Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 70


__ADS_3

Al memandang kue yang baru ia beli, kenangan tentang istri nya datang lagi, banyak pertanyaan an yang ingin ia ajukan, di tambah sekarang anak mereka ada pada orang lain, apa yang terjadi???


Al masih suka berkomunikasi dengan bunga, menanyakan kabar putri nya, semua nampak biasa saja pada awal nya, namun bunga tambah susah di hubungi, HP nya tidak selalu aktif, mungkin ia repot dengan kelahiran, hingga tarakhir bunga mengirim kan begitu banyak foto Juli pada Al, mungkin semua foto di galeri nya ia kirimkan, sejak saat itu, bunga tidak bisa di hubungi, dan itu sudah satu tahun lebih,


Al menyalakan rokok nya, membawa se cangkir kopi untuk menemani nya di balkon,


ia teringat akan rumah nya dulu, rumah selama kurang lebih 3tahun mereka tempati,


bunga pergi dari rumah membawa Juli dan tinggal di apartemen lelaki itu,


Al menjual rumah nya, dan kembali ke Singapura.


ia akan ke sana besok, melihat rumah lama nya, ia rindu, foto bunga sudah ia berikan pada frans, semua yang ia tau sudah ia katakan pada frans bahkan tentang apartemen lelaki itu 5tahun lalu


Al ingat lagi anak laki laki bernama rakha itu berarti anak bungan dan lelaki itu, bagaimana ia mendapat cerita dari rey kalau ana/Juli sangat menyayangi adik nya, ia sangat dewasa mejaga adik nya..


"nak papah rindu, papah ingin peluk, mungkin kamu lupa papah, tapi papah sangat ingat kamu,


semoga kamu juga lupa tentang kejadian di apartemen itu, kamu masih kecil bukan? " mata nya menerawang memandang lampu yang berkelip di bawah sana, ini sudah malam sekali, Al bahkan belum berniat pergi tidur, kenangan indah dengan istri nya bermunculan satu persatu.


***


putri meminta pendapat kakak ipar nya, ia sedang memilih undangan untuk acara pertunangan nya bulan depan, siapa sangka, tindakan Yuda yang ikut menyelamat kan manjadi bukti kesungguhan nya pada putri, membuat momi yakin akan Yuda untuk putri,


walaupun baru bertunangan itu kemajuan besar untuk mereka,


semua persiapan sudah di rencanakan, pertunangan akan di gelar di hotel tempat rena bekerja dulu, di sana juga tempat putri bertunangan dulu,.


rey baru selesai mandi, memakai baju rumahan nya, rey mengajak rena ke teras belakang,


"ayah tampan sekali sih? "


rey tertawa kecil


"ich malah ketawa, bunda beneran"


"siapa dulu dong istri nya" jawab rey, membuat rena tersenyum. "sayang ada yang harus aku omongin"


"apa penting? formal sekali"


rey mengangguk, ia meraih jari tangan istri nya,

__ADS_1


"mungkin ini akan sedikit membuat mu terkejut" rey menatap istri nya, rena membetulkan duduk nya menjadi lebih tegak, rey terlihat benar benar serius.


"kamu tau Al..? "


"pak Al.. Alif..? yang kemarin datang? β€œ


" ya..., " rey menarik nafas nya "sayang, Al papah nya ana.. "


rena sungguh terkejut,


"apa yah? jangan becanda"


"kamu liat aku becanda? "


rena menggelengkan kepala nya,


"sayang dengar, Al bercerai dengan istri nya, ketika ana berusia 3tahun, dan sedang mengandung rakha, Al kembali ke Singapura waktu itu. tapi sudah satu tahun ini, dia tidak bisa berkomunikasi dengan mantan istri nya untuk menanyakan putri nya" rey dan rena saling tatap, rena menunggu kelanjutan kisah nya,


"aku meminta frans dan yang lain nya mencari keberadaan mantan istri nya"


"nama nya bunga.. " kata rena


"betul sayang"


"apa maksud nya putri nya, bukan kah ada rakha juga?


rena sangat cermat, ia tau arti kata yang rey ucapkan rey tersenyum,


" rakha bukan anak Alif sayang"


rena makin terkejut,


"bagaimana bisa? ana bilang rakha adik nya"


"benar, adik se ibu" ucap rey


"jadi bunga menikah lagi? "


"maaf bukan aku mau mengumbar aib orang, tapi aku harus menjelaskan sama kamu sesuatu,


waktu bunga hamil anak ke dua nya, itu bukan Al ayah nya, makanya mereka bercerai"

__ADS_1


rena mengerti, ia mengangguk


"aku faham"


"istri cerdas" rey memuji nya, mencium tangan yang ada di genggaman nya


"lalu?? "


"Al akan mencari bunga, dia punya firasat kurang baik, suami bunga itu terlihat berbahaya, ada yang mengatakan pada Al ia punya sifat kasar"


"selama ini aku berpikir yah, mamah nya ana pasti punya alasan melakukan semua ini, dia pasti punya pertimbangan"


"betul sayang,


dan yang ingin aku bilang, apa nanti jika Al akan membawa ana pulang kamu akan ikhlas? kamu sangat sayang dia bukan? "


rena tersenyum,


"aku tau dari awal konsekuensi nya, ana bukan anak kita, dia hanya di titipkan Allah pada kita, sampai keluarga nya menemukan nya,


saat itu tugas kita selesai"


rey terharu, ia lagi lagi jatuh cinta pada istri nya karna sifat nya baik nya itu..


"jangan kan ana sama rakha, Nino dan calon anak kita pun hanya titipan,


aku sama kamu pun titipan, kita harus siap berpisah suatu saat nanti"


"syuuut, sudah jangan bahas itu, aku aga sensitif soal perpisahan". rey membawa rena dalam pelukan nya


" aku akan melahirkan, jujur aku takut"


"ada aku, aku akan selalu ada buat kamu sayang.


kamu wanita terhebat, menantu ter baik, ibu ter istimewa, terimakasih sudah berjuang untuk kami"


rena menelusup kan wajah nya di dada rey, ia menangis,


"aku ga akan larang kamu kalo tangisan itu tangisan bahagia "


rena mengangguk,

__ADS_1


"kamu hanya harus berpikir positif, bahwa kamu bisa melalui ini semua sayang"


rena mengencangkan pelukan nya, ia takut, namun tidak semua ketakutan nya ia utarakan, rey punya trauma tentang melahirkan, tentang Marsya ibu nya nino


__ADS_2