Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
asal mula


__ADS_3

Bukan Hans kalau tidak ada acara minum minum, setelah waktu semakin malam, teman teman Hans pulang dalam ke adaan mabuk,


July mengumpat dalam hati, semoga mereka tidak selamat sampai rumah, ia sangat tidak suka dengan semua,


"kamu ga minum? bukan nya tadi teman teman mu minum?? “


"engga, aku ga mau hilang kesadaran, aku mau liat kamu terus dengan jelas.. "


mata mereka bersi tatap,


_aku akan membuat mu mabuk Hans, jika kabur tidak mungkin, setidak nya aku harus mendapatkan HP mu agar aku bisa mengirimkan sinyal pada papah_


"tapi aku mau minum Hans"


Hans tersenyum,


"kamu mau minum? baik lah, ayoo"


Hans menggandeng tangan July untuk ia bawa ke mini bar, Hans mulai menuang minuman untuk nya dan July.


July tersenyum. Hans paling suka itu


"kenapa ga dari dulu aja aku culik kamu July, kamu senang aku culik?? “


July tertawa.. tapi itu murni, ia ingin sekali tertawa mendengar itu,


" iya kamu bodoh Hans "


Hans menggelengkan kepala, ia mulai. mengangkat gelas nya, mengajak July bersulang.


"so, sejak kapan kamu suka sama aku? " July mencari bahasan, ia harus banyak bicara sampai Hans teler..


"kamu tau, aku senang wanita, aku akan puas ketika berhasil mengencani nya, awal nya aku hanya menargetkan mu sebagai next teman kencan ku, tapi aku rasa ada yang berbeda dalam diri kamu"


_ Hans rupanya banyak bicara juga, apa mungkin karna ia sudah merasa nyaman dengan ku? _


"lalu, kenapa kamu ga bilang, kamu suka aku dari dulu.. ? “


" aku belum yakin dengan perasaan ku,


setelah masa kuliah selesai dan aku meneruskan bisnis papah ku, aku semakin yakin akan perasaan ku, kamu tau kenapa July "


July menuang lagi cairan memabukan itu ke gelas Hans


"aku sangat ingin tau Hans" jawab nya dengan senyum palsu.


"pikiran ku terus tertuju padamu, walau tubuh ku dengan orang lain" jawab Hans pelan.


"aku tak mau dengan mu, tubuh mu sudah begitu banyak wanita yang sentuh.. " ucap July memancing


"apa artinya tubuh, bukan kah hati lebih penting? “


" aku suka kata kata mu Hans" July menyesap minuman nya sedikit ia tidak boleh mabuk, entah apa yang terjadi jika mereka mabuk..


"hey minuman mu belum habis, kamu menuang lagi minuman ku"


"aku ga terlalu suka, tapi ga tau aku sangat ingin"


Hans tertawa,


HP nya berdering, seseorang menelpon nya,


"hallo,.... "


"tak apa tenang saja, yang lain sudah pulang, nanti akan aku atur waktu untuk khusus menelaktir mu makan.. "

__ADS_1


"ya akan ku bawa July juga"


Hans menatap wanita nya, July tersenyum dan mengangguk meng iya kan.


"baik lah, tenang saja oke"


_ Hans pleaseee, jangan masukan lagi HP mu ke saku celana, simpan di meja pleaseee _ July merasa gemas dalam hati nya, ia memandang tangan Hans, dan syukurlah Tuhan mengabulkan permintaan nya,..


"Hans, boleh aku meminta sesuatu? "


"apa itu? “


" apa benar kita akan menikah?? "


"kamu menganggap ku main main?? “


July tersenyum senang,


" hehee, bukan itu aku percaya pada mu...


tapi aku minta sesuatu"


"katakan lah, akan aku pertimbangkan"


"bawa papah ku ke sini saat kita menikah, aku sudah tak punya mamah, apa kamu tega memisahkan aku dengan papah ku? “


Hans terlihat berpikir, ia menatap wajah July yang sedih " akan aku pikirkan"


"dan satu lagi" kata July


" aku ingin pernikahan yang mewah, itu impian ku sejak kecil Hans" mata July berkaca kaca memohon pada Hans


"itu sudah pasti sayang, kamu tidak perlu meminta nya, akan aku lakukan... "


July terlihat puas,.


July menuangkan lagi minuman untuk Hans, sekarang lebih banyak dari sebelum nya.


" mereka tidak perduli dengan ku July "


" tapi orang tua mu masih lengkap? “


"sangat, aku masih punya Nenek, punya adik" ucap Hans sambil meneguk lagi minuman nya,


"tapi kenapa kamu terlihat sedih? " July pura pura kepo..


"entah lah, seperti nya aku bukan anak yang mereka harapkan,


orang tua ku sibuk dengan dunia nya masing masing, sampai rumah hanya bertengkar,


mereka berselingkuh dengan terang terangan satu sma lain. sampai papah ku meragukan kalo aku putra nya"


July tercengang, ia menyangga dagu nya dengan sebelah tangan di meja


"kamu punya aku kini Hans"


hans tersenyum, July melihat perubahan wajah nya menjadi sedih ketika menceritakan keluarga nya, hans menggenggam jari tangan July,,


_hadeuhhh_ July langsung tidak enak diam..


"apa kamu tidak nyaman berada di keluarga mu Hans? "


"tidak, aku tidak bahagia, di besarkan oleh pengasuh, aku tak pernah mendapat kan pelukan orang tua, terutama ibu"


Hans tersenyum kecut,

__ADS_1


"kamu tau July, dulu waktu masih kecil, entah kelas berapa, aku mendapat tugas, menceritakan tentang keluarga, dan tugas itu harus di tandatangani oleh orang tua, aku menulis nya dengan semangat, karna aku memiliki alasan akan bertemu orang tua ku, walau sekedar menandatangani tugas saja,


aku membawa nya pada papah, dengan sinis ia menyuruh ku pergi setelah menandatangani tugas ku, dia bilang aku mengganggu kerja nya.


aku lari pada mamah, ia sedang sibuk menelpon, aku menunggu nya sampai tertidur.


dia membangunkan ku, aku langsung meminta nya untuk menandatangani tugas itu, namun tanpa aku duga mamah ku marah besar..


kamu tau kenapa July?? “ Hans bertanya,


July menggelengkan kepala nya lemah,


Hans terlihat tertawa, July bingung kenapa. ia tertawa..


"mamah marah besar karna aku menceritakan semua kejadian yang terjadi sehari hari di rumah, aku dipukuli, sampai aku sakit dan di bawa ke RS hahahaa"


"kenapa kamu tertawa?? " July merasa takut pada sikap Hans.. apa ia sudah mabuk?? pikir July


"mungkin dulu aku menangis, merasakan sakit di sekujur tubuh ku, tapi kalau aku ingat itu sekarang, memang aku salah, mana ada orang tua yang mau perselingkuhan mereka terbongkar gara gara anak ingusan seperti ku,, terlebih itu tugas sekolah, dan sudah papah tandatangani terlebih dulu hahahaa" Hans tertawa lepas


July merasa merinding seketika


"kau memang bodoh Hans "


"mau bagaimana lagi, aku masih kecil"


"lalu apa yang terjadi? " July terus terusan menuang minuman nya


"aku masuk RS, orang tua ku bertengkar hebat, papah menyalahkan mamah karna aku di pukuli dan mamah menyalahkan papah karna ia menandatangani tugas ku tanpa membaca nya"


"hahaaaa" July ikut tertawa,


"kalau mamah mu menandatangi tugas itu tanpa membaca nya.. bukan hanya keluarga mu saja yang bertengkar, semua dunia akan tau hahahaa" July tertawa, itu memang sungguh membuat nya. lucu


"dan aku bukan hanya masuk RS untuk di rawat, mungkin aku akan mereka kirim ke akhirat"


"hahaaa" July tertawa lagi, Hans memperhatikan nya


"kamu bahagia bersamaku July? "


July terdiam,


"kamu sangat baik Hans, mana mungkin aku tidak bahagia" jawab July, ia begitu membuat Hans yakin...


"ayo kita rayakan kebersamaan kita" ucap July,


mereka terus bercerita, dan tidak berhenti tertawa, bahkan hal hal yang konyol dulu saat kuliah mereka cerita kan... Hans sudah terlihat melantur July mengajak nya ke sofa, agar Hans tidur lebih mudah, ia memejamkan mata nya, hans tertidur..


July merebahkan tubuh nya ia lelah sungguh


"ternyata betul, pura pura bahagia itu menyakitkan" ucap nya memijat tengkuk,


July langsung terbangun, ia meraih HP Hans yang ada di mini bar, yang sengaja ia tutupi dengan gelas terlebih dulu, walaupun tidak ada orang tengah malam begini, July tau cctv di rumah ini terus mengawasi,


ia membawa nya ke kamar mandi sebentar,


July membuat pesan


" 04052019 "


(jangan balas pesan ku papah, ini no hans).


angka berisi kode 04 Mei 2019 mereka gunakan sebagai kode internal jika dalam kesulitan, itu tanggal kematian mamah nya.


pesan terkirim, July seketika marasa tenang,

__ADS_1


ia menghapus semua pesan dan riwayat nya, agar Hans tidak curiga..


July kembali keluar meletakkan HP dan gelas bersamaan seperti tadi..


__ADS_2