
assalamu'alaikum,
adakah yang kangen sama rey & rena??,
aku kasih bonus part ya, happy Reading 🥰
sudah lewat tengah malam rey melirik jam di dinding, rena membangunkan nya,
"kamu belum tidur sayang? “ (tanya rey pada rena)
"aku ga bisa tidur yah"
"kenapa hmm? “
"pengen martabak manis, yang pake coklat kacang, sama keju yang berlimpah (rena berbicara seolah itu satu satu nya makanan terlezat)
rey yang masih mengantuk tiba tiba sadar, martabak manis di jam 1malam???
"sekarang?? " (tanya rey ragu, rena jarang sekali punya permintaan pada ngidam nya, sekali nya ngidam ada ada saja)
rena mengangguk senang, mata nya berbinar memohon,
"ya sudah aku cari ya"
"aku mau ikut" (rena menimpali)
"sayang ini udah jam satu, kamu di rumah aja ya?“
" aku pengen liat si abang nya bikin martabak langsung" (rey tercengang,)
"baiklah, ayo sayang, pake sweater ya pasti dingin"
"kita di motor ya?? " (tambah rena)
"kalo yang ini aku ga setuju, kamu lagi hamil sayang, ini sudah malam"
"ya sudah ( rena sedikit kecewa, namun daripada tidak jadi beli martabak rena menurut saja)
rey memasangkan sweater pada istri nya,
rena memakai jilbab rumahan, mereka keluar kamar, melewati ruang keluarga yang sudah padam lampu nya,
" tunggu di sini ya, nanti kalo aku sudah di depan baru keluar"
"aku takut, ikut saja ke parkiran ya"
rey tersenyum.
"baiklah tuan putri, sesuai permintaan"
mencari kunci garasi di laci lemari kaca besar,
rey sedikit berisik, bi asih terbangun...
"den, bibi kira siapa (bi asih membawa sapu di tangan nya, waspada ia takut ada maling di dalam rumah)
" hihiii (rena tertawa)
"non mau kemana malam malam begini?? "
"rena pengen martabak bi, kita mau cari ke luar ya"
"non ga di rumah aja? biar bibi temenin"
"rena pengen liat abang nya bikin martabak bi"
bi asih tersenyum, ya begitulah orang hamil, suka aneh aneh, rey menguap,,
"bibi tidur lagi aja, kita keluar dulu ya"
"baik den, hati hati ya.. "
melajukan mobil nya, rey membunyikan klakson, Security yang berjaga malam heran, menundukan punggung nya
"aden mau kemana? "
"nyari martabak pak"
"biar saya saja yang belikan den"
__ADS_1
"rena mau beli langsung pak"
"oiya kalo begitu"
( sang security membuka gerbang menjulang itu)
"hati hati den"
"ya pak... terimakasih"
rena nampak senang, keinginan nya di kabulkan oleh suami nya, jalanan tentu saja sudah sepi,
mereka mencari, sudah beberapa gerobak yang tutup,
"ayah itu di sana buka"
rena menunjuk ke sebrang jalan
"alhamdulillah akhirnya"
rey memutar mobil nya, mendekati gerobak martabak itu, ia keluar mobil, rena mengikuti nya
"bang, masih ada?? "
"maaf Pak, sudah habis adonan nya... ini ada satu loyang yang sudah jadi (menunjuk display)
" ayah, aku pengen liat si abang nya bikin" (rena merajuk)
"tapi udah abis, sayangg... "
"ya sudah kita cari lagi ya... "
"baiklah...
bang, maaf ya ga beli, istri saya lagi ngidam. pengen liat bikin nya"
"oiya pak ga apa apa" (si penjual tersenyum)
"kalo udah pada habis gimana sayang? "
(tanya rey)
"pengen banget aku tuh"
"kalo martabak telur mau?? " (tawar rey)
"aku pengen yang manis" (rena cemberut)
"kamu ga cukup liatin aku?? aku kan manis, masih mau martabak?? (rey menggoda istri nya)
rena tertawa
" pede sekali pak bos ini " (jawab nya)
setelah berkeliling dan ini sudah jauh dari rumah, akhir nya mereka menemukan grobak martabak yang masih buka, dan belum habis
"akhir nya... (ucap rey)
" bang, bikin baru ya... rasa coklat kacang satu, original keju satu"
"siap bu... "
"tambah lagi 1-1 ya jd beli 4"(tambah rena)
" sayang banyak amat beli nya? siapa yang mau makan?? "
"kita bagi Bpk security, bi asih, kita bangunin putri sama momi juga, aku pengen makan bareng" (rena sangat antusias "sayang ini udah hampir jam 2, kamu mau bangunin semua penghuni rumah buat makan martabak?? sekalian saja makan sahur“ rey menggerutu dalam hati nya, namun ia tidak bisa protes, ia tak mau mematahkan semangat istri nya)
si abang penjual martabak kerepotan, rena ikut mengatur pembuatan nya
" bang gula nya jangan kebanyakan, bnyakin coklat nya aja...
itu mentega nya kurang bang, biar aga berminyak gitu, enak....
keju nya tambah lagi bang, aku suka keju....
rey hanya tertawa,
"turutin aja bang, istri saya lagi ngidam"
__ADS_1
(celetuk rey)
"oiya pak pantas saja" (si penjual tertawa)
"bawel ya?? (tambah rena, ahahaaaa) rena menyadari tingkah nya, namun ia seperti nya malah bangga,
rena puas, martabak yang ia inginkan sudah ia dapat,
" kita langsung pulang yah (kata rena)
"ya iya lah, sudah jam dua lebih, mau kemana lagi"
heheheee rena nyengir, tak lama ia menguap,
"kan kamu ngantuk kan" (kata rey)
"iya, pulang langsung tidur aja, ga usah bangunin momi sama putri"
"terus makan martabak nya?? "
"besok aja deh, aku ga kuat ngantuk"
rey hampir saja menginjak rem dalam dan bertanya dengan sewot nya "apaaaa??? "
namun ia urungkan, memang begini kelakuan ibu hamil, ia menepuk jidat nya
rena melihat seorang pria sedang menarik Grobak, di belakang nya ada perempuan membantu mendorong,
"sayang, kita turun sebentar" (pinta rena)
"mau apa?? "( tanya rey heran)
" kita kasih martabak satu ke mereka, kasihan "(menunjuk dua orang yang rena maksud rey menepikan mobil nya, rena keluar, di susul rey ia khawatir pada istri nya)
" pak bu, tunggu sebentar... "
laki laki yang ternyata sudah cukup tua itu berhenti, rena mendekat,
"ini saya beli martabak, baru saja, masih hangat, ini untuk ibu dan bapak"
si ibu menatap rena dengan sendu, melirik ke sebelah nya, wanita ini turun dari mobil, namun tak sungkan turun menghampiri mereka yang berbaju lusuh, di gerobak penuh barang barang kotor hasil usaha nya seharian tadi,
"jazakillah nyonya, alhamdulillah, terimakasih (si ibu membungkuk, rena memegang bahu nya)
"wa jazakillah khair, jangan begitu bu, terimalah ini rezeki ibu sama bapak"
diam diam, rey menyelipkan beberapa lembar uang ke tangan rena
"ini se kalian" (bisik nya pada sang istri)
"ini bu, ada sedikit untuk di rumah, Terima ya"
si ibu menerima kepalan tangan rena,
"ya Allah ( si ibu menangis), terimakasih banyak, semoga Allah melimpahkan kebahagiaan untuk kalian, semoga Allah selalu melindungi, dimana pun dan kapan pun nyonya dan tuan, ini saya Terima, sangat membantu untuk kami" (tambah si bapak)
"amiiiinnn ya Allah, semoga doa bapak dan ibu Allah kabul, kami pamit ya bu.. pak... "
"terimakasih sekali lagi ya tuan nyonya'
"sama sama pak (rey menjawab) "
ia menggandeng bahu istri nya, membukakan pintu mobil untuk rena, memakaikan sabuk pengaman,
terdengar percakapan antara ibu dan bapak di belakang nya
"ayo cepat pulang pak, anak anak pasti sudah kelaparan"
rey menatap istri nya
"kenapa yah?? " (rena heran, rey belum beranjak dari hadapan nya)
"teruslah berbuat baik, aku akan mendukung mu" ( menatap istri nya penuh sayang, rena tersenyum)
"terimakasih, semoga ayah selalu Allah beri kesehatan"
rey mengecup lembut bibir istri nya,
mereka tersenyum,,
__ADS_1
sesederhana itu behagia untuk mereka🥰🥰
ter'obati ga nih kangen nya sama rey & rena?? 🥰