
membantu sang suami melipat kerah kemeja lengan pendek nya rey terlihat tampan dan segar, yang di perhatikan mengeluarkan aksi nya,
rey menyugar rambut nya, ia tau sang istri menyukai gaya nya itu,
rena menarik kerah kemeja sang suami, mendekatkan wajah mereka, rey sudah senang ia akan mendapat hadiah dari sang istri, semakin dekat, rey memejamkan matanya, menanti kecupan hangat sang istri,.
tangan rena terlepas dari kerah nya, rena menjauh, meninggalkan rey yang masih dalam posisi siap menerima serangan,
rena keluar kamar dengan tawa renyah nya
"ahahaaaaha
rey menyadari ia telah di kerjai sang istri, mendesah, namun juga tertawa, hal hal seperti ini lah yang membuat mereka bahagia, hidup mereka tak terlalu kaku,
pamit pada sang bibi dan paman nya,
rey dan rena menyiapkan bunga untuk jiarah ke makam mamah terlebih dulu,..
menaburkan bunga, rena duduk di sebelah batu nisan, mengusap nama mamah yang terukir di sana,
"bahagia lah di surga nya Allah bersama papa, rena janji, akan hidup lebih baik, kita harus bahagia, walau di dunia yang berbeda.."
meninggalkan pemakaman tepat pukul 09:00pagi, rey dan rena berada di mobil belakang, frans menjadi sopir,
rena sungguh tidak nyaman, apa lagi mereka akan pergi kerumah Ferdi dengan pengawalan,
"apa kamu nyaman?? kalo ga nyaman kita ga usah ke sana (melihat istri nya seperti tak nyaman)
" engga yah, aku baik, cuma apa nanti mobil yg di depan ikut juga ke rumah ferdi?
"iya sayang, memang kenapa?
" emh, aku kurang nyaman, aku ga mau ada image gimana nanti nya pake pengawal segala.. "
"frans suruh mereka di mobil saja, InsyaAllah kita aman"
"baik tuan. (frans mengangguk)
" makasih sayang.. (rena mengenggam jari sang suami)
"apa pun, buat ke nyamanan kamu sayang"
ยฑ20menit perjalanan, mereka sampai, Memarkirkan mobil di halaman rumah , beberapa orang yang berkumpul di luar bertanya tanya,, siapa yang datang dengan mobil mewah itu..
di rumah ferdi masih banyak saudara berkumpul, menghibur keluarga yang berduka
rey membuka mobil, frans membuka kan mobil untuk nyonya nya,
"makasih frans"
"jangan sungkan nyonya"
apa sih, rena tertawa, ia belum terbiasa dengan sapa an nyonya,
membawa Buket bunga kecil rena berjalan, beriringan bersama suami,
evan melihat itu, ia sempat terpaku, tak percaya siapa yang datang berkunjung
"kak rena, pak rey?? (gumam nya)
" assalamu'alaikum (rena dan rey menyapa beberapa orang yang ada di luar, evan keluar)
"Waalaikumsalam, ka rena? "
"hay dik, (rena menyapa)
__ADS_1
mata evan sudah berkaca kaca, antara ingat kejadian yang menimpa rena karna kakak nya, antara terharu rena mau datang setelah semua nya terjadi, bahkan bersama sang suami
rey diam, membiarkan interaksi itu terjadi
" hey jangan nangis"
evan mengusap ujung mata nya yang sudah menggenang air mata,
"siapa van? (ayah keluar dari rumah melihat siapa yang datang, ayah terpaku bergantian melirik rena dan rey)
" nak..
rena tersenyum, mengulurkan tangan untuk memberi salam, namun tak di sangka, sang ayah memeluk nya
ayah menangis... rena mengusap punggung ayah dari Ferdi itu. bagimana pun mereka sudah cukup dekat, sudah saling mengenal, sudah menganggap keluarga sendiri terlepas dari semua masalah,
"maafin rena yah...
" ayah yang minta maaf kak, (menyadari keberadaan rey, ayah melepaskan pelukan nya)
maaf tuan, saya ga bermaksud apa apa(melihat rey kali ini, sang ayah dalam hati nya bersyukur, betapa manusia hanya bisa berencana, rey tidak. di ragukan lagi dalam segala hal?
"ayo nak kita masuk, (mengajak rena dan rey,)
" ibu sehat yah??
evan datang membawakan minuman untuk tamu nya,
"semenjak kejadian itu, ibu kurang sehat nak, (rena termenung)
ibu datang dari arah kamar, ia tau rena datang dari evan, semenjak batalnya pernikahan rena belum pernah lagi bertemu,
bangkit, rena menghampiri ibu yang diam terpaku
saling memeluk, tangis ibu pecah
"maaf Bu, atas semua nya... rena ga nyangka bakal seperti ini"
belum bisa berkata apa apa, ibu menggelengkan kepala, mengatur nafas nya, mengusap kepala rena penuh sayang, masih ada air mata di sana
"ibu yang minta maaf sayang, entah bagaimana hatimu bisa menerima semua ini, penghianatan Ferdi, kekacauan yang ia buat (ibu tak sanggup meneruskan kata kata nya)
" bu, setiap manusia punya kesalahan, rena ikhlas, rena sudah memaafkan semua nya.. semoga ibu pun memaafkan kami atas meninggal nya mas Ferdi"
"Terimakasih sayang, hanya doa yang bisa kita berikan buat almarhum, ini memang berat buat kami, tapi kami tidak bisa menutup mata atas kesalahan nya"
"kita Ikhlaskan bu, semoga almarhum tenang di sana, di tempatkan di tempat yang paling baik di sisi Allah"
"Amiiiin sayang... (ibu memandang rey yang duduk di sofa bersama suami nya, lalu menangkupkan tanggan di depan dada, namun tak bisa berkata apa apa, ibu menangis lagi, rey bangkit memeluk nya, bagaimana pun ia seorang ibu yang kehilangan anak nya, ia pasti rapuh rey merasakan nya dulu...
rena tersenyum, memandang adegan di depan nya itu..
"kami turut berduka cita bu, semoga ada hikmah di balik semua ini ya... "
ibu mengusap lengan rey, masih ada perban di sana menutupi luka tembak yang anak nya lakukan, rey menatap nya, melihat mata sang ibu ia tidak tega
"ini ga sakit bu. tenang aja (sambil tertawa) "
ibu menatap nya,
"luka mu memang di tangan tuan, tapi disini kan yang terasa sakit (menunjuk dada rey, rey memeluk nya lagi)
" kami sudah ikhlas bu, mari kita jalan kedepan, waktu harus terus berputar, kesedihan kita ga bisa bangkitin mereka yang udah ninggalin kita"
ibu mengangguk,
__ADS_1
"jaga rena, anggap kami sebagai mertua mu, ibu bersyurkur, rena mendapatkan suami yang baik, harus nya kami yang memiliki nya"
"rena masih milik ibu, ga ada kata mantan untuk anak kan bu? (rena menambah kan)
" ga ada sayang... datanglah kapan pun kalian menginginkan nya, pintu rumah ini slalu terbuka "
"pasti bu.. (memeluk lagi untuk salam perpisahan, rey dan rena pamit. ada rasa lega dalam hati rena mengunjungi keluarga Ferdi)
menatap gedung yang meramaikan kota bandung, rey dan rena kembali ke Jakarta,
menggenggam jari tangan sang istri rey berkata
" keluarga Ferdi begitu hangat, aku kangen papih liat ayah ny, betapa hidup tak sempurna ya.. aku punya momi, Ferdi punya orang tua yang lengkap namun dia yang pergi duluan...
"dan aku ga punya orang tua (namun sambil tersenyum)
" kamu punya aku sayang, akan aku berikan semua nya yang kamu mau... "
"oya??? berapa rumah sakit yang kamu punya tuan??? "
"entah lah, memang kenapa? "
"pabrik, hotel, mall, dan apa lagi yang kamu punya??
rey mengernyit, tidak tau apa maksud dari kata kata istri nya, rena cukup serius wajah nya.
menarik kerah kemeja sang suami, ia mendekat
" aku akan ambil semua itu dari mu, tak akan aku sisakan"
"benarkah??
" ya, lalu aku akan pergi meninggalkan mu, membawa semua harta mu"
"bagaimana cara mu membawa pabrik, rumah sakit, hotel dan mall secara bersamaan nyonya reynan"
rena manyun, merasa kalah telak,
(frans kelepasan, ia tertawa mendengar itu, rey memukul belakang kursi frans)
"maaf tuan saya tidak dengar"
"jangan pernah berani meninggalkan ku, bahkan memikirkan nya pun tidak boleh..ab tum Hi ho rena...
rena tercengang, bahasa apa yang suami nya ucapkan itu??
" apa???
" tum... Hi... ho.. Ab tum.. Hi.. hoo (*cerita nya rey nyanyi)
"apa arti nya itu?
" masa kamu ga tau? aku udh ng hafal nya dari se malem rena sayang, kamu kan suka india"
rena tertawa
"aku akan menyukai yang kamu suka.. (rey memeluk istri nya erat)
"tujh mein rab dikhta hai (ucap rena)
" apa arti nya itu??
rena tertawa lagi,
"cari saja arti ny sendiri๐๐๐
__ADS_1