Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 39


__ADS_3

langit sudah mulai terang,


kicau burung terdengar bersahutan di luar sana, rena benar benar tidur, dan rey tadi benar benar menemani nya, memeluk nya dari belakang, rena melirik pada perut nya, tidak ada tangan kokoh rey yang melingkar di sana seperti tadi, rena pelan berbalik, rey tidak ada di samping nya.


kemana dia? (tanya rena dalam hati) kursi roda rey masih ada di tempat nya, rena khawatir. rey belum punya tongkat lalu kemana dia..


terburu buru, rena mengecek kamar ganti, rena terkejut, rey di sana, berdiri dengan tegap, sedang mengancingkan kemeja lengan pendek nya, ia sudah tampan, rambut nya masih sedikit basah, ia baru saja selesai mandi..


"ayah... " (rena memanggil)


rey menoleh ia tersenyum,


"sudah bangun?? bagaimana perut nya?? " (tanya rey)


"ko kamu mandi sendiri yah, terus ayah ga pake kursi roda?? "


rey tersenyum., rena bukan nya menjawab pertanyaan rey, ia malah melempar pertanyaan lagi,


"aku sudah sembuh"


bohong.. jelas itu kebohongan,


rey meneruskan dandan nya.. ia menyisir rambut nya..


rena bergerak maju, memeluk suami nya dari belakang,


"kamu udah ga marah?? " (rey menatap istri nya melalui cermin, menyimpan sisir yang ia pakai, rey mengusap tangan rena yang melingkar di perut nya, memiringkan kepala nya, agar menempel dengan kepala rena yanga ada di bahu nya..)

__ADS_1


"jangan di paksakan. ingat, dokter bilang apa.. jangan sampai kamu jatuh, kaki nya akan semakin parah"


rey diam,


"rena... " (memanggil sang istri, tatapan nya masih bertemu melalui cermin)


"hmmm?? "


"kamu tau, aku ngerasa ga berdaya sebagai lelaki, aku ga bisa lakuin apa yang seharus nya suami lakukan"


rena mempererat pelukan nya, rey merasa rena menarik nafas dalam dan menghembuskan nya,


"ayah,.


kamu suami terbaik, ter romantis, ini musibah, Allah sedang menguji kita, hal tadi subuh itu aku ga memikirkan nya, qadarullah, semua Allah yang atur.. tidak perlu merasa begitu, aku ga mempermasalahkan nya"


"kamu mungkin merasa ini tidak masalah sayang, tapi aku yang merasakan sesungguhnya, bagaimana perasaan aku"


"ini hanya sementara kan? dokter bilang dengan terapi akan sembuh, kaki kamu hanya retak sayang, jangan terlalu di paksakan oke"


(rena memelas, ia tau suami nya sedang butuh dukungan)


"aku temenin kamu ke RS ya, kita mulai terapi hari ini (kata rena lagi)


rey menggeleng cepat,


" engga, kamu juga harus inget kata dokter kamu harus istirahat total, biar frans yang nemenin aku, aku udh telpon dia, dan buat janji sama dokter, jadwal nya setengah 10 pagi ini"

__ADS_1


rena tersenyum, ada semangat pada diri rey yang ia lihat,


"di sana ga akan ngapa ngapain kan? aku ikut ya?? (rena kekeuh)


" ya udah, kalo kamu mau ikut, lebih baik jadwal nya di batalkan" (ucap rey)


rena seketika manyun, itu sama saja dengan larangan..


"aku juga udah minta tina buat antar Nino sekolah, kamu harus istirahat, janji sama aku, demi kamu, kamu yg ngerasain sakit kalo ada apa apa kan?, demi calon anak kita, aku rela puasa ko.. "


mau tidak mau, rena mengangguk,


"ayo, mandi dulu, jam sarapan mu sudah terlewat, aku juga belum sarapan.. "


"tunggu di sini.. aku bawa kursi roda dulu"


rey tersenyum, mengangguk kan kepalanya kini,


rena kembali dengan kursi roda..


"mau nunggu di kamar atau di ruang TV?? "


"di kamar saja, aku sambil cek kerjaan"


"baiklah"


kali ini rena setuju dengan pendapat rey,

__ADS_1


demi calon anak mereka, rena tidak mau terjadi apa apa..


__ADS_2