
Nino tersenyum bahagia, ini kejutan untuk nya dan untuk July,
Rena memakaikan cincin di jari manis July, seketika suasana menjadi haru, July mencium tangan Rena, mereka berpelukan
"semoga mamah mu melihat ini di surga, semoga dia juga bahagia sayang" Rena mengatakan nya sambil memeluk July
"semoga kedepannya kalian di berikan kelancaran, bunda ga maksa kalian nikah buru buru, tenang saja oke"
"amiiinnn,
makasih banyak bunda, bunda udah percaya sama July"
"sama sama sayang" Rena membelai rambut July yang dulu pernah ia ikat, Rena sangat menyukai July dari dulu...
Al mengantar calon besan nya ke parkiran RS,
semua akan pulang ke Indonesia, keluarga Rey dan team nya, ada beberapa obrolan yang mereka lakukan,
Nino menggenggam jari tangan July, ia membawa nya mundur untuk sedikit menjauh
"ada apa?? “ tanya July heran
" aku senang, apa kamu senang?? “
July tersenyum.
"aku senang dan bahagia, Terimakasih ya"
Nino mengangguk,
"aku ga nyangka bunda bakal ngelakuin ini,
jadi, kapan kamu mau ke Indonesia? "
"aku harus beresin tugas di sini, sama ayah Rey juga akan ada meeting, tapi entah aku belum Terima jadwal dari Edward" ucap July
"aku pasti kangen"
Nino membelai rambut July,
"kamu pikir aku ga akan kangen?? “
Nino tertawa kecil, ia ingin memeluk July tapi takut ketauan ayah dan bunda nya, Nino mengusap cincin di jari manis July
" jaga dia, tunggu kabar selanjutnya"
kini July yang tertawa,
"kabar apa?? “
"pernikahan kita " bisik Nino...
"hmmm, Nino... " July langsung manja...
"kak, ayo sudah siap... "
shanum memanggil kakak nya.
"aku pulang ya.. ?"
"hati hati, kabarin aku kalo udah sampe" July tampak sedih...
Nino membawa jari tangan July ke bibir nya, ia mengecup nya tepat di atas cincin,
__ADS_1
mengusap pipi July dengan tangan nya
"itu pasti.. istirahat lah, jangan telat makan ok? “
" siap dokter... "
"assalamu'alaikum cinta"
"wassalamu'alaikum sayang"
mereka tertawa.
entah mengapa suasana jadi canggung seperti ini. Nino pamit pada calon mertua nya...
Al memeluk nya,
"papah yakin, July sudah menemukan laki-laki yang tepat Nino"
"terimakasih pah"
iring iringan keluarga Rey akhirnya pergi setelah banyak drama,
July dan Al akan menemani rakha di RS malam ini..
HP July bergetar di meja, ia meraih nya
mendapatkan foto dari Nino, mereka sudah sampai bandara,
"belum apa apa udah kangen" caption nya
July tersenyum malu pada HP nya, Al melihat itu,
"papah akan meminta Nino untuk cepat menikahi kamu" ucap Al. July terkejut langsung menyimpan HP nya di sofa,
"kamu mau kan?? “ Al meledek,
" biar lah kita saling kenal dulu pah" ucap July
"papah yakin, bunda Rena tidak mengijinkan kalian lama lama pacaran, agama nya sangat bagus July, lihat perlakuan dia pada suami dan anak-anak nya"
July tersenyum ia menunduk,
"bunda Rena penuh kasih sayang, July sudah ingat karna sudah 8tahun waktu di bawa ke rumah oma nya Nino"
"nanti kalo sudah menikah jangan panggil nama, mentang mentang kamu lebih tua" Al terus saja menggoda putri nya,
"papah apa an sih, ko bawa bawa umur"
"kamu harus bisa imbangi Nino July, ini menurut kacamata lelaki, papah jujur saja, jangan sampai kami terlihat lebih tua dari pada Nino"
"July paham pah, maksih ya.. "
***
Nino menatap HP nya sambil senyum senyum, ia baru saja mengirimkan pesan pada July.
seketika pandangan mata nya bertemu dengan mata sang bunda yang dari tadi memperhatikan nya,
"manis ya.. kaya permen... " ucap Rena pada putra nya, Nino langsung kehilangan senyum nya,
"belom rasa aja nanti istri ngeluh, skincare abis, uang belanja abis, listrik mati, anak rewel, popok tinggal 1, gajian masih lama, panci bolong, rumah bocor... "
Rey tertawa,
__ADS_1
shanum juga, ia menyimak percakapan antara ibu dan anak itu ini akan seru.
"masa sih bun? " jawab Nino
"kamu belum punya rumah sayang, kalau kamu menikah, mau di bawah kemana Ana?? “ tanya Rena
" ke rumah sakit ahahaaa" shanum menimpali, Rey sampai tak percaya putri nya bisa tertawa se bebas itu..
"shanummmm" Rey memberi kode
"maaf yah.. " ia memejamkan mata, shanum akan pura pura tidur saja..
frans mendengar itu, ia pun menyinggung kan senyuman,
"Nino dengerin bunda,
bunda ga keberatan nanti July tinggal di rumah, malah bunda senang karna rumah akan ramai, dan dulu bunda sama ayah pun tinggal sama oma,
karena hubungan kalian sudah serius, kamu juga harus lebih giat kerja nya"
"emang kapan Nino akan nikah bun? bunda bilang gini kayak minggu depan aja Nino nikah" tanya Nino
"bunda gimana kamu, kapan kamu siap, bunda tinggal datang lagi ke rumah papah Al"
Nino terdiam,
"ayah... dulu ayah ngasih seserahan berapa ke bunda?? " Nino bertanya pada Rey
Rey terdiam,
ia tidak memberikan apa pun dulu,, ferdi lah yang membiayai semua nya😅,
"ayah lupa, kalo bunda inget ga?? “ Rey malah melempar kan masalah pada istri nya
" bunda juga lupa, yang pasti,
menurut bunda, harga yang kamu kasih buat perempuan itu, mencerminkan bagaimana kamu bersyukur menerima kehadiran nya sebagai pendamping kamu,
tapi... jika tidak mampu, ya jangan sampe utang pinjem,. bunda rasa kamu mampu Nino"
"kak, nanti maskawin nya, stetoskop, gunting operasi, blankar sama apa lagi ya... " shanum lagi lagi mengomentari,
ia langsung mendapat kan cubitan di pipi dari kakak nya,
"jangan ikut ikutan bocah, tuh ada salam dari rakha.. " ucap Nino
"rakha siapa?? “ tanya shanum
" suka pura pura, itu adek nya Ana"
"owwwhhh." jawab July
"owh doang?? " tanya Nino
"ya terus shan harus jawab apa?? “
“orang ucap salam, jawab salam lagi bocah"
"ya deh.. waalaikumsalam"..
mereka terus saja becanda.. Rena yang merasa lelah memejamkan mata nya, jari tangan nya saling terpaut dengan jari tangan Rey,
mereka sudah biasa mendengar kerusuhan putra putri mereka...
__ADS_1