berada di kamar mandi,
rey dan frans punya kesempatan untuk berbicara,
"gimana nasib suster gadungan itu? " (tanya rey)
"seperti yg seharus nya rey" (jawab frans santai, seolah tidak terjadi apa apa)
rey mengernyit, membayangkan apa yang di Terima suster gadungan itu, yang membuat rena hampir ke guguran,
"aku sudah pastikan, trio wek wek itu akan semakin lama di penjara, bahkan mungkin mereka akan merasa prustasi, sampai akhir nya bunuh diri" (ucap frans lagi)
siapa trio wek wek??
dia Husain, fachry dan ana..
frans dengan mudah membongkar siapa yang menyuruh suster gadungan itu untuk mencelakai rena..
" apa dia mati? (rey penasaran)
"setidak nya dia koma" (frans sungguh sangat santai, namun matanya memperhatikan pintu kamar mandi, takut rena tiba tiba keluar, dan mendengar semua nya)
rey bergidig ngeri mendengar nya
"dia hanya orang yang sedang memerlukan uang, jadi gelap mata, dia tidak tau apa apa" (frans memberikan keterangan)
__ADS_1
"lalu bagaimana? " (rey nampak kesal, ingin cepat. mendengar yg sebenar nya)
"aku ga ngelakuin apa apa rey, cukup dia ngasih tau kita siapa dalang nya.. semua beres.. "
"jadi, tidak ada koma?? “ (tanya rey)
" tenang lah tuan yang terhormat, kau tau aku sudah lama tidak melakukan itu"
rey tersenyum.
"ya.. mungkin geng Galih yang terakhir korban nya“
frans pun tersenyum. .
" itu lain cerita rey"
Rena keluar dari kamar mandi, nampak lebih segar, frans pamit pergi untuk menyiapkan pesawat mereka di bandara..
"apa kamu senang kita akan pulang sayang? “ (tanya rey merentangkan tangan nya)
wajah rena begitu berbinar,
dokter masuk, dengan dua orang perawat,
kondisi rena semakin membaik, kandungan nya baik dan janin tentu saja sehat,
dokter sepenuh nya menyetujui, bagaimana pun rey memegang hak penuh atas pilihan nya, dokter tidak bisa menahan nya untuk memulihkan kaki nya di sini, ya hanya kaki saja yang perlu perawatan, tubuh rey sepenuh nya sudah membaik,
administrasi sudah di bereskan, rena hendak mendorong kursi roda rey,
"sayang biar frans saja.. "
"aku ga apa apa yah, aku bisa"
__ADS_1
rey menatap istri nya sendu,,
kamu mungkin baik baik aja, tapi ingat ada anak kita di sini ( rey mengusap perut rena dengan lembut, rena tersenyum)
"baik lah... "
"gitu dong.. (rey mengedipkan mata nya imut)
mereka meninggalkan gedung RS, menuju mobil hitam yang akan membawa mereka ke bandara, frans melakukan dengan baik seperti biasa, mereka akan menikmati perjalanan selama kurang lebih 2jam di udara,
rena nampak gugup, ini kali ke dua ia menggunakan pesawat,
telah duduk rey, rena dan frans,
pesawat siap landas, rey merasakan genggaman di tangan nya menguat, melirik pada sang istri rena sedang memejamkan mata sambil bibir mungil nya merapalkan doa,
rey tersenyum, membawa genggaman tangan ke pipi nya, mencium nya beberapa kali, agar rena lebih relaks,
"di belakang ada kamar, mau istirahat di sana?? “ (tawar rey)
rena menoleh, dan menggeleng setelah nya,
" di sini saja.. "
"kamu gugup?? "
" iya sayang, ini ke dua kali nya aku naik pesawat"
" kita akan sering naik pesawat, dengan anak anak kita oke" (rey tersenyum lebar mengatakan nya, membayangkan menghabiskan waktu liburan dengan keluarga kecil nya)
"InsyaAllah, cepat sehat ya. semoga kita bisa melewati waktu bersama"
"amiiiinnnn... "
__ADS_1
rey menciumi lagi tangan sangat istri, ia sungguh sangat senang, sebentar lagi akan pulang ke rumah