Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
Kasih sayang


__ADS_3

pukul 17.00


Rena sedang menikmati bubur kacang hijau buatan bibi yang sungguh sangat enak, rindu pada sang mama sedikit terobati, rasa bubur kacang buatan bibi sangat lah sama rasa nya dengan buatan mamah, rena sangat lahap..


Terdengar suara mobil mendekat di halaman depan rumah rena, rena bangkit melihat siapa yang datang, sungguh dalam lubuk hati nya ia rindu, rey turun dari mobil lelah nya hilang saat melihat sang istri menyambut nya,


seperti anak kecil rena menghampiri dan langsung memeluk suami nya?


rey memeluk nya erat menciumi wangi shampo yang ada di rambut rena iya tenang melihat sang istri sudah terlihat segar


"ko keluar, ga istirahat?


"baru aja turun, bibi bikin bubur kacang ijo, ayo kita makan bareng


rey dan rena masuk, tak mereka sadari di ujung jalan sana ada sepasang mata yg memperhatikan mereka, ia mengepalkan jari nya marah.


"rena, apa kamu bahagia? aku merindukan mu sungguh, namun sepertinnya kamu tidak"


Rey, rena dan bibi menikmati bubur kacang bersama,


" mamang belum pulang bi? (tanya rey)


" belum pa, katanya lagi ke bogor, bos nya ada perlu ke sana,


"enak ya mamang jalan jalan terus, rey tersenyum, ya mamang bekerja sebagai sopir pribadi seorang pengusaha baju home industri


" ya, enak ga enak pak,


" aa mau makan nasi?


" emh, nanti aja ini juga kenyang,


apa kata dokter tadi?


" cuma flu, mungkin tadi pulang dari ziarah ke panasan jadi pusing,


" itu juga bibi ajak pulang rena nya pak, kalo engga ga tau ampe jam brp di makam (tambah bibi, rena tersenyum... rey tau istri nya itu merindukan sang mamah)


"buat tahlil pesen catering lagi?


"ia a, kasian bibi pasti cape harus tiap hari masak, lagian masakan dari catering enak enak


" syukur kalo gitu, aku pengen mandi,


" di kamar aja ya,


" temenin.... (kata rey manja, rena melotot, melirik ke arah dapur, takut bibi mendengar apa kata rey)


"ich (mencubit perut rey)


" iya temenin, sambil kamu istirahat di kamar, emang mau ngapain??


"engga (jawab rena malu)


" ko malu malu gitu..


" ich godain aku aja, udh ayo sana mandi, nanti rena nyusul,


" oke, jangan lama lama ya (mengedipkan sebelah mata nya centil, sang bibi yang mendengar obrolan itu senyum senyum sendiri "teh, pilihan kamu memang ga salah, risma yakin, rena akan bahagia sama rey")


rena sedang duduk di atas kasur mengecek sosmed nya saat rey keluar dari kamar mandi, ia begitu terlihat segar, audah menggunakan kaus rumahan dan celana se lutut nya, ta mungurangi 1%pun ketampanan nya, rena menoleh, tersenyum melihat sang suami, seketika rena merasa jantung nya berdebar, rey mengeringkan rambut dengan handuk, mengacak ngacak nya, sungguh itu terlihat sexy

__ADS_1


"udah liatin nya, aku emang tampan (celetuk nya, rena mwnggerutkan dahi nya heran, kenapa suami nya itu punya PD yang tinggi sekali.


rey mendekati rena, membuat sang istri gelagapan, duduk di sebelah rena, rey mengusap pipi nya dengan lembut....


" aku kangen... (berbisik, mendekatkan wajah nya, rena sudah memejamkan mata nya menerima sentuhan sang suami, rey mengecup ujung bibir rena lalu menatap rena lagi, ingin tau apakah rena merespon nya.


tersenyum dan berkata, rena juga kangen pak bos, rey tersenyum lucu... iya, dulu dia bos nya me lancarkan aksi nya lagi. mereka berciuman mencurahkan rasa rindu nya, sedikit demi sedikit rey membuka sleting atas baju yang rena pakai rena tidak meolak nya, menjadi lampu hijau untuk rey, beralih pada pipi, telinga dan leher, ter menuju bukit kembar yang masih tertutup rapi itu rey mengecup nya. ada ******* kecil entah mengapa rena sangat menikmati momen ini, apakah ini rindu??


beralih ke bibir lagi, rey ingin mencoba hal yang baru, ia menelusupkan sebelah tangan nya ke dalam rok yang rena pakai perlahan.. kaki rena terasa lembut, sampai lah tangan itu di segitiga bermuda, rena tersentak menyadari apa yang rey lakukan.. masalah nya ada sesuatu yang sedang terjadi,


"rey.. (bisik rena)


"hmmmmm (masih menciumi tengkuk sang istri)


" a.. stop (rey menatap rena meminta jawaban, mengusap pipi nya lembut)


"kenapa??


" emhh rena..


"hmmm


" rena lagi halangan


"apa itu?


"emhhh itu, rena lagi datang bulan


seketika rey menghentikan aktifitas nya, menatap rena tak percaya.. kenapa harus terjadi seperti ini, dia sudah ON ๐Ÿ˜‚, rey menggigit bibir nya kelu, rena tertawa melihat itu, kasihan suami nya pasti kecewa...


" jadi..??? tanya rey


"tidak semudah itu furguso (rey melancarkan aksi nya lagi, sungguh ia sangat frustrasi, mengelitiki pinggang rena, mereka menertawakan diri sendiri)


rey memeluk rena mereka berbaring di kasur, mengusap luka tembakan yang masih ada di hampir di bahu kanan sang istri,


"apa masih sakit??


(rena menggelengkan kepala nya, tersenyum)


"udah ga sakit (menyandarkan kepala di dada suami nya, sungguh ini sangat nyaman, telebih rena sedang kurang sehat seperti ini, jujur ia ingin di manja)


" sebentar lagi magrib, rena siap siap dulu di bawah ya, catering pasti udah datang"


"iya sayang, ayo aku bantu, kamu ga boleh cape...


rena tersenyum, ia sangat bahagia,


magrib datang, seperti biasa rey shalat di mesjid, mengundang jemaah untuk tahlil yang ke 5 di rumah, tidak di temani mang agus namun ia cukup terbiasa.


tahlil hari ke lima selesai, rey dan rena selonjoran di karpet yang belum di lipat itu, menikmati kopi nya, yang di buat sang istri


"nino marah


" kenapa?


"ya dia kecewa, kenapa bunda nya ga ikut pulang (rena tersenyum, sungguh ia menyukai anak kecil)


" insyallah, selesai 7harian mamah, rena ikut pulang ke jakarta"


"selesaikan saja di sini dulu, biar kamu tenang"

__ADS_1


mang agus datang, rey mengobrol dengan mamang nya itu, rena melanjutkan pekerjaan nya dengan bibi.


08.45 malam


rey di balkon kamar rena, menerima laporan keuangan dari anto, ia memeriksanya sambil mengisap roko, rena menghampiri membawa susu hangat,


"serius amat?


"ini ada email dari anto, data keuangan (rey mengulurkan tangan nya, meminta rena duduk di pangkuan nya, yang di minta jelas menolak, namun ia kalah, rena tau betul rey tidak ingin menerima penolakan, terlebih ia kini menjadi suami nya,


kebetulan kursi di sana hanya satu, malu malu rena duduk di pangkuan sang suami, rey melingkarkan tangan nya di perut,


"bantu aku ngisi data keuangan, cara nya gini......... (rey menerangkan bagai mana mengisi data, rena mulai membantu, namin bagaimana dia bisa fokus kalo tangan dan mulut rey tidak biaa diam


" please pak bos, saya sedang bekerja


rey tertawa


"hahahahh, saya juga sedang bekerja,


rena mendengus pura pura kesal,.


entah berapa kekayaan suami nya itu, melihat angka yang berjejer dalam data membuat dia sedikit pusing๐Ÿ˜‚


" kamu tau sayang, pekerjaan apa yang aku tawarkan waktu kamu mau resign?


"apa? (fokus pada laptop)


" sekretaris pribadi ku


rena menatap sang suami curiga.


"kenapa sekretaris?


" itu ide dari mami, aku curhat sama beliau, dan tercetus lah ide itu, kamu tau aku punya misi merebut kamu dari ferdi waktu itu (rena melotot, rey malah tertawa)


"jadi ibu dan anak mempunyai niat merebut pacar orang? (rey mengangguk membelai lembut rambut sang istri)


" mami suka sama kamu, makanya dia ngedukung, tapi kamu nolak, ambyar rencana nya, kamu tau??


"apa?


rey tertawa membenamkan wajah nya di punggung sang istri,


" waktu kamu terakhir pamit ke susan, aku ada di sebrang hotel, menyaksikan kamu di bawa ferdi pulang


"bukan kah dari semalam pak bos berangkat ke Malaysia? (rey menggeleng)


" itu untuk menghindar, setelah meyankinkan kamu pergi, baru aku berangkat ke Malaysia


rena berbalik, menatap sendu suami nya


"kamu nge doain aku apa waktu itu?


rey mengerutkan dahi?


" berdoa apa?


"iya, sampai sampai ferdi membatalkan pernikahan?


" ahaahaa engga sayang, aku malah nge doain semoga kamu bahagia sama ferdi, jujur aku berangkat ke Malaysia melarikan diri, membuang kenangan kita, tapi susan ngasih kabar kalo kamu kirim undangan beberapa bulan kemudian, pertahanan ku runtuh, aku rasa aku harus menyaksikan pernikahan kamu, meyakinkan diri kalo kamu bukan untuk ku, namun siapa sangka, allah berkehendak lain bukan?

__ADS_1


__ADS_2