
dokter Fera sedang di dalam ruangan ketika Al sampai di depan ruang rawat July, Nino menemani nya memberikan HP agar Al bisa melihat rekaman cctv,
bersamaan dengan itu Rio datang dengan seorang team nya, mereka akan menjaga July sementara Nino, Al, dan ayahnya Rey akan melakukan konferensi malam ini,
dokter Fera selesai, memberikan salam pada Al, dokter Fera undur diri,
"July... " Al datang memeluk nya, sekuat tenaga July tidak ingin menangis, ia tidak mau terlihat rapuh di depan papah nya
"aku ga apa apa pah" ucap nya mengelus punggung sang papah,
"untung nya kamu ga apa apa.. kalo terjadi sesuatu bagaimana? “ tanya Al
July tersenyum,
" ga akan ada apa apa pah.. "
"sayang, papah akan ke kantor ayah Rey,
kamu di temani rakha ya di sini apa tidak apa apa? "
"aku bilang kan ga apa apa, Nino bilang setelah infus ini habis aku boleh pulang"
"syukurlah kalau begitu, Allah tenang mendengar nya"
"baiklah... hati hati pah... " ucap July mencium punggung tangan papah nya
Nino mendekat,
"aku ke kantor ayah dulu, istirahat oke"
July mengangguk, Nino memberi kecupan di puncak kepala nya,
rakha menggigit bibir nya melihat itu, Al pun tersenyum,
mereka bersama pergi ke kantor Rey, kebetulan karyawan sudah pulang, sehingga mereka tidak akan terlihat mencurigakan berkumpul di kantor malam malam begini.
***
"sayang aku akan bicara sama Al di kantor, pasti pulang terlambat" Rey mengabari istri nya
" Al sudah sampai??
kenapa ga di rumah aja ngobrol nya?? " tanya Rena,
"biar lah kita di sini, bunda tidur duluan ya jangan nunggu ayah.. "
"Baiklah, jangan lupakan makan malam mu ya.. "
"pasti sayang, kita akan makan malam bersama di sini.
_ya Allah, semoga semua perasaan tidak enak hati ini hanya efek dari pikiran ku saja, kenapa semua harus seperti ini, jangan sampai kejadian dulu terulang lagi_ Rena bergumam dalam hati, matanya menerawang, memikirkan bagaimana anak-anaknya..
***
" kak, apa yang terjadi di apartemen semalam?? “ rakha bertanya pada July
"yang terjadi?? " July bingung,
"ga ada apa apa, kakak siang ini keracunan, bukan waktu malam" jawab July
"ckkkk" rakha berdecak
"bukan itu, kalian kan di apartemen malam kemarin, hayoo apa yang kak Nino lakukan?? "
__ADS_1
pipi July langsung merona mengingat kejadian di sofa semalam..
"hayooo apa?? “ desak rakha..
" apaan sih kha, ga ada apa apa, emang akan terjadi apa?? " tanya July sewot
"terjadi apa ya..???
jika dua orang dewasa bersama semalaman " rakha pura pura berpikir..
July melempar nya dengan remot TV,
"pikiran kamu ngeres aja, sana ke luar... kakak bukan istirahat di temenin kamu, nanti malah lebih lama di sini karna penyakit darah tinggi"
"ahahaaaa, tapi kenapa pipi kakak kaya kepiting rebus begitu?? “
July hendak melempar lagi adiknya dengan apa saja yang bisa ia raih, rakha kabur ke luar, ia lebih baik mencari kopi di kantin,, karna ada Rio menjaga kakak nya di luar ruangan...
" dasar bocah, yang ada kamu yang macem macem sama pacar kamu" July sedikit berteriak pada pintu yang baru saja tertutup itu..
***
Nino dan Al sampai di kantor Rey, mereka langsung di sambut Edo di lobby,
menuntun kedua nya untuk ikut ke ruang meeting, Edo memberi tahu Frans kalau mereka sudah sampai,
Frans membuka pintu
"selamat datang tuan.. "
"terimakasih" Al menepuk pundak nya, padahal ini sudah di luar jam kantor, tapi Frans tetap menjalan man protokol nya,
"hallo dokter, jadi bagaimana keadaan calon istri mu? " Rey tersenyum, menggoda putra nya, Nino mencium tangan nya,..
"alhamdulillah membaik yah, rakha dan Rio menemani nya di RS",
"it's okay" jawab Nino..
Al memeluk Rey,
"aku akan merepotkan mu lagi Rey" katanya mengusap punggung calon besan nya
"apa pun untuk anak anak kita.. "
Rey mempersilahkan Al dan Nino untuk duduk di kursi dengan meja bundar itu,
layar proyektor telah terpasang, Nino tersenyum,
_ lihat Ana, kamu akan tersenyum bahagia melihat kami berkumpul bersama hanya karena kamu keracunan, kami semua menyayangi mu_
Frans memulai, ia memimpin anggap saja meeting malam ini walau ini terlihat santai, tapi juga sangat berat bahasan nya..
"tuan tuan.. kami telah mengantongi identitas wanita yang memberi nona Jullyana coklat yang menyebabkan nona keracunan,
wanita itu berwarga negara Indonesia, dan tinggal di suatu daerah di kota xx,
hidup nya sederhana, ibu nya mengatakan bahwa putri nya mengirimkan banyak uang siang tadi,
setelah kami selidiki,
ketika wanita itu selesai dengan tugas nya memberi coklat pada nona July, ia langsung mengirimkan uang nya pada ibu nya di kampung,
seseorang memberi nya imbalan 100juta untuk pekerjaan ini, dan setelah kami cocokan data,
__ADS_1
seseorang itu mengirimkan uang dengan nominal tersebut, namun setelah di selidiki, rekening si pengirim, ternyata atas nama tersebut sudah meninggal, pelaku menggunakan data nya untuk rekening baru itu,.
"orang itu pasti punya banyak uang, bagaimana mungkin bisa membayar dengan nominal sebesar itu, dan membuat rekening dengan data orang yang sudah mati, ini jelas permainan...
apa benar dia terbang ke Amerika? " tanya Al
"betul tuan.. kami telah mengecek nya, wanita itu juga telah cek in di sebuah hotel tak jauh dari bandara"
Frans memutar lagi video dimana saat July hendak pergi ke toilet, dan bertemu wanita itu,
Nino teringat, July memang senang menolong, contoh nya saat mereka bertemu seorang perawat di minimarket, walaupun ia cemburu. tapi tetap menolong nya
tidak berbeda dengan kejadian ini, July langsung menolong wanita itu
"orang yang menyuruh nya tau kelemahan July" ucap Nino, membuat semua nya melirik pada nya,
"July tidak bisa melihat orang kesusahan, ia akan menolong nya" ucap Nino
Al tersenyum, itu sangat betul sekali.
"jadi orang itu sangat mengenal July?? " tanya Frans
Nino terdiam.
mereka berpikiran sama, semua tertuju pada Hans, namun belum ada bukti nyata tentang itu
"tapi sayang nya"... Frans menjeda kalimat nya, membuat semua yang hadir penasaran..
" maaf tuan tuan, kita kehilangan jejak, wanita itu di kabarkan bunuh diri di kamar hotel nya, ia overdosis"
"dengan itu kita sulit mengungkap dalang nya?? " tanya Rey
"betul tuan mereka sangat pintar,
kepolisian Amerika masih mengusut melalui CCTV, barang barang milik korban.. bahkan di HP. nya tidak ada chat atau telpon masuk yang mencurigakan"
"ia ingin semua telihat begitu natural, licik sekali" ucap Al, nada nya menyiratkan kemarahan.
Nino terdiam, ini sangat baik di rencanakan si pelaku, ia jelas tau siapa yang ada di belakang July, oleh karna itu ia sangat apik.
"100juta untuk satu nyawa, itu sangat menggiurkan, untuk seseorang yang sedang membutuhkan uang, dia pintar memanfaatkan keadaan" ucap Nino, semua mengangguk setuju akan hal itu
"kami hanya menunggu perintah, jika harus berlanjut akan kami lanjutkan penyelidikan" ucap Frans meyakinkan tuan tuan nya,
"bagaimana Al? " tanya Rey
"mari kita lanjutkan, setidak nya aku ingin tau, benarkah yang melakukan itu Hans atau ada orang lain...
Rey menyetujui itu,
kini penyelidikan bukan hanya di Singapura, jika benar Hans yang melakukan percobaan pembunuhan terhadap July di sini pun semua harus waspada,
"oke, sementara masalah itu kita simpan dulu, sekarang mumpung kita sedang berkumpul, ayo bahas masalah ini " ucap Rey tersenyum.
Nino menatap nya dengan curiga..
"masalah apa lagi yah? “ tanya nya pada Rey
" pernikahan mu dengan July " telak Rey langsung pada inti nya,
Frans ikut tersenyum mendengar itu,
"jangan sekarang yah.. " ucap Nino
__ADS_1
"dokter, jika pikiran saya salah tolong koreksi" ucap Rey bernada serius, ia membetulkan duduk nya menjadi lebih tegap,
Al menatap ayah dan anak itu, yang begitu banyak kemiripan dari wajah dan sikap nya...