Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
rey cemburu


__ADS_3

"sayang, aku udh buat jadwal sama dr. Roman buat cek up (rey membuka obrolan, mereka sedang makan siang, setelah membahas soal pakaian tadi d kantor, mereka menuju resto)


" oya? dr. Roman yang rawat aku waktu itu?? β€œ


"kamu masih ingat?


" jelas ingat, membuka mata pertama setelah pingsan, betapa indah nya melihat pemandangan waktu itu"


menghentikan tangan nya menyendok makanan rey bertanya dengan serius,


"pemandangan apa??"


"wajah dr roman yang tampan itu" (rena dengan polos nya berkata)


"uhukk uhukkk, (rey tersedak)


" sayang pelan pelan(rena menyodorkan minum pada suami nya)


" ayah pelan pelan makan nya" (Nino menambahkan)


menenangkan diri nya, menarik nafas dalam.. roman juga pernah bilang kalo dia suka sama rena, dan sekarang istri nya bilang roman tampan?? yang benar saja (gerutu rey dalam hati)


"dr roman tampan?? (rey bertanya)


" iya, (rena heran wajah suami nya nampak serius)


"lanjut kan makan nya.. (rey meminta rena dan Nino melanjutkan makan mereka yg terhenti akibat insiden tadi)


" ayah cemburu (celetuk nino lalu tertawa) "


rena menahan tawa nya menutup mulut dengan telapak tangan nya, sedangkan rey menatap istri dan anak nya bergantian, ia tertangkap basah


"Nino apa ayah tampan?? (rey bertanya pada anak nya)


" ayah tampan, sama kaya Nino"


(rena mengacungkan jempol pada putra nya)


"kalo ayah sama paman roman, siapa yg lebih tampan?? " (rey bertanya lagi rena sedikit melotot, tak percaya suami nya bertanya begitu pada anak kecil)


"paman roman (Nino menjawab, telak membuat tey menggaruk kening nya yang tak gatal, rena tertawa begitu puas) "


"ahahaaa, Nino pintar, (rena dan Nino tos seperti layak nya teman)"


rey menegak habis minuman nya,


mengelap mulut nya dengan tisu..


"ayah sudah selesai, mau ke toilet dulu"


rena tau suami nya itu cemburu, ia sengaja melakukan itu, menyuapi lagi Nino makan, mereka harus sedikit cepat karna rey sudah selesai makan, walaupun isi piring nya belum habis,


ternyata cemburu membuat kenyang lebih cepat ya, ahaahaaa


tidak ada pembicaraan saat mereka di mobil, membelokan mobil ke arah kiri rey menjadi sopir untuk anak dan istri nya kini, menuju RS, walau masih ada rasa cemburu di hati nya, ia harus memeriksakan luka nya itu, kalo tidak hari ini entah kapan lagi waktu yang rey punya.


"mau ke paman roman ya yah?? (tanya Nino)


" iya sayang"


"paman roman suka beliin Nino coklat bunda"


"oya? wahhh dr roman baik sekali.. (rena menanggapi anak nya, kini tak bermaksud apa apa pada suami nya)


" hmmm, baru coklat... (rey membuang pandangan nya ke luar jendela, membuat rena tersenyum lagi)


"sayang, apa dr roman sudah menikah?? "

__ADS_1


"sudah istri nya dua" (rey asal menjawab)


"what??? (rena terkejut)


" iya, karna dia tampan, banyak yang suka, jadi dia dengan mudah memiliki dua istri, untung ayah ga tampan, jadi cukup satu istri saja"


menatap serius sang suami rena menggoda


"ayah cemburu ya?? "


"cemburu? pada roman?? hehhe yg benar saja"


rena merasa suami nya sangat lucu, ternyata rey bisa cemburu juga,


sampai di RS rey memarkirkan mobil nya,


"ga usah turun, kalian di sini saja"


rena tercengang,


"kenapa begitu??


" aku ga akan lama..."


"Nino mau ketemu paman roman"


terlihat berfikir sejenak, akhir nya rey kalah


"baiklah ayo,


" yeayyyy.....


berjalan menuju ruangan dr roman, beberapa petugas RS menundukan kepala pada rey dan sang istri, rena merasa canggung...


"sayang, kamu tunggu diluar saja ok (rey tak mau istri nya bertemu roman)


" baik lah, aku juga mau cek WA dulu, ada pesan dari bibi"


rey mengajak Nino masuk ke ruangan roman, rena tersenyum lagi


"pak bos kalo cemburu sebegitu nya" (rena duduk di kursi, ada beberapa orang juga di sana)


"rena, emhhh maaf maksud saya bu rena.. (suara seseorang dari arah samping, rena menoleh, mengenali siapa yang berbicara pada nya)


" ka wahyu?? lagi apa di sini?? "


wahyu salah satu staff hotel, mereka lumayan akrab saat rena bekerja di sana..


menunjuk ruangan pemeriksaan di sebelah ruangan dr roman


"istri saya lagi cek kandungan"


"MasyaAllah, akhir nya.. selamat ya ka.. Allah Maha Baik" (rena melihat wahyu sedikit canggung pada nya, mungkin karna staff sudah tau kabar pernikahan nya)


"sudah berapa bulan ka?? "


"alhamdulillah 3bulan, setelah 4tahun menanti"


"hmmm, bahagia nya, semoga ibu dan calon anak kalian sehat sehat ya ka"


"Amiiiin, terimakasih, emh apa pak rey sakit?? "


wahyu melihat rey masuk ke ruangan dr roman dengan putra nya tadi,


"ngecek kesehatan aja ka'


" selamat ya, teman teman di resto ga nyangka kamu bakal nikah sama pak rey, kita malah ga tau kalian dekat "

__ADS_1


rena tersenyum dan mengangguk, teringat lagi, bagaimana rey menggantikan Ferdi saat itu


"itu lah kuasa Allah ya ka, kita ga tau apa rencana nya"


wahyu mengangguk, setuju dengan apa yang rena katakan, rey di depan sana melihat istri nya berbicara dengan seorang pria terlihat sangat akrab hingga tak memperhatikan rey yang sudah selesai pemeriksaan, wahyu menyadari ke hadiran bos nya itu, ia bangkit menundukan kepala nya


"selamat siang Pak


tidak menjawab rey menatap rena meminta penjelasan, ia baru sedikit lega istri nya tak bertemu dengan roman sekarang malah sedang berbincang dengan pria lain, seperti nya rey salah mengambil keputusan tadi


" sayang, ini ka wahyu, salah satu staff hotel" (rena memberi penjelasan)


rey mengangguk


"aku sudah selesai"


"baiklah ayo kita pulang, (beralih pada teman nya rena berpamitan) ka wahyu kita duluan ya, salam buat istri nya" (rena menundukan kepala)


"ah iya, Terimakasih bu, saya akan sampaikan"


rena bejalan menyusul rey yg lebih dulu jalan dengan sang putra


rey menggandeng tangan sang istri berbisik


"tundukan kepala mu hanya padaku "


rena tau rey marah. nada bicara nya tak seperti biasa nya.


"maaf.. (maaf saja dulu yang penting fikir rena) "


Nino tertidur di pangkuan sang bunda, rena diam, rey se marah itu, ya ini baru pertama kali rey marah, rena tak berani menoleh sedikit pun pada suami nya,.


rey mengetuk ngetuk kemudi dengan jari nya, dalam hati ia bertanya, apa ia keterlaluan pada istri nya, ia hanya tidak suka rena terlalu dekat dengan pria lain, walaupun ternyata pria itu sudah memiliki istri, dan teman kerja rena dulu.


mungkin ini yang rena rasa tadi saat ia dengan Siska di kantor, ternyata sungguh tak nyaman, pantas saja rena marah.


pintu gerbang terbuka, memarkirkan mobil nya, rena membuka pintu mobil hendak turun


"sayang.. (rey memanggil sang istri, rena menoleh)


jangan gendong Nino dia berat, biar aku saja, tunggu di situ, (tanpa menunggu jawaban dari rena rey turun, berputar menghampiri istri nya, rey menggendong Nino, rena membawa tas Nino di dalam mobil)


rey membaringkan anak nya di kasur, rena membukakan sepatu dan kaus kaki nya,


"aku ke atas duluan (kata rey)


" iya,.. (rey masih marah gumam nya)


"bunda... (Nino tebangun)


" iya sayang, Nino mau susu ya, sebentar bunda buatin ya" (bertemu tina di dapur yang sedang memasak)


"ibu sudah pulang??


" iya, Nino tidur, tapi pengen susu"


"biar saya yang buat bu"


"ga usah, lanjutin aja masak nya ya, ini sebentar buat nya (menuangkan susu pada botol, rena sudah cekatan melakukan nya, Nino sering ingin di buatkan susu oleh sang bunda)


memberikan susu pada jagoan nya, rena ikut berbaring, mengusap punggung putra nya tak terasa ia pun ikut terlelap,


rey sudah berganti baju lebih santai,


mencari istri nya, rena belum terlihat di atas, rumah pun sepi momi sedang pergi,


ia pergi lagi ke kamar Nino, tersenyum, melihat rena tertidur dipeluk layak nya guling oleh sang putra, rey mendekat mencium puncak kepala sang istri, ia merasa bersalah.

__ADS_1


"maaf sayang... "


__ADS_2