Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 10


__ADS_3

hari beranjak pagi, Nino belum reda juga demam nya, rena meminta untuk di bawa ke RS saja,


di temani frans, dan momi, rena di UGD, Nino sedang di tangani..


frans memeberi tahu rey, rey menelpon istri nya


"ayah.. (rena sudah bergetar suara nya menahan tangis)


" bunda tenang, insyaallah Nino ga apa apa"


"aku khawatir, selama aku nemenin Nino baru kali ini dia demam"


"iya sayang, Nino beberapa kali demam, memang dia jarang sekali sakit,


ada momi ya?? "


"iya sama momi"


"tenang lah sayang, emh, kabari aku ya,.. aku ada meeting sebentar lagi, ini lagi di jalan mau ke kantor"


"iya yah, hati hati ya... "


bagaimana rena bisa tenang, ini pengalaman pertama nya Nino sakit,


dokter keluar, ia tersenyum


"gimana dok?? ( rena jelas panik, momi mengusap punggung menantu nya)


" insyaallah Nino cuma demam biasa, untung nya dia ga punya riwayat kejang, itu yang di takutkan, biar istirahat dulu di rumah sampai sembuh ya nyonya ( dokter Devi menerangkan) obat nya di habiskan kalau ada gejala lain bawa kembali lagi ya? "


"alhamdulillah, mksh dok, saya boleh masuk??"


"silahkan nyonya,


saya permisi dulu nyonya" (dokter Devi pamit pada momi, momi pun ikut masuk)


"sayang bunda, apa yang Nino rasa sekarang??β€œ


(rena mengusap pipi jagoan nya)


" Nino pusing"

__ADS_1


"rena tersenyum, ayo kita pulang, Nino mau di gendong om frans ya??"


"sama ayah bunda" (Nino merajuk)


"ayah masih kerja sayang... " (rena pun ikut sedih, kebetulan sekali ketika rey pergi Nino sakit)


"ada oma, ada tante putri, kan ayah nanti bawa dino yang banyak buat Nino" (momi ikut membujuk)


Nino mengangguk


"anak pintar"


frans mendekat, merentangkan tangan nya, Nino tersenyum, ia bangun di bantu bunda nya,


"om kita main bola lagi kaya di rumah om" (kata Nino)


"ayo, sama om yang lain ya?? " (tanya frans, Nino ingat ketika frans membawa nya ke rumah pelatihan) tapi Nino jadi yang paling kecil dong? (frans menggoda)


"ajarin Nino biar jadi hebat ya om"


"oke bos, tapi Nino harus sehat dulu ya... ! "


rena dan momi melempar senyum, mereka pulang lagi ke rumah, syukur lah tidak terjadi apa apa pada Nino,


" makasih sayang sudah khawatir" (kata momi pada rena)


"mih, Nino juga anak rena, jangan bicara begitu"


entah mengapa momi berlinang mata nya, pikiran nya mungkin sedang bercabang..


"momi jangan sedih, bilang sama rena kalo momi mau cerita ya.. "


momi mengangguk,


aku ingin cerita semua rena, tapi kamu sedang hamil, rey pun tidak di sini, di tambah nino sedang sakit, momi ga mau nambah beban pikiran kamu... ( momi bergelut dengan hati nya, jujur ia sedikit khawatir dengan putri)


***


putri menunggu di kantin kampus nya,


Yuda janji akan datang.. es jeruk yang ia minum sudah habis, hati nya gundah.. perkataan momi begitu menyakiti hati nya

__ADS_1


" putri, buka mata kamu, ayah nya Yuda korupsi di perusahaan papih kamu, itu sangat besar, momi takut anak nya pun sama begitu, lihat sekarang, apa yang bisa dia janjikan buat kehidupan kamu setelah menikah, momi harap kamu ga usah menikah saja walaupun Yuda lelaki terakhir di dunia ini, kamu ga berpikir siapa tau Yuda mendekati mu hanya membalas dendam ayah nya saja"


putri meneteskan air mata,


tiba tiba seseorang mengusap pipi nya yang basah, putri menoleh, Yuda di sana, di depan nya...


"jangan nangis, ( bukan berhenti, putri malah semakin terisak, mereka berpelukan)


" apa harus kita akhiri semua nya? momi seperti nya ga suka sama kamu kak"


Yuda menarik nafas nya dalam, namun ia tersenyum.


"sabar oke.. aku akan tunjukin sama momi kalo aku layak buat jadi menantu nya"


putri merenggangkan pelukan nya,


"apa yang harus aku bantu kak? β€œ


" cukup duduk manis, dan lihat hasil nya nanti"


"kamu ga akan macem macem kan kak? "


"malah aku akan macam macam, kalo ga macam macam mana ada hasil nya"


putri tersenyum,


" iya juga sih" (mereka tertawa)


"do'ain aku terus ya, ga ada yang bisa bertahan dengan sifat keras nya kalo kita melunak dan membuktikan kelayakan kita,


mengalah lah sebentar sama momi, jangan di lawan..


gimana pun momi ibu kamu, yang lahirin kamu, yang rawat kamu selama ini, aku cuma pendatang dek, kalaupun momi tetap kekeuh, kita yang harus ngalah, orang tua bukan untuk di lawan"


putri tertunduk,


"momi ga lihat sifat ini dalam diri kamu kak, yang ia lihat hanya luar nya saja, aku coba mempertahankan karna aku tau kamu gimana"


Yuda menggenggam tangan putri,


"kita serahin semua sama Allah, momi kamu ga salah, mungkin ayah aku yang salah dulu, gimanapun Image akan tetap melekat dalam diri seseorang, sekalipun orang itu sudah berubah... "

__ADS_1


__ADS_2