Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
bucin


__ADS_3

rey masuk ke kamar membawa susu jahe nya, ia tak melihat rena di tempat tidur,


duduk di sofa tunggal di dalam kamar nya, rey membuka laptop, ada beberapa e-mail dari anto, sambil menunggu sang istri yang mungkin masih di kamar mandi.


lima menit berlalu, rena belum keluar juga, rey perhatikan juga tidak ada suara air dari sana, ia bangkit penasaran, rena masih kurang sehat,


"sayang... (rey kaget, melihat sang istri tergeletak di lantai kamar baju nya, di tangan nya ada kaus yang rey pakai tadi)


" ya Allah, rena pasti salah sangka" (meraih tubuh sang istri, rey membawanya ke tempat tidur. membaringkan nya se nyaman mungkin, ia pun mengikat rambut rena yang berantakan)


"sayang bangun, (mencoba selembut mungkin, rey merasa bersalah, ia menyesal juga td kenapa tak memberi tahu rena dari awal, tapi kalo dia beri tahu, rena pasti tak akan mengijinkan rey keluar),


merapihkan anak rambut yang menghalangi wajah sang istri, rey turun ke dapur mencari minyak angin untuk rena, semoga ia cepat sadar


"den cari apa? ( bi asih terbangun, mendengar suara dari arah dapur, ini sudah tengah malam, rey sedang membuka kotak p3k nya) โ€œ


" minyak angin bi, sudah ada ini ( rey menunjukan nya pada bi asih)


"buat apa den?? "


"rena pingsan bi, rey ke atas dulu" (rey cepat kembali ke kamar nya)


bi asih terkejut, ia membuntuti rey ke kamar,


rey mengoleskan minyak angin di jari nya, mengusap perlahan ke arah hidung sang istri, berharap rena segera bangun,


"sayang please bangun, (rey menyatukan kening mereka, mata nya memanas, ia menagis, bi asih melihat itu , ia ber inisiatif mengoleskan telapak kaki nona nya dengan minyak angin)


rena sadar,


" alhamdulillah, (ucap rey, mengusap pipi sang istri, rena menepis tangan rey, membuang wajah nya ke lain arah, ia tak mau menatap suami nya, rey tau istri nya marah)


bi asih pamit, ia tau tuan dan nona nya sedang berselisih, tak mau mengganggu mereka,


entah kenapa ia takut terjadi sesuatu, bi asih berniat standbye di balik pintu, berjaga jaga


rey menyadari ada darah di baju nya saat ia berganti pakaian, mungkin noda ini ada karna tadi berpelukan dengan frans, namun rey ceroboh


tidak menyembunyikan nya


"sayang kamu salah faham"


rena menoleh, mata nya sudah basah oleh air mata,..


"aku mau pulang rey.. "


rey bingung, apa maksud istri nya itu,

__ADS_1


"pulang kemana, ini rumah mu juga"


rena menggelengkan kepala nya,


"aku pengen pulang ke Bandung, aku ga mau sama kamu lagi, kamu jahat rey"


"sayang dengerin aku dulu, ( rey memeluk istri nya, namun rena menghalangi nya dengan tangan) "


"aku pengen tenang, aku ga tenang disini rey (rena menangis, rey menggenggam tangan rena yang ada di dada nya) "


"dengerin dulu aku rena, ini ga seperti yang kamu duga, kita harus luruskan ini"


rena diam,


bi asih merasa tidak ada yang perlu di khawatirkan, ia kembali ke bawah menuju kamar nya,


"tadi Erwin telpon, frans pergi, dia akan ke markas nya Galih, frans marah karna dani,.. aku datang ke sana.. sudah terlambat rena.. "


rena menatap sang suami, apa arti nya terlambat??


"frans sudah membereskan nya, tidak ada korban meninggal, ia hanya memberi pelajaran, manembak kaki nya, semua sudah diserahkan pada polisi"


"ringan sekali ya pelajaran yang kalian berikan, menembak kaki orang sudah jadi kebiasaan kalian" (rena berkomentar)


"lalu darah siapa yang ada di baju mu rey? โ€œ


" aku sempat melerai frans tadi, aku memeluk nya, mungkin darah itu menempel di baju ku, aku ga ngelakuin apa apa rena, aku udah janji sama kamu"


melihat istri nya diam rey memeluk nya, rena sempat menolak, namun rey semakin erat memeluk, akhir nya rena luluh juga ia lelah...


"aku tau ga semudah itu kamu percaya sayang, tapi aku sudah jujur"


rena tak merespon,


"dan satu lagi, jangan pernah bilang kamu pengen pulang, rumah kita di sini,


kamu mau menjauh dari aku?


aku tau aku salah rena, maaf oke?? "


rena mengangguk lemah,


"aku lelah, aku mau tidur"


rey melepaskan pelukan nya


menciumi wajah sang istri, rey membantu istri nya memakai selimut,

__ADS_1


ia juga lelah, besok pagi harus memulai aktifitas seperti biasa nya, rey pun ikut terlelap...


beberapa jam berlalu,


rey terbangun, istri nya sudah tidak ada, ini sudah jam 5 tapi rena tidak membangun kan nya untuk shalat, rey masih ngantuk


namun tiba tiba ia ingat, rena bilang ingin pulang semalam, ia takut sang istri pergi,


rey bangun, mancari istri nya di toilet tidak ada, pintu arah balkon masih terkunci, di pastikan rena tidak di sana, rey keluar kamar menuju lantai satu rumah nya, mendapati istri nya di dapur, sudah memakai celemek rey bernafas lega,


ia memeluk istri nya dari belakang, tak perduli ada momi, bi asih dan yang lain nya, rena juga heran kenapa suami nya begitu..


"sayang, lepas.. malu.. " (rena mencoba melepaskan pelukan suami nya) "


"ga akan aku lepas, kenapa ga bangunin aku? aku takut kamu pergi"


"pergi? pergi kemana coba? aku lagi bikin kue buat di bawa ke rumah mila"


bi asih senyum senyum, ia tau apa yg terjadi semalam, syukur lah mereka sudah berbaikan..


sedangkan momi pura pura tak melihat nya, ia fokus ke HP nya,


rey membalikan tubuh rena jadi berhadapan, menangkup pipi sang istri rey cium sana sini,


rena celingukan, ia malu sungguh rey keterlaluan, mencubit perut sang suami rey menggaduh


"aduhhh sakit"


"lagian apa apa an sih, awas aku lagi bikin kue (berbalik badan lagi, rey memeluk nya lagi, rena kesal)


" momi tolong akuuu, anak mu nakal sekali (rena sedikit berteriak)"


rey, momi dan bi asih tertawa.


"reynan, jangan godain istri mu, sana mandi dulu ga malu cium cium masih bau gua"


"baik lah, aku anak momi tp aku yang di marahin" (rey melepas pelukan nya, mengetuk ngetuk pipi kanan nya, rey minta rena mencium nya) "


rena menggeleng, rey cemberut,


sudah lah dari pada panjang urusan nya, cuppp satu ciuman mendarat, rey senang bukan main...


"aku ke kamar lagi ya.. ( sudah dapat jatah langsung balik kanan๐Ÿ˜„)


rena melirik sang momi,


" momi ga liat ren ( ahahaaaa,)

__ADS_1


tersangka utamanya jalan indah tanpa dosa ke kamar, rena melanjutkan lagi membuat kue nya menutupi rasa malu nya.


* momi bahagia sayang, melihat kalian seperti ini, rey dulu dengan Marsya tidak begini, seperti nya rey sungguh sangat menyayangi mu rena, semoga kalian slalu dalam lindungan Allah, menjadi keluarga yang bahagia, terutama kamu rena, momi sangat bersyukur, kasih sayang kamu pada Nino begitu nyata*


__ADS_2