
besok hari pernikahan rena, di rumah nya sudah banyak berkumpul saudara, tetangga dan tak tertinggal teman rena sedari kecil bunga,
rena akhir nya mendapat kan telepon dari sang calon suami, betapa bahagia nya
"assalamualaikum,
"waalaikumsalam, mas kenapa kemaren ga bisa di hubungi? (ferdi mendesah pelan)
"maaf sayang, hp mas rusak, ini alhmdlh udh betul lagi (alasan), mau beli hp baru kan sayang ini masih bisa di betulin, hehehee"
"aku khawatir mas,
baju untuk akad udah mang agus anter ke rumah mas"
(mendengar itu, ferdi memejamkan matanya, ia bingung, serasa kepala nya mau pecah)
"makasih sayang, semoga acara besok lancar ya"
"amiiiin, mas jngan lupa makan, jangan ampe sakit, kita telpon lagi malem ya, di rumah udh bnyak orang"
"ok, mas sayang sama kamu"
" rena juga sayang sama mas ferdi ❤❤❤"
_malam ini rena menjalan kan serangkaian kegiatan untuk pengantin, berendam, uap, hena di tangan.
sahabat nya menemani, karna rena anak satu satu nya, bunga ia anggap sebagai kaka,
"pengantin ga boleh begadang, selesai ini kamu langsung tidur ren, aku pun akan pulang dulu.. (kata bunga)
"siap bos, makasih ya nge'(panggilan bunga) semoga kamu cpet nyusul"
"amiiiinnnn, calon aja belum punya re"
"jangan gitu, kita ga tau kapan datang nya jodoh nge'
" iya re, smoga kamu langgeng, bahagia slalu sama suami kamu ya, jangan lupain aku,"
" apaan sih lebay, aku sama mas ferdi kan rumah ga jauh, pasti tinggal daerah sini juga. aku ga bsa tinggalin mamah lagi"
"iya re, walaupun ferdi nanti tugas lagi dmn gitu?"
"iya, mas ferdi kan kalo ada proyek bisa bolak balik ke sini"
(bunga memeluk rena)
"nanti ceritain ya pengalaman pengantin"
__ADS_1
"idih, ga ada malu malu nya minta d ceritain, ahahaaa"
(sang perias pengantin ikut tertawa mendengar dua sahabat bercerita)
"ka rena ga pake apa² kan di kulit tangan? tanya perias yg sedang memakaikan henna
" engga bu, kenapa?
"kalo kata lagi ujan ni ya.. kepeleset aja ni ga nempel gitu di tangan"
rena terdiam, lalu tersenyum, terlintas d pikiran nya, semoga bukan pertanda yg kurang bagus
"saking mulus nya ni mah, ampe kepeleset aja (canda sang perias, membuat rena dan bunga tertawa)
" sa ae bu mah _tambah bunga_
waktu terus berlalu, malam berganti pagi, orang² masih terlelap di kasur empuk nya, namin tidak di kediaman rena, aktifitas baru saja di mulai, persiapan hidangan, kue, dekorasi ruangan di sempurnakan, selesai shalat subuh rena langsung di rias..
memandangi hp nya, pesan dari semalam yg ia kirimkan pasa calon suami belum juga terbalas. malah tidak terkirim "apa rusak lagi" gumam rena
" kenapa neng?
" engga bu, mas ferdi ga aktif hp nya
" biar ada kangen² nya neng, di rumah nya juga pasti sedang persiapan, banyak orang juga
...rena masuk jadwal pertama...
Jakarta,
susan menelepon rey, memastikan keberangkatan mereka pagi ini, selesai subuh susan langsung bersiap, mengingat perjalanan jakarta bandung kurang lebih 2jam,
rey akan menyaksikan acara ijab kabul sang pujaan hati, sesudah nya ia akan terbang lagi ke Malaysia,
rey memijat kening nya, semalam ia ga bisa tidur, menghabiskan waktu di balkon kamar nya sambil meroko, permintaan nino untuk membawa sang bunda terus terngiang, pagi ini hanya ia dan susan yg akan ke bandung, nino ga rey ajak bisa bisa dia mengacau, memanggil rena dengan sebutan bunda, pasti akan jadi salah faham, momi juga kurang sehat, ada putri sang adik bungsu yg menemani di rumah.
rey memilih kemeja batik lengan panjang berwarna abu muda yg pas di tubuh nya, ia ingin lebih santai, kalo pake jas tar di kira pengantin pria😂 pikir nya,
jam 6 kurang 10 menit, susan datang di temani noni anak nya yang ber umur 8tahun,
"peke mobil aku aja, jd se mobil ya (kata rey me nuruni tangga)
"udah akad langsung pulang rey? tanya momi yg nimbrung"
menghembuskan nafas kasar, se pagi ini dia sudah merasa sesak, meminta keteguhan hati pada allah agar ia di kuat kan menyaksikan jalan nya akad nanti, ini di perlukan untuk batin nya, agar mencerna bahwa rena sudah dimiliki orang lain,
"iya lah mi, mau ikut malam pertama,, (celetuk rey)
__ADS_1
" ahahaaa susan tertawa, lagian tante, sok tegar mau datang ke bandung,
sang momi mengusap pundak anak nya,
"bukan jodoh, sabar ya nak,, salamin ke keluarga rena mami, masih belum sehat bener ni"
"insyallah rey sampein mi, jadi titip kado buat rena?"
"astagfirullah, hampir lupa, bntar momi ambil dl d kamar"
"noh, di mobil juga bnyak ttipan kado dari anak² (terang susan) ayo pindahin pake mobil aku aja..
rey dan susan memindahkan kado, momi menghampiri, membawa kotak persegi panjang, menyerahkan nya pada rey,
" jangan lupa, kasih ke rena langsung, ini kalung yg papi kasih sama mami waktu nikah"
"kenapa di kasih rena? kan dari papi?"
"entah, momi pengen aja...
" ayo rey, kita jalan udh nyampe d sana enak tar istirahat dlu (kata susan)
"ayo, kita pergi ya mi, jngan kasih tau nino rey ke bunda nya yg ga jadi
(momi tertawa menutup bibir nya.. kasihan sekali anak nya itu)
" iya sayang, hati hati di jalan ya (memeluk rey dan susan bergantian)
mencari alamat rena di bandung, rey tidak kesulitan, karna memiliki teman yg tinggal di bandung juga, ia tinggal meneruskan perjalanan dri rumah teman nya itu menuju rumah rena,
07.30 rena sudah siap, ia sangat cantik mangling, memakai pakaian khas jawabarat rena semakin cantik memakai siger khas sunda ia bak bidadari, kulit putih bersih nya menyatu dengan warna kebaya dan rok abu abu batik yg ia kenakan,
rena memperhatikan sang mama yg sedang di rias, ter hanyut dalam kenangan selama ini, mengingat papa yg telah berpulang terlebih dulu, setelah itu kondisi mamah yg mulai sakit sakitan, betapa ia merindukan hangat peluk sang ayah, apa lagi di saat seperti ini, syukur masih ada mang agus, adik dari sang papa yg jadi wali di pernikahan nya,
"mamah cantik deh, jarang dandan sih, (rena merayuu)
" iya bener teh meni geulis si mamah (tambah sang perias)
"iya tapi udah peot, udah tinggal nunggu waktu (jawab sang mamah)
" mah jngan bilang gitu,
"lho, iya kan re kita hidup nunggu apa, nunggu mati, iiya kan teh? (bertanya pada perias)
" iya teh, smoga tteh slalu allah kasih kesehatan, rena baru mau nikah, nanti dia hamil, punya anak, pasti akan butuh wejangan dari mamah nya (rena tersenyum mendengar penuturan sang perias)
" amiiiiinnn insyallah,
__ADS_1