
Menempuh perjalanan selama 2jam, Nino Edo & team tiba pukul 10 malam waktu setempat,
jika di sini pukul 10, di Indonesia berarti pukul 11malam,
mereka di jemput anak buah Al di bandara,
Al meninggalkan rakha untuk sementara di RS, di bawah pengawasan yang ketat, ia pulang menemui Nino,
Al menyambut mereka di depan kediaman nya,
ia langsung berhambur memeluk Nino,
"maaf pah, Nino baru datang"
"papah hawatir, walaupun dia anak mandiri, dia tetap perempuan" ucap Al, Edo melihat Al menangis, orang tua mana yang bisa melihat anak anak mereka kena musibah seperti ini.
Al merenggangkan pelukan nya,
"ayo masuk lah"
sebuah ruangan khusus Al gunakan untuk para tamu nya, Al pun sudah menyiapkan anak buah nya, mereka berbincang menyusun rencana apa saja langkah yang harus mereka lakukan,
mereka tidak punya bekal informasi apa pun tentang dimana July.
"kapan terakhir Hans menghubungi tuan? kita bisa lacak dimana titik lokasi nya" ucap Edo
"sudah, team ku melacak nya dan itu di kediaman nya, seperti nya July tidak di bawa ke rumah hans karna di sini Hans masih dengan orang tua nya"
"kita bagi beberapa team,
kita bagi untuk memantau rumah nya tuan,
mungkin nanti Hans akan pulang kita bisa mengikuti nya.. "
"itu ide bagus ed'..
yang menemukan HP july berkata,
ia melihat July di bawa dengan mobil berwarna hitam, dia panik ingin menolong tapi takut,
entah july sengaja menjatuhkan HP nya, atau memang terjatuh, tidak ada komunikasi july dan Hans di HP itu, berarti memang Hans menunggu nya" Al menerangkan.
"jam berapa July di bandara pah? “ tanya Nino
"malam sekitar jam 8 "
__ADS_1
"bukan nya July terbang sore, Nino menyusul nya ke bandara pesawat sudah terbang"
"engga, July ambil penerbangan berikut nya dia sempat bilang kalau dia tertinggal pesawat, dan baru 3jam lagi akan terbang"
_benarkah July? aku sudah cepat, kenapa kita ga ketemu? _ Nino bertanya tanya.. ya banyak sekali kemungkinan saat itu,
"Istirahat lah, besok pagi kita bergerak" ucap Al
"engga pah, harus malam ini, kita ga tau kapan Hans bergerak, kita harus siap setiap waktu" ucap Nino
Al tersenyum mendengar itu, ia tidak pernah ragu pada Rey dalam hal apa pun,, kini Nino menggantikan nya, ia sangat senang.
"apa kamu benar sayang sama July?? “ tanya Al di hadapan semua orang,
" tentu pah, sesuai kata kata ku, aku akan menikahi nya setelah masalah ini beres"
Edo dan yang lain nya tersenyum,
ujian untuk cinta tuan nya di mulai, mereka akan menjadi saksi keseriusan Nino.
"papah percayakan semua sama kamu Nino, papah ga akan ragu, seperti papah percaya sama ayah kamu"
Nino mengangguk, mereka berpelukan, saling menguatkan.
ini sudah jam 1malam, July tidak bisa tidur, apa alasan dia untuk keluar rumah ini walaupun hanya berpindah tempat, semua keperluan nya sudah tersedia di sini,
Hans seperti nya tidak di rumah,
“tapi aku harus apa??? CCTV d kamar ini pun July tidak tau di sudut mana Hans menanam nya"
pintu kamar nya tiba tiba terbuka, July langsung berpura pura memejamkan mata nya, Hans datang...
July mendengar Hans menyimpan sesuatu di meja, lalu Hans mendekat, ia berjongkok di hadapan July,
"gadis pintar, aku senang jika kamu menurut" Hans melihat July menghabiskan makanan nya
"harus kamu tau July, walaupun aku senang bergonta ganti wanita, di hatiku cuma ada kamu, aku bisa saja menikahi wanita se cantik apa pun, tapi aku hanya ingin kamu yang jadi istri ku, kenapa kamu menolak ku terus??
aku bangun mansion ini untuk mu, aku buat se nyaman mungkin, nanti akan ku tunjukan ruangan yang lain untuk mu, salon khusus, dapur, yang lain nya sudah aku siap kan, kamu tak perlu keluar untuk keperluan mu, kita akan bahagia, mungkin 3anak akan menambah ramai rumah ini hmmm? “ Hans tersenyum mengatakan nya
_ dasar gila, aku ga mau walaupun di iming-iming harta sampai uang mu habis pun aku tidak mau Hans_ July ingin sekali bangun, mengacak ngacak wajah tampan Hans hingga berdarah menggunakan kuku nya, tanpa July duga Hans mengusap pipi nya, July takut Hans melakukan hal lain, ia pura terusik, dan pelan pelan berpindah arah...
satu team bertugas memata matai kediaman orang tua Hans, dan beberapa team di tugaskan di lokasi yang sering Hans kunjungi,
Nino tidak bisa beristirahat, ia menatap foto July di ruang tamu nya, tempat di mana mereka singgah saat Nino berkunjung ke sini tempo hari.
__ADS_1
July yang selalu riang, ia bahkan sempat sempat nya becanda dalam situasi tegang, Nino nyaman di dekat nya, belum pernah se khawatir ini berjauhan dengan seorang wanita.
...*****...
...ku harap,...
...semua ini bukan sekedar harapan. ...
...dan juga, ...
...harapan ini bukan sekedar hayalan...
...biarkan, ...
...ku menjaga nya sampai berkerut ...
...dan putih rambut nya, ...
...jadi saksi cinta ku pada nya...
...tak main main hatiku, ...
...apa pun rintangan nya ku ingin bersama dia...
...ku mau dia.. ...
...tak mau yang lain...
...hanya dia ...
...yang slalu ada kalau susah dan senang ku ...
...ku mau dia...
...walau banyak perbedaan,...
...ku ingin dia bahagia hanyalah dengan ku...
...bukan ku memaksa oh Tuhan, ...
...tapi ku cinta dia.. ...
...ku mau dia..... ...
...Andmesh...
__ADS_1