Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
mulai teratur


__ADS_3

July di sambut shanum dengan suka cita, ia memeluk kakak nya erat,


"aku kangen kak, kakak keren sekali tadi bawa motor kak Nino"


July melirik suami nya, Nino menatap nya tak suka, "kepepet dek, ga lagi lagi deh" jawab July


"nanti kita jalan jalan yu kak, ajari aku motor, kak Nino ga mau aja.. kan seru jalan jalan sore pake matic"


"ini lagi.., " Rena ngomel


"shan biarkan kakak mu makan dulu, mereka belum makan pasti"


bi sari menatap makanan di meja,


"den.. "


Nino menoleh pada bi Sari,


"ada apa bi? “


" minta maaf den, tadi bibi ga liat non July keluar"


Nino melirik istri nya yang juga menatap bi sari, Nino punya ide memberi pelajaran pada istri nya


"siapa yang ngasih kunci motor ke Ana? “ nada suara nya berubah dingin, Rena pun terdiam mendengar nya,


" asep den.. "


" siapa yang jaga gerbang depan? “


"agus den.. " bi Sari menekankan suara nya


"saya mau makan dulu, selesai ini kalian kumpul di belakang, saya mau kasih sanksi buat kalian karna tanpa ijin saya Ana keluar"


"mas... " July hendak bicara tapi Nino menatap nya dengan berbeda,


"ayo makan" ajak Nino


Rena hanya melihat mereka, ia sudah makan dan minum obat,


July nampak murung, ia menundukan kepala nya sambil makan, ia bahkan terlihat menahan tangis,


"Ana, tambah makan nya sayang, biar cepet sembuh"


"bunda kok ga makan? bunda juga kan lagi sakit? “ jawab July,


"bunda sudah makan, karna harus minum obat"


"syukurlah, July udah kenyang bun"


July melipat sendok nya, menyudahi makan nya, padahal terlihat belum habis


"apa masakan nya kurang enak? “ tanya Rena


" engga bun, enak banget, cuma kayanya kebanyakan, maaf ya? “


"iya sayang jangan di paksakan"


"July mau ke toilet dulu ya? “ July melirik suami nya, Nino mengangguk.


" iya sayang"

__ADS_1


July masuk ke toilet,


Rena memelototi Nino


"kak jangan lah begitu pada Ana, dia nampak sedih"


"Nino cuma mau ngasih tau bun, kalau tindakan nya dapat merugikan orang lain"


"ya tapi jangan gitu juga, bunda liat matanya ber air" Rena diam, karna July keluar dari toilet


"Ana, apa mau istirahat? ayo bunda antar ke kamar? "


"engga bun, July di sini aja, mas Nino belum selesai makan, dan July juga harus tau sanksi buat bi sari, karna semua gara gara July"


Rena menarik nafas nya dalam, ia tersenyum,


"baiklah, bunda mau ke kamar dulu ya, kebetulan belum sholat,.. "


"iya bun, hati hati"


Nino melihat perubahan wajah istri nya menjadi murung, _ apa aku keterlaluan? _ Nino menatap istri nya, July pun demikian,


"ada yang mau di tambah? “ tanya July


Nino menggelengkan kepala nya


" sudah cukup sayang"


"mas, hukum aku jangan bi Sari atau yang lain nya, aku yang salah"


Nino meneguk minuman nya,


July bangkit membereskan piring mereka, Nino menggenggam pergelangan tangan nya, ia bangkit, menarik pelan July untuk ikut dengan nya ke kamar,


July tampak melirik ke sana ke sini, ia sama sekali belum pernah masuk ke kamar Nino,


Nino menutup pintu kamar dan mengunci nya, membawa Sang istri duduk si sofa


"Jullyana" panggil Nino


July menatap suami nya,


"aku ga liat senyum kamu sepanjang makan tadi"


July nampak kikuk, ia menyelipkan rambut di telinga nya


"sayang, aku ga marah karna kamu pergi ke rumah pelatihan menggunakan motor, tapi cara kamu pergi salah" July menunduk


"untuk kali ini aku maafkan, jawab jujur,


mau aku marah kalau kamu keluar tanpa ijin,


atau aku biarkan kamu bebas keluar tanpa ijin aku, dan aku ga akan perduli semua yang kamu lakukan "


July memberanikan diri menatap suami nya, kenapa setelah menikah Nino terasa menyeramkan begini.


"aku mau kamu marah, kalo aku keluar tanpa ijin" ucap July hati hati


"kenapa pilih itu? “ tanya Nino


" aku kini seorang istri, harus patuh pada suami nya, dan kalo kamu marah aku keluar tanpa ijin, itu berarti kamu perhatian dan sayang sama aku"

__ADS_1


Nino tersenyum.


meraih tangan istri nya untuk ia cium,


"disamping kamu istri yang nakal, kamu juga pintar Ana"


July tidak membalas senyuman Nino, ia malah menunduk


"hey,. kenapa? “ tanya Nino


" apa kamu tetep hukum bi sari?"


"tentu, mereka salah"


"aku mohon hukum saja aku" pinta July


"kamu sudah punya hukuman sayang atas ketidak patuhan kamu, kamu ingat apa yang kita bicarakan di rumah pelatihan? "


July mengangguk,


"jadi ingat satu hal ini, kamu istri ku oke?, jadi jika kamu mengulangi hal seperti tadi, semua yang terlibat akan mendapatkan hukuman"


"aku ngerti, maafin aku mas"


"aku maafin kamu, aku bilang kan kita sama sama belajar. kamu tau sayang apa tujuan aku sedikit mengekang kamu? "


July menggelengkan kepala, ia jelas tidak tau,


"dari dulu, ayah memberi batasan pada kita, ga terkecuali bunda,


kamu tau kan bisnis itu tidak selalu mulus, banyak orang yang ga suka sama kita,


ayah Rey membuat peraturan ini untuk melindungi keluarga nya,


bunda di jaga oleh om edo,


shanum di jaga oleh Rafa, dan om Edo bergantian, dan kamu akan aku tugaskan Rio untuk menjaga,


sedangkan om Frans menjaga ayah dan perusahaan,


beberapa kali kita mengalami kejadian yang sulit di mengerti,


seperti hal nya kamu saat kecelakaan di London, ini yang kita tidak ingin kan


aku dan ayah akan menjaga kalian, aku berjanji pada mendiang oma akan selalu ada untuk keluarga, sekarang kamu sudah menjadi bagian keluarga kami, aku harap kamu mengerti hal ini,


lihat bi Sari, ia ketakutan karna kamu pergi begitu saja, karna mereka sudah terbiasa dengan peraturan ini"


Nino membelai rambut istri nya,


"maaf" hanya itu yang bisa July katakan..


Nino mendekat, meraih tubuh istri nya, ia akan melanjutkan perjuangan sang ayah membangun kewaspadaan untuk keluarga nya,


"maaf jika aku terlalu keras, kamu akan mengerti suatu hari nanti"


July mengangguk, ia memeluk pinggang suami nya erat, ia harus terbiasa, jika biasa nya dia bebas keluar sana sini mengurus segala pekerjaan nya sendiri, kini seperti nya tidak akan mudah,


"masss"


"hmmmm"

__ADS_1


"bagaimana pekerjaan ku? apa aku harus resign?"


"bicarakan lah dengan papah Al, aku ngerti posisi kamu, tapi dengan syarat kamu ikut prosedur ku "


__ADS_2