
frans mengerutkan kening nya,
benar dugaan rey, perawat yang membawakan makan siang rena berganti,
yang pertama yang sebenar nya, ia terlihat kembali ke kantin melewati lorong, terlihat d CCTV,
namun perawat yang ke dua, entah datang nya dari mana.. perawakan mereka pun berbeda..
frans mengecek CCTV lagi di tempat lain.. ia harus memastikan,
bersama team IT RS, frans bekerja sama.. ini menyangkut keamanan pasien nya, kenapa pihak RS bisa teledor seperti ini..
rey masuk, rena masih di IGD, mendapat perawatan,
di bantu seorang perawat mendorong kursi roda nya,
"yah.. (rena masih lemas.. alhamdulillah perut nya sudah tidak merasa sakit, namun pikiran nya masih belum lepas dari kejadian tadi)
"aku takut " (rena menangis)
rey menciumi jari tangan istri nya.. ia tersenyum menenangkan nya,
" jangan khawatir, anak kita baik baik saja"
tangan satu nya mengusap perut rena..
rena mengangguk,
"bagaimana bisa aku keracunan makanan? “
" itu sedang di selidiki, pihak rumah sakit dan frans sedang memeriksa CCTV-nya sayang"
"aku ga bisa bayangin kalo hal dulu terulang lagi"
rena masih menangis, ingin sekali rey memeluk nya, namun ia kesulitan untuk berdiri,
__ADS_1
beralih mengusap kepala istri nya,
"kamu dan anak kita sangat kuat sayang.., kalian hebat"..
dokter datang.
"Maaf mengganggu tuan, keputusan makmal sudah keluar, boleh kita bercakap?"
rey menatap istri nya,
"aku keluar sebentar oke"
rena hanya mengangguk,
"saya minta penjagaan untuk istri saya"
rey berkata sedikit tegas pada sangat dokter,
"pasti tuan, kami akan lakukan",
rey di bantu dokter menuju meja kerja nya, masih di ruangan itu,
"Tuan, keputusan makmal mengatakan ada ubat pengguguran yang masuk ke dalam badan isteri tuan"
rey mengerutkan dahi nya,
"obat penggugur kandungan?? “ (tanya nya memastikan)
" betul tuan,
tapi lepas kita check, memang dos ubat tu tak tinggi jadi tak buat isteri keguguran,
tapi puan mesti tetap menerima rawatan, untuk pemulihan selepas ubat"
"lakukan yang terbaik dok,
__ADS_1
saya hanya menyayangkan ada pihak lain yang bisa dengan mudah masuk ke ruang perawatan pasien, itu sangat privasi bukan? “
"Kami memohon maaf yang tidak terhingga untuk itu, tuan, pasukan kami juga sedang berusaha untuk mengesan kebenaran, maaf atas kesulitan ini"
rey mengangguk,
dokter jelas tau siapa rey, ia sangat hati hati dalam berbicara dan bertindak untuk merawat rey dan istri nya..
"bisa istri saya di bawa ke ruang perawatan? agar dia lebih nyaman beristirahat.. "
"baik tuan akan kami lakukan"
frans datang,
"bagaimana nona tuan? "
"lebih baik, syukurlah kandungan nya tidak apa apa,
kita bicara di ruang rawat, rena akan di pindahkan"
frans mengerti, ia membawa rey ke ruang perawatan nya lagi, tak lama rena pun datang, berpindah tempat tidur, rey lebih leluasa menjaga istri nya di sini..
"tuan, benar dugaan anda, seseorang menyamar sebagai perawat,"
"lalu? (rey antusias)
"polisi mengantongi pelaku, karna di salah satu lorong, terlihat dia membuka masker dan penutup kepala nya"
rey tersenyum masam,
"kamu harus cari tahu, siapa dalang nya frans, aku memberikan kebebasan pada mu, jangan beri mereka ampun, karna sudah mengusik pribadi ku"
"pasti tuan"...
rey menatap istri nya,
__ADS_1
perawat selesai memasang kan infus di tangan rena, rena terlihat lebih segar di banding tadi saat di IGD,