Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
hadiah untuk rena


__ADS_3

sampai di rumah alm dani tepat pukul 11 siang,


rey dan rena di sambut keluarga dani dan para pengawal, Nino langsung berbaur dengan teman teman nya, rena pun tampak senang, ia bisa bertemu dengan istri istri para pengawal yang ikut hadir, saling menghibur saling berbagi, mila tidak sendirian kami akan menjadi keluarga baru untuk nya, terlebih orang tua untuk anak nya..


rena sengaja membuat grup di WA,


walaupun kurang dari 10 orang, pengawal yang lain kebanyakan belum menikah,


istri para pengawal merasa canggung, mana mungkin mereka akan menjadi dekat dengan istri dari bos mereka, namun rena menepis nya, kita semua sama tidak ada perbedaan,


rena berniat akan membuat acara acara bersama istri istri yg lain, seperti kegiatan amal.


acara tahlil di gelar ba'da Ashar, pukul 5sore keluarga rey pulang,..


"sayang, sesekali aku pinjam rumah pelatihan boleh? โ€œ


(tanya rena pada sang suami)


" untuk apa? "


"tadi kami membuat grup di WA, aku berniat ingin membuat kegiatan, seperti kegiatan amal contoh nya"


"atur saja jadwal nya sayang, biar nanti anak anak ikut mengatur nya" (rey senang istri nya mulai mempunyai teman di sini, terlebih punya kegiatan positif)


sampai di rumah, rena membantu Nino mandi sore nya, rey memperhatikan mereka, bagaimana bisa se seru itu mandi sore, rena dan nino bermain busa, sampai baju rena sedikit basah,


rey ikut bergabung, ia membantu Nino memakai baju, tentu itu kegiatan yang jarang sekali ia lakukan, "ternyata seru juga" (fikir rey)


rey kini sering meluangkan banyak waktu untuk keluarga nya setelah kehadiran rena, ia merasa hidup nya berkali kali lipat lebih semangat.


malam datang,


"sayang.. ( rey memeluk istri nya, rena sedang bersantai menonton TV setelah shalat magrib, menikmati susu coklat kesukaan nya) "


"apa? (mengusap rambut suami nya) "


"ayo siap siap, aku akan mengajak mu makan malam"


"makan malam? ko mendadak sekali? "


"kita jarang melakukan itu, ayo bersiap lah"


rena sedikit bingung sebenar nya, namun ia menurut, ia cepat bersiap, rey menunggu nya di bawah"


turun dengan menggunakan gaun malam berwarna navy pemberian rey dulu, ketika mereka merayakan hari terakhir rena bekerja..


rey terpana, ia mengingat nya juga, bagaimana rey memesan baju untuk rena pakai, ia bahagia..


menghampiri sang istri, rey memeluk nya


"kamu cantik sekali renaa"


(rona merah terlukis jelas di pipi sang istri, rey tak tahan, mengecup pipi istri nya, rena merapihkan penampilan suami nya menarik kerah kemeja suami nya rena berbisik "pak bos juga tampan sekali malam ini" tak kalah tersipu, rena jarang sekali gombal begini)


tanpa mereka sadari,


ada momi, putri, Nino, BI asih dan lain nya di sana memperhatikan mereka


"ciyee, pengantin baru terooosss " (goda putri)


rena terkejut, melepaskan pelukan nya, ia malu,


"ganggu aja kamu dek (rey protes)


" bunda pulang bawa dede bayi ya (Nino berkata) " rena menghampiri jagoan nya


"Nino sudah punya teddy kan? (rena mencolek hidung anak nya) "


"itu raksasa bukan ade bayi" (cemberut)

__ADS_1


rena memeluk jagoan nya


rey terlihat mengobrol bersama momi,


lalu rey beralih pada istri nya, ia sudah siap.


rey dan rena memulai perjalanan nya,


"kita akan makan malam dimana? " (rena bertanya)


"itu kejutan sayang (rey mengedip kan mata nya centil, rena tertawa yaa suami nya penuh misteri)


memasuki gerbang perumahan elite rena tampak ragu, bukan kah makan malam akan di lakukan di restoran misal nya, kenapa malah ke sini??


menoleh lagi pada sang suami, rey hanya tersenyum rey melihat sorot mata istri yang bertanya,


berbelok ke arah kanan, tak lama rey membunyikan klakson, gerbang terbuka, nampak rumah bernuansa moderen terpampang di depan nya, ini sangat mewah,


rey memarkirkan mobil, tampak satu mobil terparkir juga di depan,


" apa ada yang lain? (tanya rena) "


"engga sayang, (rey turun, berputar membukakan pintu mobil untuk istri nya. merogoh kantong jas nya rey memberikan sebuah kotak kecil


" apa ini??


"buka lah,


rena membuka nya, dua buah kunci terpampang di sana, rena menatap lagi suami nya, menunggu jawaban


rey mendekat


mengusap hijab yang rena pakai malam ini


" aku belum memberikan mu hadiah pernikahan sayang, bahkan kita belum bulan madu, maaf untuk itu,..


ini rumah mu, dan itu (menunjuk mobil putih di depan sana yang terparkir cantik di depan rumah) milik mu"


"engga sayang ini berlebihan, aku ga mengharapkan apa pun, bulan madu atau apa itu"


"tidak ada penolakan, ini hadiah sederhana untuk istri, dan ibu kami tersayang, kamu sudah mencintai kami rena"


mata rena memerah ia menangis, rey mengusap pipi nya, air mata mulai jatuh,


"tidak ada air mata, kamu harus nya bahagia bukan?? "


"ini berlebihan" (rena terisak, rey memeluk nya terbuat dari apa istri nya ini, beberapa wanita menginginkan hal ini bukan ?? kenapa ia menolak nya??)


"ayo kita masuk, kamu harus lihat di dalam" (menggenggam jari tangan sang istri rey membawa nya ke depan pintu, meminta rena untuk membuka nya,


jantung rena berdetak kencang, ia menoleh lagi pada sang suami, rey tertawa, istri nya nampak lucu..)


pintu terbuka, rey membuka nya lebar lebar,


rena terpana lagi, bagaimana tidak, di tengah ruangan yang luas ini terdapat sebuah meja di hias lilin cantik, di lantai penuh balon berwarna abu abu, lampu di matikan membuat lilin itu berbinar indah... rena memeluk suami nya


"Terimakasih sayang, ini begitu indah"


"sama sama, ayo kita makan, aku sudah lapar" (mereka tertawa,menuju meja makan menerobos balon di lantai yang beterbangan)


seorang koki datang, membawa sebuah kue,


happy birthday?? rena baru sadar hari ini hari ulang tahun nya,


"kamu lupa? (rey bertanya)


" aku lupa sayang, aku terlalu bahagia sehari hari, sampai lupa hari ulang tahun ku"


rey membawa kue ke hadapan rena, meminta nya meniup lilin,

__ADS_1


"selamat ulang tahun nyonya, selamat menikmati makan malam nya" (ucap willy)


rena tau siapa dia, willy salah satu koki terbaik di resto, rena ingin menyapa, tapi ia ingat, rey tidak menyukai itu,


rena hanya tersenyum,


"terimakasih"


willy pun profesional, melayani mereka dengan baik, ia sangat beruntung, bu susan memilih nya untuk membuat menu makan malam tuan dan nyonya nya,


alunan musik merdu romantis mulai terdengar,


di sudut ruangan sana nampak beberapa orang memainkan alat musik,


senyum bahagia tak lepas dari wajah sang istri,


"kamu suka?"


"aku sangat suka sayang, terimakasih"


lampu di nyalakan, rey meminta willy mengabadikan momen tersebut, mengambil beberapa foto dengan pose romantis. mereka selesai makan malam,


rey membawa rena ke lantai dua, menunjukan kamar yang akan Nino tempati, rey sengaja membuat nya bersebelahan dengan kamar nya dengan rena,


kamar begitu luas, di desain layak nya kamar anak anak, rena begitu senang,


mereka menuju kamar utama


"buka lah ( rey mempersilahkan sang istri) "


perlahan rena membuka nya,


rena terharu, layak nya pengantin baru kamar nya di hias, bunga mawar merah bertebaran dimana mana, menciptakan aroma khas nya..


ia ingat, jauh dari kata romantis malam pertama nya di bandung, malah ada duka di sana,


sedangkan saat di Jakarta, rena malah sedang haid.


" kita bermalam di sini (rey memeluk istri nya, ya rena sebaik nya menurut saja)


membawa sang istri ke balkon kamar, rey sengaja membuat nya lebih besar, karna rena senang berdiam diri di balkon, ada ayunan di sana.


setelah rey menikahi rena, ia mulai membangun rumah, sesuai desain yang ia ingin kan, membeli 2 kavling tanah perumahan, rey berhasil, rena tak tau apa pun tentang ini, padahal ini tak lepas dari campur tangan sang momi, rey slalu bertanya pada momi nya, apa yang wanita inginkan dalam hidup nya, rey sedikit memiliki gambaran, hingga tercipta lah rumah ini.


"itu tempat mu melamun" ( menunjuk ayunan rey menggoda sang istri, mereka tertawa, ternyata rey tau rena suka melakukan nya) "


"aku harus berkata apa? ini semua begitu indah"


(rena mencium pipi suami nya)


rey suka itu, sesuatu yang rena lakukan terhadap diri nya dengan keinginan nya sendiri,


"kamu hanya harus mencintai ku, mencintai Nino, mencintai hidup mu sendiri, jangan ada yang di tutup tutupi oke, berbahagialah sayang"


mereka saling mengalirkan kasih sayang,


rey mulai mencium istri nya lembut,


mengusap perut sang istri, rey mencium nya


" semoga Allah cepat kasih kita pengganti nya"


rena mengangguk, bunga bunga bermekaran di hati nya, apa lagi yang ia harapkan, ia telah mendapatkan semua nya kasih sayang begitu deras ia Terima, rena selalu bersyukur


"kalau begitu, kita harus rajin membuat nya (rey mulai merayu, rena tertawa, betapa modus suami nya itu, baru tadi pagi mereka melakukan nya, tapi apa boleh buat, rena bisa apa?)


" kita ga bawa baju sayang" (mengingat mereka datang hanya untuk makan malam)


"sudah aku siap kan tuan putri" (rey menjawab, membuat rena menjadi malu)

__ADS_1


*malam panjang baru akan di mulai untuk rey dan rena*


*haduh, seneng banget bisa di perlakukan se manis ini ya, aku pun jadi iri yang nulis nya๐Ÿ˜„, nge halu mah bebas ya gaes*


__ADS_2