
HP yang dipegang sang ayah jatuh, ketika menerima kabar kematian putra sulung nya, evan men nelpon nya memberikan kabar, ayah terduduk ia menangis, sakit.... hati nya sakit mendengar itu
ibu datang dari arah kamar, ia baru saja slesai melaksanakan shalat magrib
"ayah kenapa?? "
menatap sang istri, apa yang harus ia katakan, mungkin kah yang istri nya rasakan beberapa hari ini adalah firasat?
"bu, Ferdi...
" Ferdi?? Ferdi kenapa yah??
ayah nya bangkit, ia tiba tiba merapihkan rumah, sofa di rung tamu ia pindahkan ke ruang TV ibu heran..
"ayah jawab ada apa? jangan buat ibu penasaran"
ayah tidak bisa menahan emosi nya, ia melampiaskan nya pada batang barang, bersiap menyambut kedatangan jenazah anak nya, Ferdi bilang ia akan datang bersama abang nya sebentar lagi, jarak RS dengan rumah tidak lah jauh mungkin hanya 30 menit perjalanan...
menangkup pipi sang istri
"anak kita, Ferdi meninggal bu?
"apa? siapa yang bilang? ayah jngan becanda" nada bicara ibu meninggi.
"sebentar lagi mereka akan pulang, evan akan bawa Ferdi pulang"
"apa yang terjadi ayah? β
ayah terduduk lemas, sang istri mengikuti nya,
" Ferdi meninggal bu, evan sedang mengurus nya di RS sekarang sedang dalam perjalanan pulang"
"iya tapi kenapa? kenapa anak ku meninggal"
"dia menculik rena dan anak nya, melawan saat polisi akan menangkap nya, Ferdi menembak pak rey suami rena, makanya polisi menembak nya"
ibu menggeleng kan kepala,
"engga yah engga mungkin, ferdi melakukan itu?
ayah menggeleng,
" nak... ferdiiiii (ibu histeris irma adik bungsu yang baru pulang kuliah lari ke dalam rumah mendengar sang ibu menangis, ibu pingsan)
"ayah ada apa??
berselang beberpa menit suara sering ambulans meraung, mendekati rumah nya, ibu di baringkan di kamar, warga berdatangan, mencari tahu siapa yang datang menggunakan ambulans,
ayah tak kuasa menahan tangis nya, ia berlutut, melihat evan turun dari dalam ambulans evan memeluk nya, mereka menangis
" kamu ga bohong kan nak??? tanya sang ayah,
masih berharap ini kebohongan
evan hanya menggelengkan kepala memeluk ayah nya lebih erat,
jenazah di turunkan, evan membantu pihak rumah sakit membawakan jenazah si anak sulung, tak lama mobil polisi datang, bersamaan dengan mobil frans
polisi menyampaikan berita kejadian dari awal, ayah pasrah, bagaimana pun anak nya punya banyak kesalahan, sungguh hati nya sangat luas..
ia mencoba ikhlas,
menangkup kan tangan di dada,
"saya selalu orang tua dari Ferdi memohon maaf yang sebesar besar nya an almarhum,
ayah menengok ke arah frans
" pak, sampaikan permohonan maaf yang sebesar besar nya pada pak rey dan ibu rena, (menangis segukan)
frans meraih tangan ayah Ferdi,
"pak, InsyaAllah tuan kami dan keluarga nya sudah memaafkan, hanya belum dapat berkunjung, karna pak rey dan bu rena masih dalam perawatan
" saya mengerti pak, terimakasih
__ADS_1
frans dan para polisi pamit undur diri, warga berdatangan karna kabar meninggal nya Ferdi sudah tersebar,.
ibu tersadar, rumah sudah ramai oleh pelayat,
ia. melihat putra sulung nya terbujur kaku di tengah rumah, dan warga sedang membacakan yasin.. ibu jatuh di pelukan sang putra, ia menangis s jadi jadi nya, tak rela, ia tak percaya semua begitu saja terjadi.
pagi datang,
rey dan rena menikmati sarapan nya, sungguh seperti berada di rumah sendiri, ruang rawat di sulap se nyaman mungkin, bagaimana tidak, tida ada yang mampu menolak keinginan pemilik 53%saham RS ini, rena sang istri pun tidak percaya suami nya memiliki itu rey sangat misterius untuk nya, apa mungkin rena lah yang tak tahu apa apa.
sebelum sarapan rena membantu rey membersihkan badan nya, kondisi rena semakin membaik, ia bisa melakukan kegiatan ringan, di tambah rey tak mau tubuh nya di sentuh orang kecuali sang istri.
suster datang membawa peralatan untuk mengganti perban di lengan rey
"assalamu'alaikum, selamat pagi bapak ibu,
" waalaikum salam Sus,
"waktu nya ganti perban ya pak rey,
" silahkan Sus...
(ya Allah, bagaimana bu rena bisa bernafas, memiliki suami se tampan pak rey, apa bu rena bisa tidur ya??? astaghfirullah apa yang aku pikirin, suster itu bergumam dalam hati)
rey sedang fokus pada laptop nya, sang suster salah tingkah, dia menoleh pada rena, maksud nya meminta bantuan untuk memanggil kan sang pangeran, hihiii
rena mengerti, dia tertawa,
"sayang..
" hmmmm (rey menoleh)
"ayo sini ganti perban dulu.. (seperti anak kecil yang harus di ingatkan slalu)
" ah iya maaf, ..
rey bangun berniat duduk di ranjang nya rena bangun, mereka hampir bertabrakan rey tertawa refleks mengecup bibir sang istri
"hey, rena mencubit perut suami nya, ia malu ada suster di samping nya.. "
sang suster terpaku di tempat nya. pemandangan macam apa itu yang ia lihat, dia cemburu huuhuuu
"suster maaf (rena meminta maaf karna melihat mimik wajah suster yang syok)
l
" ya Allah, jantung saya mau copot bu (menyadari kekonyolan yang ia ucapkan suster itu menutup mulut nya) mohon maaf Bu, ( menundukan kepala nya) saya ga sengaja liat tadi"
rey melipat bibir nya menahan senyumm,
"saya yang minta maaf Sus, ( melototin rey, yg di pelototin malah ketawa) "
silahkan Sus, (rena bergeser. memberi tempat untuk sang suster)
sebagai pemilik saham 53% di RS ini, tentu saja para dokter dan staff RS tau siapa rey, walaupun bisa di hitung jari kedatangan nya ke RS,
seperti suster aida ini, ia tau rey hanya di majalah bisnis saja dan foto nya tentu terpampang di gedung kepegawaian, suster aida sangat beruntung mendapat kesempatan langsung bertemu, bahkan merawat sang tuan
"bapak mohon maaf ya, saya buka perban nya..
" silahkan Sus, (jawab rey )
rena berniat duduk di sofa, sambil mengecek pesan di HP nya,
"sayang.. (kata rey)
sang suster yg gemetar tambah gemetar, mendengar kata sayang dari tuan nya, seolah panggilan itu untuk diri nya, dia hampir pingsan,
" mau kemana? sini deket aku.. (tangan nya terulur, rena tak bisa membantah, HP nya ia letakan kembali, menerima uluran tangan sang suami. ia mendekat)
"aku mau telpon Nino, aku kangen dia"
"mereka mau datang kesini nanti, langsung aja kangen kangenan nya, sekarang bantu suster aida (rey membaca nametag di baju suster)
liat tangan nya gemeteran dari tadi"
__ADS_1
rey membuat suster sangat syok, memang betul tangan nya gemetar
"maaf Bu, (maaf saja dulu pikir nya)
rena tertawa..
" ga apa apa, sini sus saya bantu ya, dia itu memang bayi besar, ( mata nya melirik pada suami nya yang sedang manyun itu)
seolah rena sang suster nya, ia mengganti, memberi obat pada luka nya, rey menggaduh kesakitan,
rena heran katanya luka nya ga sakit? ia tau suami nya modus, rena sengaja sedikit menekan luka nya menggunakan kapas
"sayang sakit,,
" aku baik baik saja tuan,
"yang sakit aku sayang,
"kata nya luka ini ga seberapa, di banding liat aku kesakitan, aku lagi sehat sekarang kenapa kamu kesakitan sayang?? "
rey tertawa, istri nya sangat cerdas, dia mampu mengetahui ke modusan nya..
suster aida menjadi asisten suster renaπ,
membalut luka dengan kasa rena sangat cekatan,
"sayang jangan di sangga lagi tangan nya, aku ga nyaman (pasien komentar)
" apa boleh Sus? (rena meminta persetujuan suster)
"selama tidak ada efek nanti nya boleh saja bu..
" baiklah kita coba, kalo nanti sakit bilang ya yah.. ( rena memberi arahan)
"siap suster( jawab rey) mereka tertawa
selesai, perban ala ala suster rena selesai, rena mengecup tepat dia tas perban,
" muach, semoga cepet sembuh ayah"
rey terharu
"suster aida saya sudah sehat, boleh saya pulang membawa istri saya hari ini.. (mendapat hadiah kecupan di luka dari sang istri rey langsung sembuh, ia gemas ingin segera pulang membawa sang istri)
" emmm, untuk masalah itu saya tidak bisa memutuskan pak" jawab suster aida
"hiihiii, bohong suster suami saya becanda..
" aku ga becanda sayang, ayo. kita pulang aku udah sehat (rey meraih penggang sang istri agar mendekat)
" reynan... (rena protes sungguh suami nya sangat tidak tau malu)
jantung sang suster hampir meledak jika berlama lama di ruangan ini
"kalau begitu saya izin kembali ke ruangan pak bu, kalau ada sesuatu, silahkan tekan tombol ya bu"
"baik Sus, terimakasih banyak"
sang suster keluar dengan tergesa, di balik pintu ia menyandarkan tubuh nya. menghilangkan debaran di jantung nya..
frans melihat itu
"ada apa Sus???
suster itu kaget,
" ah, ga ada apa apa tuan, saya permisi"
frans bingung, apa yang suster itu lihat di dalam,
pintu belum seluruh nya tertutup, frans berniat menutup nya, ketika melihat pemandangan di dalam
"hmmm dasar, pantesan suster tadi bertingakah seperti itu" frans menutup pintu nya, ia tak mau menganggu sang tuan dan nyonya nya.
*hayooo rey sama rena lagi apa??
__ADS_1
silahkan pembaca ber halu sendiri ya πππ