Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
persiapan


__ADS_3

July terusik tidur nya karena suara ketukan di pintu, suara bel berbunyi beberapa kali..


"Nino... ana... " suara di depan pintu terdengar mengeras,


July bangun, ia tertidur, Nino juga setelah kegiatan nya tadi.


"Nino bangun ada yang dateng... " July menepuk lengan suami nya pelan..


Nino dengan berat hati membuka matanya,


"ting nong ting nong, halloooo"


July menarik selimut menutupi tubuh nya yang masih polos, ia buru buru ke kamar mandi...


Nino celingukan sendiri,


mereka seperti pencuri yang tertangkap basah..


secepat kilat memakai baju, dan membereskan baju yang berserakan, Nino membuka pintu..


tante nya, putri cemberut,


Nino tersenyum tanpa merasa bersalah.


"tante udah setengah jam di depan sini, HP kamu ga aktif, HP ana juga ga aktif, pada ngapain sih?? " putri menggerutu


"Nino ketiduran tante.. July di kamar mandi"


putri di persilahkan masuk, dua orang perias ikut membuntuti nya, ini sudah jam 5 lebih July harus bersiap.


Nino melipat dan menggigit bibir nya, putri menatap nya tajam.. tempat tidur masih berantakan kelopak bunga mawar sudah entah berhamburan kemana.. dua orang perias pura pura tidak melihat, mereka membuka koper mengeluarkan alat tempur nya sambil menahan senyum.


"mandi sana" putri menepuk perut Nino dengan punggung tangan nya...


"dasar dokter nakal... "


"ada July di kamar mandi nya tan"


"hufttt" putri membuang nafas kasar


"tante kasih waktu kamu 15 menit buat mandi yang bersih.. " putri mencubit lagi perut Nino,


"sakit lah.. " Nino protes... putri mendekat dia berbisik


"salah sendiri siang siang udah unboxing"


"kok tau?? " jawab Nino berbisik lagi


"tau lah... " putri beranjak keluar kamar... ia meminta perias keluar lagi selama 15 menit,...


merasa sepi di luar July membuka pintu kamar mandi, Nino tersenyum penuh arti,


"siapa yang datang?? "


"tante sama perias.. " Nino mendekat memeluk July


"Nino ini udah jam 5 lewat, ayo mandi... "


"aku mandi 3kali hari ini" ucap Nino mencium pipi July


"salah sendiri... " July tertawa..


"ya sudah, aku mandi dulu ya sayang.. "


"hmmmm" jawab July


"i love you dulu dong"


July gemas pada lelaki yang sudah sah menjadi suami nya ini..

__ADS_1


" i love u sayang... " ucap July tersenyum


"love you to.. " Nino mencium lagi kening July.. setelah itu baru pergi mandi...


July membereskan kamar cepat.. ia menyapu bunga yang berjatuhan dengan tisu, membuang nya ke tempat sampah... ia mengeringkan rambut nya, agar tidak begitu terlihat ia baru mandi...


_ gawat kalo bunda ke sini.. aku malu_ July terus bergumam


pintu di ketuk lagi, July langsung membuka nya, hanya dua perias di sana, tante putri belum datang..


"kita mulai nona.. "


"iya silahkan... "


July telah siap, ia duduk di depan meja rias...


"sayang, aku lupa lagi handuk nya" Nino sedikit berteriak..


"astagfirullah" July menggaruk kening nya yang tak gatal...


"sebentar ya mbak... " July bangkit lagi.. mengetuk pintu kamar mandi cepat..


"ini, di luar udah ada yang mau rias. kamu pake baju di sini.. " kata July


"bantuin dong"


"Nino pleaseee"


"baiklah.., "


Nino pura pura marah.. ia menutup pintu kamar mandi padahal July masih di sana...


"hufftt" July kembali ke meja rias nya, kedua perias bekerja..


tante putri datang dengan shanum...


Rey, Rena dan Al bahkan masuk ke kamar mereka semua nya ingin menyaksikan persiapan pengantin untuk resepsi malam ini..


Nino telah siap, memakai jas dengan warna senada pilihan July, ia memperhatikan istri nya bersiap di sofa..


semua keluarga nya telah kembali turun ke tempat acara..


July kembali memakai jilbab nya.. mahkota kecil bertengger di kepala nya. menandakan kesan seorang putri dari Kerajaan..


Nino mendapat telpon dari Frans


"Hans kedatangan tamu, wanita yang menyandra waktu itu, apa aku harus bergerak sekarang?? “


Nino bangun, ia menjauh dari July.


" apa ada informasi tentang rencana mereka om“


"masalah nya CCTV di ruangan Hans tiba tiba mati, ada kemungkinan dia tau dan mematikan nya"


"lakukan jika memang itu mengancam July om, Hans pasti punya rencana.. karna July tidak datang pagi tadi menemui nya"


"apa tamu undangan harus di alihkan?, kita tidak tau Hans menebar di mana saja anak buah nya"


"itu cukup bagus om, aku memberi kuasa jika ada yang membahayakan bagi siapa pun, tidak ada ampun kali ini, mereka keterlaluan"


"baik, dengan senang hati" Frans menutup telpon nya..


"ada apa? " tanya July


"om Frans, lapor keadaan di bawah"


"apa baik baik saja?? " tanya July


"tentu sayang... ga ada yang harus di khawatirkan.. "

__ADS_1


tadi nya Nino mau memberikan HP July, seperti nya bukan saat nya, ia takut ada yang meng hubungi July


Rakha datang, kebetulan sekali, Nino akan turun sebentar, adik nya itu bisa bergantian menemani July


"kha.. HP ku hilang, bagaimana aku berkomunikasi dengan kalian.. "


"kakak pake HP aku.. aku pake yg satu nya"


Rakha juga memberikan earphone untuk July pakai"


"adik perempuan Hans datang, kalau aku dengan Edward ga ada di tempat, kakak tau apa yang harus kakak lakukan? “


July mengangguk,


" aku takut Rakha" ucap July, rakha baru melihat kakak nya ketakutan seperti itu, selama ini kakak nya selalu berani dalam segala hal


"kakak mencemaskan Nino dan keluarga nya, kakak mohon jaga mereka buat kakak ya..? " July sudah menangis,


Rakha memeluk nya,..


"aku ga akan tinggal diam, kakak percaya sama aku?? “ ucap Rakha.. July mengangguk


" dimana pistol ku? “ tanya July


"papah menyimpan nya kak"


akan sulit jika Al memegang kendali, ia merasa tidak bebas karna selama ini papah nya tidak mengetahui cara mereka bermain..


Nino datang lagi Rakha kembali bergantian dengan Nino


masih ada perias di kamar mereka Nino duduk di depan July


"apa sakit?? “ tanya nya...


" apa?? " July tidak mengerti


"itu... yang di bawah... "


entah mengapa pertanyaan itu membuat July malu, "sedikit, aku juga ga nyaman"


"nanti aku gendong kalo kita ke bawah"


"ga mungkin Nino aku malu.. "


"malu sama siapa? semua orang tau kita udah nikah.. "


"tapi ga gitu juga.. " July terlihat kesal,


Nino mengusap pipi istri nya


"ya aku berusaha buat kamu nyaman.. "


"aku bisa jalan sendiri"


"baiklah sayang"


"Nino.. " July memanggil suami nya


"apa sayang?? “


" kalau nanti terjadi sesuatu sama aku, aku minta jangan tinggalin aku"..


Nino tersenyum,


"juga sebaliknya sayang, kalau terjadi sesuatu sama aku, kamu jangan tinggalin aku.. "


entah lah.. July merasa putus asa kini, ia menggenggam tangan Nino, membawa nya ke bibir untuk ia ciumi...


_aku ga akan biarkan siapa pun melukai mu Nino, yang Hans inginkan adalah aku, jadi jika orang lain yang harus terluka karna itu, itu salah besar, Hans ga akan berhenti menggangguku sampai kapan pun, jadi aku yang akan bertindak agar Hans menghentikan ulah nya.. _

__ADS_1


__ADS_2