
Iring iringan pengantin laki-laki telah datang, July pun sudah siap untuk turun ke tempat akad yang telah di siapkan..
Rakha dan Al menjadi pengiring pengantin wanita, menjaga langkah July agar tidak goyah. July meremas jas di lengan ayah nya, jantungnya begitu berdebar,
di samping ia akan bertemu dengan Nino dengan momen yang berbeda,
ia khawatir jika Hans akan muncul mengacau..
pintu terbuka lebar, July di persilahkan masuk, semua mata langsung tertuju padanya, terutama Nino ia tersenyum memancarkan kebahagiaan nya, tidak menyangka Ana yang simpel dalam berdandan akan bisa tampil secantik ini, bahkan ia memakai kerudung, Nino melihat Al menggenggam jari tangan July yang ada di lengan nya,
pemandu acara meminta keluarga Nino maju beberapa langkah, seorang bridesmaid dari WO datang membawa nampan berisi rangkaian melati,
Al maju, mewakili sang mendiang istri nya memakaikan kalung melati di leher Nino, Nino gugup mereka sangat sering bertemu, namun untuk kali ini begitu berbeda,
"Nino Bagaskara, aku serahkan Jullyana putri ku padamu, bahagiakan dia, dia akan meninggalkan kami untuk hidup dengan mu,
jadi, jika kamu menyakitinya, aku yang akan maju dan membawanya pulang lagi ke rumah ku"
"Nino janji pah, ga akan ada air mata yang menetes selain airmata bahagia" mata Nino berlinang mengatakan itu,
"papah percaya sama kamu"
Nino mencium punggung tangan Al, mereka berpelukan...
Rey dan Rena di belakang Nino tersenyum menatap mereka,
July duduk di sofa yang telah di sediakan, di dampingi Rakha adik nya, Rakha terlihat memberikan tisu untuk kakak nya,
"makasih kha.. "
Rakha mengangguk, hati nya sangat sedih, ternyata begini rasanya mengantarkan kakak tersayang mu menikah, antara bahagia dan terluka, teman, musuh, ibu, dan atasan nya ini akan di bawa lelaki lain,
Rena terus tersenyum menatap Ana, ia yang meminta nya untuk Ana memakai kerudung, dan Al-hasil Ana tampak cantik sekali,
July pun menatap Rena, Rena mengaggukan kepala dan mengedipkan mata nya perlahan, ber isyarat bahwa July harus tenang, karna Rena melihat calon menantu nya itu begitu tegang,.
"apa semua akan baik baik saja kha?? "
ucap July pada adik nya
"apa yang kamu khawatirkan kak, pasti semua baik baik saja"
"aku harap begitu"
July selalu terngiang parkataan Hans tentang tawaran nya.. July tidak menepati janji nya untuk bertemu Hans, apa yang akan terjadi? dia pasti marah..
semua sudah dalam posisi,
keluarga Nino duduk rapi di belakang Nino,
Al dan Nino duduk berhadapan,
fotografer sudah siap dengan kamera nya,
__ADS_1
penghulu membimbing Al dan Nino,
memberikan wejangan sedikit untuk para pengantin hari ini, Nino terlihat beberapa kali mengangguk, bahkan semua tertawa mendengar wejangan lucu soal "ranjang" untuk pengantin, hingga tiba saat nya ijab kabul,
Al baru merasakan debaran jantung yang luar biasa, seingat nya dulu saat meminta bunga untuk menikah dengan nya tidak terasa seperti ini.
mereka berjabat tangan,
"bismillahirrahmanirrahim,
Nino Bagaskara, saya nikah kan dan kawinkan engkau, dengan putri saya yang bernama Jullyana dengan maskawin seperangkat perhiasan di bayar tunai"
Nino menegang, ia merasa tangan Al menghentak tangan nya,
"saya Terima nikah dan kawin nya, Jullyana binti Alif Ramadhan dengan maskawin tersebut, dibayar tunai"
Al tersenyum,
"bagaimana saksi? " tanya penghulu
"saaaahhhhh" Rey paling kencang suara nya, Rena tertawa,
"alhamdulillah... "
July menarik nafas nya panjang, dan menghembuskan nya, sesuatu yang mengganjal hati nya hilang satu persatu,
detik ini, ia telah sah menjadi istri dari dokter Nino Bagaskara,
doa di panjatkan, semua begitu haru, Nino terlihat mengusap sudut mata nya,
Rakha memberikan tangan kakak nya pada Nino, semua bertepuk tangan,
July mencium punggung tangan Nino untuk pertama kali nya,
Nino terus tersenyum. ia memberikan kecupan di kening yang terhalang siger yang July pakai..
proses pernikahan terus berlangsung,
semua di abadikan dengan foto dan vidio,
Rena memeluk Ana yang kini telah sah menjadi menantu nya,
"selamat sayang, berbahagia lah, nikmati kehidupan baru mu, jangan pernah anggap kami orang lain, kami kini benar benar keluarga mu, jika Nino melakukan sesuatu yang menyakiti hati mu, bunda yang akan memarahi nya"
Rena menangkup kedua pipi July, July mengangguk, "makasih atas semua nya bunda.. kini July benar benar punya mamah lagi"
mereka tersenyum, Rena menempelkan kening nya dengan kening July, memberi ciuman di pipi kanan dan kiri nya,
"jangan nangis.. makeup kamu luntur nanti" ucap nya tertawa,
July pun ikut tertawa..
July menyalami Rey dan keluarga Nino yang lain, ucapan selamat dan doa terus mengalir,
__ADS_1
sesi foto keluarga di lakukan, hanya keluarga dan beberapa kerabat dekat yang datang pagi ini, karena resepsi akan di lakukan malam nanti setelah Isya,
Nino dan July duduk di sofa, melakukan ritual suap suapan, rabutan ayam dll.. semua nya bahagia melihat pengantin baru ini,
Nino menggenggam tangan July,
"bagaimana aku mengatakan nya, kalau aku bahagia Ana, terimakasih sudah hadir melengkapi hidup ku"
"ayo kita hidup sama sama, lewati suka dan duka" ucap July tersenyum,
"tentu" Nino mengusap pipi nya,
para keluarga menikmati hidangan yang di sediakan,
tak terasa hari beranjak siang, ini sudah jam 2siang, acara akad telah selesai, Rena mempersilahkan menantu nya untuk kembali ke kamar,
"istirahat lah sayang, malam nanti acara akan berlanjut"
"makasih bunda, July ke kamar ya..? β
Rena mengangguk,
July pamit pada keluarga besar yang hadir,
Nino dan Rakha mengantarkan July kembali ke kamar,
" istirahat lah, aku ke bawah lagi sebentar, nanti aku nyusul" Nino mendekat memberikan kecupan di bibir July,
"pergilah, aku mau ganti baju sama hapus makeup"
"oke, sebentar ya.. "
"iya.. "
perias datang lagi, membawa baju untuk resepsi nanti malam, ia juga membantu July membuka semua kelengkapan baju pengantin nya,
"nona saya akan datang lagi nanti jam 5 untuk persiapan resepsi"
"baiklah, terimakasih ya.. "
perias undur diri, July teringat akan HP nya, ia mencari nya.. namun nihil,
"ya Allah, kenapa sampe lupa begini sih?? β July menggerutu,
ia menyambar handuk dan pergi untuk membersihkan makeup yang menempel di wajah nya,.
***
" kha, mereka di sini "
Edward berbicara melalui sambungan telepon dengan rakha, ia juga dengan team nya membuat pengawalan untuk July,
"jika mereka macam macam.. tembak mati saja" ucap rakha
__ADS_1
"dengan senang hati" Edward menjawab nya.